Paulus Teguh

| 12 June 2013 | 18:20



1281
Dibaca
11
Komentar
1
Rating

Jokowi: Calon Presiden 2014?


Wacana untuk memajukan Joko Widodo sebagai calon presiden di pemilu 2014 terus bergulir. Semenjak memenangi pilkada DKI Jakarta, popularitas Jokowi semakin bertambah. Sifat beliau yang rendah hati, jujur, dan memperhatikan warganya, mengundang kekaguman banyak orang. Pertanyaannya, apakah beliau akan maju menjadi calon presiden di pemilu 2014?

Saya merupakan salah seorang pengagum Jokowi, dan juga Ahok tentunya. Namun kali ini saya justru berpandangan bahwa sebaiknya Jokowi jangan maju dulu menjadi calon presiden (ataupun calon wakil presiden) di pemilu 2014 mendatang karena beberapa alasan berikut.

Pertama, Jokowi sudah berjanji saat kampanye pilkada DKI Jakarta yang lalu bahwa beliau tidak akan lagi menjadi “kutu loncat”, belum habis masa jabatan sudah berpindah ke jabatan lain. Mengingat janji ini sudah terlontar sendiri dari mulut beliau, maka demi mempertahankan integritasnya sendiri, sebaiknya beliau jangan maju menjadi capres 2014.

Kedua, saya berpandangan bahwa Jokowi merupakan figur yang sangat baik, namun masih kurang pengalaman dan masih perlu belajar lebih banyak lagi. Selama ini beliau hanya bermodal pengalaman memimpin Solo selama kurang dari 2 periode. Saat pemilu 2014 nanti pun, beliau baru sempat memiliki pengalaman memimpin Jakarta selama 2 tahun. Ada baiknya beliau lebih banyak digembleng dulu melalui pengalaman memimpin DKI Jakarta selama 1 atau 2 periode, baru setelah beliau semakin matang, beliau maju menjadi Calon Presiden. Memimpin sebuah bangsa jauh lebih sulit dan berat daripada memimpin Solo atau Jakarta yang ukurannya jauh lebih kecil; hanya bermodalkan attitude yang baik tidaklah cukup. Jokowi harus lebih banyak berkembang dulu dari segi skill, pengetahuan, dan pengalaman.

Mengingat dedikasi dan kesungguhan hati beliau dalam membangun Jakarta, saya berpikir bahwa hampir pasti Jokowi-Ahok akan kembali maju dalam pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang; Ahok sudah pernah menyatakan wacana ini karena berpikir bahwa memimpin Jakarta selama 1 periode saja tidaklah cukup untuk menyelesaikan persoalan Jakarta yang sedemikian banyak. Jika ini yang terjadi, dan mereka kembali terpilih pada pilkada 2017 mendatang, maka otomatis akan sulit bagi Jokowi untuk maju menjadi capres pada pemilu 2019. Saya berpikir jalan keluar terbaik adalah: pada pilkada 2017 nanti, sebaiknya Jokowi jangan melontarkan janji untuk “tidak menjadi kutu loncat”. Mungkin itu akan membuat rakyat DKI jad sedikit ragu untuk memilih beliau, namun terlepas dari menang pilkada atau tidak, hal yang harus paling utama adalah menunjukkan integritas beliau.

Saya berharap sekali pada pemilu 2019 mendatang Jokowi akan maju menjadi capres dan menang; sementara Ahok naik menjadi gubernur DKI setelah Jokowi menjadi presiden. Untuk pemilu 2019, saya merasa sulit untuk mewujudkan impian “Jokowi presiden, Ahok wakil presiden”. Mana bisa DKI kehilangan gubernur-wakil gubernurnya sekaligus? Dan bagaimana DKI bisa mendapatkan gubernur barunya nanti? Harus mengadakan pilkada lagi di 2019? Karena itu menurut saya sebaiknya banyak orang yang ingin melihat duet Jokowi-Ahok sebagai RI 1-RI 2 sebaiknya ditunda dulu impiannya sampai pemilu 2024 mendatang.

Tags: kotaksuara pilpres2014

Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..

Kotak Suara 2014 berisi berita dan opini warga seputar hiruk-pikuk Pemilu 2014 dengan tag "pileg2014", "pilpres2014",atau "serbaserbipemilu"

Tulis Tanggapan Anda
Guest User