Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Lendra Bayu

[ Blogger, Reviewer, Reporter. ] Kadang males buat bales komentar. Pliss.. Jangan marah kalau komentar selengkapnya

Kenaikan Harga BBM For Dummies

OPINI | 18 June 2013 | 15:21 Dibaca: 587   Komentar: 9   2

Apakah harga BBM di Indonesia harus naik?

Harus.

Kenapa harga BBM harus naik?

Sebab 212 Triliun dihabiskan pemerintah hanya untuk menjaga harga BBM tetap terjangkau masyarakat.

Bukannya bagus: negara mendukung masyarakat?

Tapi jika metodenya seperti itu, masyarakat mapan ikut dapat subsidi. Padahal target subsidi adalah masyarakat menengah ke bawah.

Jika bukan untuk mensubsidi BBM uangnya akan dialokasikan kemana?

Infrastruktur, pendidikan, pertanian, apapun yang bisa mensejahterakan masyarakat.

Bukannya jika harga BBM naik malah bikin masyarakat semakin jauh dari sejahtera ya?

Harga barang pasti akan naik jika harga BBM naik. Tapi cepat atau lambat biaya subsidi BBM akan terlalu mahal. Jika dibiarkan, 100% anggaran pemerintah bisa habis hanya untuk subsidi BBM.

Kenapa bisa begitu?

BBM itu sumber daya alam yang tidak terbarukan. Jumlahnya makin sedikit, sementara peminat (pengguna kendaraan bermotor) semakin banyak; harga minyak pasti akan semakin mahal. Ini teori ekonomi dasar.

Tapi tidak seluruh masyarakat Indonesia siap menghadapi kenaikan harga BBM & barang-barang lainnya kan?

Makanya dibuat mampu, dong! Ketimbang ngasih diskon BBM, mending masyarakatnya dibikin lebih mapan.

Jika harga BBM pasti semakin mahal, lalu kenapa pemerintah masih belum mengambil keputusan?

Idealnya memang yang didiskusikan para anggota dewan yang terhormat adalah ‘bagaimana cara mengkomunikasikan keputusan ini ke masyarakat’, bukannya ‘jadi harga BBM naik apa tidak nih?’. Tapi inilah politik, semua saling incar posisi untuk meraih kedudukan tertinggi.

Apa hubungannya kenaikan harga BBM dengan politik?

Jika benar pro rakyat, yang disuarakan oleh para elit politik harusnya bukan “menolak kenaikan harga BBM” tapi “jaminan pembangunan infrastruktur” yang rencananya didapat dari bagian/alokasi subsidi BBM. Kesejahteraan masyarakat bukan diukur dengan mampu/tidak beli BBM kok.

Lalu kenapa masih banyak pihak yang menolak kenaikan BBM?

Agar terkesan membela rakyat. Pemerintah yang sekarang pun (SBY & Demokrat) pernah menurunkan harga BBM dengan dalih ‘pro rakyat’, padahal ya memang saat itu harga minyak dunia memang sedang turun.

Katanya harga BBM akan selalu naik? Kok itu bisa turun?

Saat itu Amerika Serikat sedang kena krisis ekonomi, jumlah permintaan pun turun karena Amerika tidak bisa belanja banyak. Kembali ke teori ekonomi dasar tadi: peminat berkurang ketika jumlah barang tetap akan mengakibatkan turunnya harga jual.

Jadi intinya isu kenaikan harga BBM ini cuma permainan elit politik saja?

Iya. Ingat, sebentar lagi Pemilu 2014, apapun kebijakan pemerintah (yang berkuasa saat ini) yang sulit diterima rakyat, bisa jadi tambang emas untuk meraih simpati masyarakat kecil (pemilik jumlah suara terbesar pada Pemilu)

Lalu gimana caranya mencerdaskan masyarakat Indonesia?

Pembangunan infrastruktur, pendidikan, pertanian, dan lain-lain.

Tapi, memangnya tidak ada alternatif lain untuk isu harga BBM ini?

Ada: sumber energi alternatif.

Kenapa pemerintah tidak memikirkan sumber energi alternatif yang terbarukan?

Ini rahasia umum: pemerintah ditekan oleh negara-negara lain; utamanya para eksportir minyak yang tidak ingin omsetnya turun. Energi terbarukan ini pasti dibilang: ongkosnya mahal, efisiensinya kecil, dst.

Kalau energi nuklir?

Sama saja, negara besar akan menakut-nakuti lewat berbagai LSM berkedok lingkungan

Emang LSM-LSM itu punya agenda tersembunyi?

Kalau tidak ada agenda tersembunyi, kenapa menggunakan tenaga profesional untuk mencari donasi? Pakai sistem ‘target setoran’ dan bagi hasil pula untuk pembayarannya. Ini kisah nyata yang dialami sendiri kok, negara super power itu mampu menghalalkan segala cara untuk mencapai target penjualannya, termasuk dengan menekan pemerintah negara tertentu

Bukannya Indonesia itu negara merdeka dan berdaulat ya? Kok bisa ditekan?

Merdeka sih merdeka, tapi ’sumbangan’ dan ‘pinjaman’ dari luar negeri yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia jumlahnya tidak sedikit. Jika dicabut, Indonesia tidak bisa membangun

Kok tidak bisa membangun? Memangnya gak ada duit?

Duit sih ada, tapi kan sebagian besar habis dipakai untuk subsidi BBM

Tapi pembangunan infrastruktur itu kan butuh proses yang lama! Belum lagi kalau dananya dikorupsi?

Korupsi ya urusan polisi dan KPK; gak mau ngeluarin dana dengan dalih takut dikrupsi itu alasan yang tidak tepat.

Berarti aksi mahasiswa & masyarakat yang demo besar-besaran kemarin itu percuma dong?

Menurut saya iya. Para mahasiswa itu mengajukan tuntutan yang salah.

Memangnya mereka harusnya nuntut apa?

Harusnya mereka menuntut jaminan pemerataan pembangunan; utamanya edukasi & transportasi

Apakah benar Indonesia bisa maju dengan pembangunan 2 hal tersebut

Harusnya iya, jika tidak dikorupsi seperti yang dikhawatirkan. Apabila pendidikan bisa gratis, masyarakat jadi tidak mudah dibohongi dan (mudah-mudahan) mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri. Jika transportasi bisa gratis, masyarakat akan mulai beralih dari kendaraan pribadi, kemacetan berkurang (bahkan hilang), kebutuhan BBM pun berkurang.

Kebutuhan BBM berkurang berarti Indonesia bisa bebas dari tekanan para negara ‘donatur’ dong?

Tepat.

-=-=-=-

Beberapa sumber:

Hitung-Hitungan Subsidi BBM

The Big Picture Kenaikan Harga BBM

Menyelamatkan Indonesia

Tags: kenaikanbbm

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 12 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 16 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Rebranding Sepak Bola di India …

Handy Fernandy | 8 jam lalu

Kesetrum, Antara Reflek dan Tuhan …

Bang Pilot | 9 jam lalu

Judika Bangga Membagikan Budaya di Rising …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

i-Road, “Bajaj” Masa Depan ! …

Angga Saputra | 9 jam lalu

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: