Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Andri 24id

sering menulis

Ridwan Kamil, The Next Jokowi

OPINI | 18 June 2013 | 19:01 Dibaca: 1151   Komentar: 7   0

Jokowi seorang inspirator soal KERJA bagi negeri “SEJUTA KATA” ini berhasil dilesatkan membuka ruang segar yang baru bagi negeri ini. Sesaat lagi PKS melesatkan seorang Ridwan Kamil di Bandung. Hal itu ditunjukkan dengan hasil survey dari Unpad terakhir ini yang menyatakan Pasangan Ridwan Kamil dan Mang Oded akan menang satu putaran.

http://www.pkspiyungan.org/2013/06/survei-unpad-rido-bakal-menang-satu.html

Kunci terkaitnya Ridwan Kamil dengan PKS adalah karena keterbukaan dan kesehatan PKS sebagai partai modern berbasis sistem dan mekanisme, sehingga indikator pengukuran maslahat bagi rakyat menjadi mudah untuk dimasukkan dalam pengambilan keputusan.

Berbeda dengan basis partai yang tergantung dengan ketokohan, dinasti atau pat-gulipat politik penuh misteri, membuat PKS tidak memiliki masalah melepas haknya untuk mencalonkan sendiri kadernya sebagai walikota untuk memberikan kepada seorang independen sekaliber Ridwan Kamil. Sementara partai lain hanya berani memasang Ridwan Kamil sebagai wakil walikota atau ban serep.

Kohesi Ridwan Kamil dengan PKS terasa dengan ikatan yang harmonis antara beliau dengan Mang Oded. Dimana sikap saling menghormati dan menyanyagi itu lebih mengesankan Mang Oded sebagai seorang Bapak yang mendorong anaknya untuk tampil, maju dan berhasil. Sementara di sisi lain Ridwan Kamil bisa ditangkap perannya seperti seorang anak yang hormat, santun dan menghargai posisi & peran Mang Oded sebagai orang yang lebih dulu berkecimpung dalam dunia politik di Kota Bandung.

Bahkan, Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini didorong ibunya untuk memilih PKS sebagai pasangan untuk mewujudkan segala impiannya. Dan Anda semua mesti tahu, ternyata Kang Emil mempunyai hubungan baik yang luar biasa dengan ibunya ini. Bahkan saya menangkap kesan, kehebatan daya gerak dan daya juang Kang Emil ini adalah cerminan dari ibunya. Apalagi mengingat almarhum ayahnya yang tercatat sebagai orang yang berada di belakang berdirinya Universitas Islam Bandung.

Saya melihat dengan kepala sendiri bagaimana kemampuan berkampanye dan berorasi yang menggugah dan penuh makna yang mendalam dari sang ibu Kang Emil ini. Sehingga doa dari seorang ibu yang memiliki visi yang dahsyat ini; sungguh membuat saya menilai wajar lahirnya seorang Ridwan Kamil bagi Bandung, dan insya Allah bagi bangsa dan peradaban ini.

Kemudian segala kebeningan hati dan motivasi disekitar aura Ridwan Kamil ternyata terus berkohesi dengan jaringan kader PKS di lapangan saat bertemu dalam momen-momen kampanye. Banyak hal yang membuat tautan hati itu terasa mudah untuk nyambung dan seolah terkait dengan begitu saja.

Saya sebagai orang yang baru saja bertemu muka dengan beliau saat kampanye ini merasa bertemu dengan kawan lama yang sudah bersama-sama berjuang namun tidak dalam satu tempat. Sehingga ketika dipertemukan dalam satu tempat yang sama, frekwensi itu begitu kuat dan nyambung.

Mulai dari kegiatan-kegiatan yang selama ini digagas dan dikerjakan bersama-sama masyarakat banyak, kaum ibu, anak-anak dll sampai tentang nyambungnya materi kampanye disaat mengumpulkan warga dan meramunya menjadi materi kampanye yang memuaskan hati masyarakat.

Ketika saya ngobrol sama tukang ojeg yang memang punya kesempatan memantau kampanye dari semua kandidat di daerah saya, beliau sampai merasa perlu meyakinkan saya; “Kang 70% lah beunang ku RIDO didieu…”

Saya hanya bisa terenyuh dan merasa keberartian kerja para kader di lapangan itu terkalibrasi dengan bersama orang-orang yang mengerti di mana sebenarnya kita berjuang untuk negeri ini. Di lapangan dengan kerja nyata menghasilkan fakta. Itulah pesan hadirnya Jokowi ke tengah-tengah kita. Dan selanjutnya Ridwan Kamil. Mereka inilah beberapa pihak yang akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan CINTA, KERJA dan HARMONI.

Jangan lewatkan untuk meraih ilmu yang berharga tentang itu…

Dan, inilah kandidat pertama dari PKS yang mulai memakai logo CINTA dalam simbol utama kampanyenya…

13715574811136944726

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malmö di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: