Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Imam Setiadi

Sukses adalah idaman semua manusia

Pro Kontra Kenaikan BBM

OPINI | 16 June 2013 | 00:28 Dibaca: 2783   Komentar: 3   0

Kita semua tahu, BBM yang merupakan hasil kekayaan alam bangsa Indonesia. Hasil kekayaan alam yang dapat punah dan tidak dapat diperbaharui. Musti dihemat penggunaannya, kalo perlu dicarikan energi pengganti sehingga nantinya dapat dinikmati oleh anak cucu kita sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, BBM merupakan sumber energi bagi berputarnya roda kehidupan sosial, politik dan ekonomi bangsa. Tanpa BBM, kehidupan rakyat akan sangat sulit karena segala aktifitas yang berlangsung dimuka bumi banyak ditentukan oleh BBM itu sendiri.

Apabila terjadi kenaikan harga BBM, sudah barang tentu harga-harga kebutuhan pokok, seperti: kebutuhan sandang, papan dan pangan juga akan naik. Kenaikan kebutuhan pokok banyak dipicu oleh kenaikan harga BBM itu sendiri. BBM saat ini masih menjadi primadona sumber energi bagi kendaraan bermotor dan perindustrian yang ada di dunia. Berbeda dengan sumber energi pengganti, seperti: energi gas, energi cahaya matahari dan energi nuklir masih belum sepenuhnya  atau masih kecil pemanfaatannya untuk segala aktifitas yang berlangsung di muka bumi. Untuk itu, mari kita sama-sama berhemat dalam menggunakan BBM.

Jika dikaitkan dengan rencana 3 sampai 4 tahun kedepan, pemerintah akan menghapus kelangsungan BBM bersubsidi secara bertahap adalah sudah tepat, karena selama ini BBM bersubsidi sangat memberatkan dan menjadi beban pengeluaran APBN bangsa. Dengan adanya penghapusan BBM bersubsidi secara bertahap hingga dihapus secara menyeluruh, maka APBN bangsa Indonesia lambat laun akan menjadi sehat pula, apalagi kalau pengalokasiaannya pada pembelian kebutuhan-kebutuhan yang bermanfaat, demi terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia dari Sabang hingga Marauke.

Sementara untuk Sumber Daya Alam bangsa Indonesia, seperti: Minyak, Nikel, Batubara dan lain sebagainya, dalam kenyataannya memang banyak melimpah, namun bangsa Indonesia belum mengelola secara optimal. Dengan pengelolaan secara baik, diharapkan akan menjadi nilai lebih bagi peningkatan pendapatan perkapita bangsa Indonesia. Sebaliknya bangsa Singapura yang hanya memiliki Sumber Daya Alam sedikit bahkan bisa dibilang tidak memiliki Sumber Daya Alam, mereka mampu memiliki pendapatan perkapita 13 kali lipat lebih besar dari pendapatan perkapita bangsa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan negara Singapura karena bangsa Singapura mampu membangun infrakstruktur, membangun Sumber Daya Manusia dan mengolah Sumber Daya Alam secara efektif, efesiensi dan seoptimal mungkin. Walaupun Singapura harus mengimpor Sumber daya Alam dari negara lain. Mereka mampu mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi, dengan kriteria memiliki daya saing dan nilai jual di pasaran international.


Dengan melihat pendapatan perkapita bangsa Indonesia tersebut, perlu kiranya pemerintah mengantisipasi dengan mencari peluang, inovasi dan alternatif sehingga pendapatan perkapita bangsa Indonesia juga akan meningkat seperti yang dimiliki oleh pendapatan perkapita bangsa Singapura. Dengan demikian, apabila harga-harga kebutuhan pokok naik, maka rakyat tidak akan menjerit dan keberatan bahkan malah mendukung kebijakan pemerintah.

Mengenai opini saya terhadap pro dan kontra masyarakat terhadap kenaikan harga BBM yang diterbitkan pemerintah, jika dikaitkan dengan pelaksanaannya di lapangan. Menurut saya, keputusan pemerintah menaikkan BBM adalah sudah benar dan sesuai dengan hati nurani rakyat bangsa Indonesia. Walaupun dalam kenyataan, ada sebagian kelompok yang tidak setuju dan netral terhadap keputusan kenaikan BBM yang diterbitkan pemerintah. Mereka tidak setuju, lantaran mereka mungkin sudah begitu berat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, selain itu BBM bersubsidi juga banyak dimanfaatkan golongan menengah keatas, sementara golongan menengah kebawah harus menanggungnya. Ada juga yang setuju atau tidak setuju karena adanya iming-iming dan tekanan dari kelompok sosial politik tertentu guna alasan tertentu dari kelompoknya, serta mungkin yang netral atas segala keputusan yang diterbitkan pemerintah. Sedangkan saya secara pribadi sangat setuju akan keputusan yang diterbitkan pemerintah, menaikkan BBM bersubsidi secara bertahap 3 sampai 4 tahun kedepan. Namun hendaknya tetap dicari solusi dan alternatif guna meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia selama berlangsungnya kenaikan harga BBM secara bertahap.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Basuri Tjahaja Purnama: 20 tahun Mendatang …

Olive Bendon | | 01 October 2014 | 06:58

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | | 01 October 2014 | 04:25

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | | 01 October 2014 | 02:11

Menulis Cerpen Itu Gampang, Mencari Peminat …

Sugiyanto Hadi | | 01 October 2014 | 03:16

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 3 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 5 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | 7 jam lalu

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | 7 jam lalu

A Hok: “ DPRD Sebagai Calo yang Tidak …

Ibnu Dawam Aziz | 7 jam lalu

Mantan Teknisi NASA AS Ajari Pelajar …

Mohammad Yazed Arro... | 7 jam lalu

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: