Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Gunadi Adi

Lahir : Boyolali, Ativis Yayasan Nurul Iman, bekerja di WSI Indonesia Group, live moto : selengkapnya

KENAIKAN BBM DAN DAMPAKNYA TERHADAP RAKYAT BERPENGHASILAN RENDAH

OPINI | 14 June 2013 | 14:31 Dibaca: 708   Komentar: 1   1

1371194957751118596

Inilah diantara alasan Pemerintah untuk menaikkan BBM bersubsidi :

  1. Minyak mentah dunia membubung
    Kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah perlu menaikkan harga BBM.
    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengatakan, asumsi harga minyak dalam APBN 2012 harus disesuaikan. Pemerintah tidak mungkin lagi menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$90 per barel, sebab harga ICP saat ini sudah melampaui US$115 per barel.
  2. Subsidi salah sasaran
    Dengan harga BBM murah, justru yang mendapatkan subsidi besar adalah orang yang menggunakan mobil. Bukan penduduk yang selayaknya mendapatkan subsidi, seperti tukang ojek dan sopir Bajaj.
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, langkah menaikkan harga BBM merupakan solusi pemberian subsidi yang tepat sasaran. “Jadi, ini baik, masyarakat menengah kita yang sebelumnya menikmati 70 persen (BBM bersubsidi) bisa membayar kenaikan itu,” ujar Hatta.
  3. Lebih baik untuk infrastruktur
    Bank Dunia mengungkapkan pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Lebih baik subsidi BBM dialihkan untuk membangun infrastruktur listrik yang masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.
    Manajer Pembangunan Berkelanjutan Bank Dunia untuk Indonesia, Franz R Drees-Gross, menjelaskan, jika pemerintah terus mensubsidi bahan bakar besar-besaran, Indonesia kehilangan kesempatan membangun di sektor lain. “Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk subsidi BBM, sebenarnya bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih berguna,” kata Franz.

Pandangan saya ( penulis ) terhadap persoalan tersebut : Alasan Pemerintah sebenarnya cukup rasional berdasarkan data dan fakta, namun apakah tepat ? ini yang perlu pengkajian lebih detil sebab ini menyangkut persoalan yang sangat fundamental, saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya beban rakyat yang berpenghasilan pas-pasan apalagi yang berpenghasilan rendah, mereka akan mendapat pukulan telak, ibarat petinju habis kena hok langsung dihantam aperkat sebab akan menerima pembengkakan cost bertubi-tubi dari dampak kenaikan BBM dan kenaikan harga pereodik menjelang hari raya, masyarakat ekonomi menengah ke atas yang selama ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang 6,3 % tentu tidak akan menjadi soal, untuk masyarakat berpenghasilan rendah kemungkinan besar akan terperosok menjadi miskin, kalau Pemerintah mengcover rakyat miskin saat ini dengan kompensasi berupa beras apek (raskin) dan BLT (bantuan langsung telas) lalu bagaimana dengan nasib rakyat  yang berpotensi akan miskin yang saat ini berpenghasilan pas-pasan ?

Jika toh kenaikan BBM bersubsidi tidak bisa dihindari mbok ya motor, mobil plat kuning (angkutan umum), bajaj dan yang selama ini banyak menopang rakyat kecil jangan dinaikkan, formulanya dan aplikasinya bagaimana ? itu tugas dan tanggung jawab Pemerintah untuk memikirkannya !

Sebagai gambaran jikaseorang karyawan yang bekerja di Jakarta dan tinggal di Bogor berpenghasilan Rp. 1.800.000,-/bulan, dia harus berhitung keras supaya cukup, tapi sangat sulit ! sekitar Rp. 600.000/bulan  habis untuk transport dari Bogor-Jakarta ( dengan KRL) , Rp. 150.000 untuk BBM/bulan, sisa Rp. 1.050.000, anak 2, jadi ada 4 nyawa dalam tanggungan , dengan uang tersebut nafas kehidupan mereka mulai tersengal di hari ke 10, belum lagi kebutuhan tak terduga seperti Kondangan, ke dokter jika ada yang sakit, dll. lalu bagaimana dengan yang berpenghasilan Rp. 800.000 s/d Rp. 1.500.000/bulan yang jumlahnya masih puluhan juta di Indonesia ini, jika akhir bulan ini BBM benar-benar akan naik tentu kebutuhan tersebut akan membengkak dan sulit untuk sekedar bertahan hidup.

Saya percaya bahwa Pemerintah telah berupaya keras, namun kami berharap masih akan ada solusi yang terbaik untuk menyelamatkan kondisi yang ada ! Negeri kita sebenarnya dikaruniai suberdaya baik alam maupun manusia berlimpah-ruah, namun kessenjangan sosial masih terlalu dalam bahkan telah menjadi jurang.

Saya ingat betul di akhir 2011 muncul wacana konversi BBM ke gas dan energi terbarukan (renewble energy) yang bahan dasarnya melimpah di negeri ini, namun Pemerintah belum serius mengaplikasikannya, dulu ketika Pak JK mewacanakan konversi menyak tanah ke gas banyak yang bingung bahkan skeptis, namun setelah diaplikasikan dengan perhitungan matang dan serius nyatanya fine-fine aja !

Untuk menggenjot lifting agar seimbang dengan konsumsi memang tidak mudah, seiring dengan pertumbuhan kendaraan bermotor dan terbatasnya sumur baru, tapi paling tidak janganlah dengan alasan subsidi BBM akan memberatkan APBN dan diprediksi akan membuat  ekonomi nasional roboh rakyat akan jadi korban tunggal ! Semoga isu ini juga tidak akan menjadi komoditas politik yang sangat pragmatis untuk caper siapa yang paling dekat dengan rakyat, sekali-kali jangan sampai !

Kepada masyarakat saya berpesan untuk tetap sabar dalam menghadapi ujian ini, sesuatau yang berat ini adukan kepada Allah, jika kepada Pemerintah kurang memberikan harapan ! Allah yang maha mengurus makhluknya yang bermiliar-miliar jumlahnya, katakan dengan penuh kelembutan kepada anak-anak kalian ” nak Bapak mohon maaf jika jatah susumu dikurangi, mohon maaf jika uang jajanmu terpangkas, kita harus tetap hidup betapapun sulitnya”

Akhirnya semoga pertolongan Allah dekat dengan kita dan menyelesaikan segala broblematika yang sedang kita hadapi, (amin)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji …

Aljohan | | 02 October 2014 | 15:27

Asyiknya Asia Tri ke-9 Jogjakarta …

Esang Suspranggono | | 02 October 2014 | 15:45

2 Oktober, Mari Populerkan Hari …

Khairunisa Maslichu... | | 02 October 2014 | 15:38

Teror Annabelle, Tak Sehoror The Conjuring …

Sahroha Lumbanraja | | 02 October 2014 | 16:18

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 8 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: