Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ansara

Suka Musik, Sejarah dan Fotografi FB Annie Sabri, Twitter @4nsar4

Saya Dukung Cawalkot Bandung Pilihan PKS

HL | 12 June 2013 | 20:57 Dibaca: 1220   Komentar: 83   15

13710432261422454821

Jalan Kepatihan sekitar Alun-Alun Bandung foto tribunnews.com

Biasanya saya termasuk dalam pasukan anti PKS karena beberapa artikel dan komentar saya ada yang mengkritik PKS. Tapi begitu melihat calon walikota yang diusung oleh PKS dan Gerindra, tiba-tiba ada secercah harapan dihati ini semoga calon PKS ini bisa memberi perubahan yang berarti di Bandung.

Ketika melihat profil Ridwan Kamil (42), sang calon walikota itu di TV dan di website, saya terpesona dengan latar belakang pendidikan dan kreatifitasnya yang tinggi karena dia adalah seorang arsitek.  Salah satu karyanya yang fenomenal adalah membuat rumah yang sebagian dindingnya dibuat dari puluhan ribu botol bekas minuman energy. Seorang arsitek biasanya peduli terhadap keindahan dan kerapihan, mungkin dia bisa membuat perubahan yang berarti bagi Bandung yang semakin lama semakin menyedihkan.

Lalu lintas semrawut, banjir, sampah, jalanan rusak, pusat kota dipenuhi PKL. Contohnya jalan Merdeka atau terkenal dengan sebutan BIP, tahun lalu sempat bersih dari PKL dan nyaman untuk jalan-jalan disitu. Tapi kemarin saya datang ke Bandung, ternyata kawasan itu sudah jadi lautan PKL lagi, pusat kota tapi terkesan kumuh…

Yang lebih horror lagi diseputar Alun-alun Bandung, PKL sudah memakan separuh badan jalan hingga mobil hanya bisa lewat secara perlahan saking sempitnya. Itupun harus ekstra hati-hati karena ada motor, becak dan angkot. Duh sedihnya lihat alun-alun seperti itu. Kumuh, kotor, penuh PKL bahkan taman ditengah Alun-alun sudah tak terawat lagi. Seharusnya Alun-alun itu jadi kebanggan dan maskot sebuah kota.

Sebenarnya Alun-alun Bandung itu lebih bagus zaman dulu waktu sebelum dipugar dan dibangun mesjid baru dengan mengorbankan jalan besar disebrang kantor pos. Padahal Bandung itu sudah mulai macet dari dulu tapi masih nekad mengorbankan jalan demi membangun mesjid super besar yang penuhnya cuma ramadhan saja atau ada acara tertentu. Kalau hari biasa dalam mesjid kosong tapi halaman mesjid penuh dengan orang yang jajan disana karena diseputar mesjid banyak penjual makanan. Kalau dipikir-pikir, mau ibadah atau makan-makan di mesjid ya???

13710435541297226833

Alun-alun jadul sebelum dibangun mesjid raksasa foto bunnyatax.blogspot.com

Saya termasuk orang yang patah hati waktu alun-alun dipugar, saking sedihnya saya teramat sangat jarang pergi ke Alun-alun bahkan ke mesjidnya baru beberapa kali seumur hidup itupun sekedar lewat dan sama sekali tak terkesan walaupun ada mesjid megah dengan 2 menara tinggi, karena saya sudah cinta mati sama Alun-alun Bandung tempo dulu. Padahal cukup direnovasi dan diperindah saja Alun-alun zaman dulu itu tak perlu dibangun mesjid raksasa yang terkesan dipaksakan harus berada disitu padahal lahan tidak cukup…

Dengan calon walikota yang masih muda, seorang arsitek jenius dan berjiwa seni tinggi, saya berharap dia bisa mengubah Bandung lebih rapi, bersih, indah, tertib dan terawat. Saya berharap semoga calon yang diusung PKS dan Gerindra ini bisa membawa perubahan dan suasana baru bagi Bandung. Sudah saatnya yang muda dan berpotensi tinggi diberi kesempatan untuk memimpin.

Walaupun sekarang PKS sedang dilanda krisis karena kasus LHI dan dituding bermuka dua karena tidak mendukung kebijakan pemerintah dalam masalah kenaikan BBM. Tapi saya memberi kepercayaan pada PKS sekali lagi. Semoga pilihan saya tidak salah tapi jika calon dari PKS ini menang di Bandung… Tolong PKS jangan kecewakan saya sebagai rakyat jelata yang awam politik karena saya hanya bisa berharap dan berharap punya pemimpin yang bersih, merakyat dan bisa menata kota Bandung senyaman dan seindah dulu lagi. Ingat pepatah Bandung lautan api yaa, bukan Bandung lautan sampah atau Bandung lautan PKL…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gayatri, Sang “Doktor Cilik” Itu Telah …

Randy Ghalib | | 24 October 2014 | 12:25

Ide Fadli Zon Bangun Perpustakaan & …

Hazmi Srondol | | 24 October 2014 | 08:54

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Tindak Pidana di Indonesia Masih Tinggi, Ini …

Joko Ade Nursiyono | | 24 October 2014 | 08:14

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 7 jam lalu

Pelacur Berisi, Berintuisi di Dalam Selimut …

Seneng | 10 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 12 jam lalu

Jika Tak Lulus CPNS, Kahiyang Akan Jaga …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Diari Santri: Rambo …

Syrosmien | 7 jam lalu

Pesta Alkohol Setiap Hari di belakang Kantor …

Febrian Arham | 7 jam lalu

Proses Kreatif Desainer Kaver Buku The Fault …

Benny Rhamdani | 8 jam lalu

Kabinet Ramping Presiden Jokowi Batal! …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Pengaruh Millieu Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, …

Imam Muhayat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: