Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Primata Euroasia

Try not to become a man of success, but rather try to become a man selengkapnya

Menikah, Solusi untuk Mendongkrak Elektabilitas Prabowo Subianto

REP | 16 June 2013 | 00:17 Dibaca: 6477   Komentar: 11   3

Sebagai seorang calon presiden, elektabilitas Prabowo Subianto, yang masih dibawah Jokowi memang banyak dipandang sebagian orang sebagai sesuatu yang mengherankan. Harus diakui, sosok Jokowi saat ini memang sangat menggema. Banyak orang yang kepincut dengan aksi blusukannya, gaya bicara yang ceplas-ceplos dan apa adanya, serta kesederhanaan gaya hidupnya. Faktor-faktor itulah yang dirasa sangat banyak membantu untuk mendongkrak popularitas Gubernur DKI Jakarta ini.

Melihat potensi Jokowi yang demikian besar, tak heran banyak partai yang mulai melirik mantan walikota Solo ini sebagai kandidat calon presiden. Begitu pula dengan kandidat capres lainnya, juga mulai melirik Jokowi untuk dijadikan pasangan. Disisi lain, kandidat capres yang elektabilitasnya dibawah Jokowi mulai sibuk membangun citra diri untuk bisa mendongkrak popularitasnya. ARB misalnya, dalam beberapa kampanyenya di media televisi, mulai mengangkat sisi humanis dan kekeluargaannya. Bagaimana dengan Prabowo? Masih standar dan terkesan kaku. Iklan kampanye Prabowo selalu menampilkan hal yang sama, yakni kebesaran Bangsa Indonesia, melimpahnya sumber daya Indonesia, dan harapan akan pengelolaan yang lebih baik. Tak ada iklan untuk menampilkan citra diri sebagaimana yang dilakukan oleh ARB. Jika metode iklan kampanye Prabowo yang seperti ini ditampilkan terus, jangan harap elektabilitasnya akan naik dan mampu menyusul Jokowi.

Sebenarnya, ada satu faktor yang bisa mengangkat elektabilitas Prabowo. Yakni Menikah. Semenjak bercerai dengan  Siti Hediati Prabowo alias Titik Soeharto, Prabowo sampai saat ini belum mengambil istri lagi sebagai pasangan hidupnya. Bahkan, kehidupan keluarga Prabowo sepertinya banyak disembunyikan. Hal inilah yang mungkin mengurangi greget popularitas nama Prabowo. Dalam setiap kesempatan, jika pertanyaan tentang istri dan kapan menikah lagi, Prabowo hanya tersenyum, serta berkata “Tunggu tanggal mainnya.”

Anjuran untuk menikah, agar popularitasnya naik pernah disarankan oleh seorang praktisi metafisika Feri Purwo. Menurut Feri kalau Prabowo ingin peruntungannya lebih baik, harusnya Prabowo mencari pasangan dari sekarang. Bagaimanapun positioning Prabowo secara energi, akan lebih baik, karena sudah pasti istrinya akan mendukungnya maju pada Pilpres 2014. “Sebab kalau tidak, (status duda) akan jadi masalah,” pungkas Feri seperti yang dikutip dari itoday.

Dengan menikah, paling tidak Prabowo bisa menampilkan sosok keluarganya. Bahkan, momen pernikahan ini pula yang bisa diberitakan secara massive dan diyakini akan mampu menjadi sebuah berita kejutan, yang ujung-ujungnya akan mampu pula menambah popularitas Prabowo Subianto.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | | 18 September 2014 | 23:42

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | | 19 September 2014 | 07:39

Masukan Untuk Petugas Haji Indonesia …

Rumahkayu | | 19 September 2014 | 07:37

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 3 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 5 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 20 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Lari Pagi di Makati di Jalur yang Manusiawi …

Dhanang Dhave | 8 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 10 jam lalu

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: