Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Zen Muttaqin

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN selengkapnya

Proklamasi Jembatan Emas Kemerdekaan

REP | 11 June 2013 | 16:18 Dibaca: 777   Komentar: 5   2

Mengenang Bung Karno seri 8

.

1370941266269203380

Sumberfoto,agunzulfaira.blogspot.com

.

Proklamasi Jembatan Emas Untuk Merdeka

.

Kemerdekaan pintu gerbang mewujudkan cita cita menuju kehidupan yang Gemah Ripah Loh jinawi Tata tenteram kerto raharjo, Masyarakat yang sejahtera adil dan makmur, baldatun toyyibatun warobbun ghofur

Kemerdekaan telah kita genggam, Proklamasi 17 Agustus 1845, sebagai tonggak berdirinya Negara Republik Kesatuan Indonesia, yang berwilayah dari Sabang hingga merauke.

Satu langkah besar, menuju kehidupan baru tatanan dunia baru yang bebas dari penindasan dan penjajahan, bebas dari ketertekanan dan paksaan, bebas merdeka menentukan nasib sendiri, bergaul bersama bangsa2 lain dibumi, menyebarkan persaudaraan dan kebersamaan, dalam mengarungi kehidupan bersama, untuk mencapai kesejahteraan yang menyeluruh bagi seluruh ummat manusia di Bumi.

Dengan Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila, maka tak ada lagi kendala bagi kita untuk terus melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara kita, melanjutkan cita cita kita sebagai bangsa Indonesia, menjadi Bangsa yang bermartabat dan memiliki harkat serta menjunjung tinggi kemerdekaan dan kedaulatan masing masing bangsa.

Meraih kehidupan yang sejahtera, kehidupan yang tata tentrem kertoraharjo, jauh dari petikaian dan peperangan, pergaulan hidup dunia yang bersih dari penindasan bangsa satu atas bangsa lainnya, manusia satu atas manusia lainnya, serta menghilangkan penjajahan dari kehidupan, menciptakan perdamaian abadi diantara Bangsa.

Kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia, hanyalah jembatan emas untuk bisa mewujudkan cita cita menjadi bangsa bermartabat dan mencapai kesejahteraan umum yang diinginkannya,

Dimulainya membangun segenap rakyat dari sabang hingga merauke, dengan menggunakan kekuatan sendiri dengan kebebasan dan kemerdekaannya.

Berjuang membangun manusia menjadi manusia yang sesuai dengan kodratnya sebagai manusia yang diciptakan Tuhannya, menjadi khalifah dibumi yang membawa amanah menjaga dan membangun kehidupan menjadi lebih baik.

Dengan alam dan lahan yang diciptakan diseluruh Wilayah Tanah Air, adalah modal dasar yang sangat berharga yang diberian Tuhannya untuk dikelola dan di tingkatkan kemanfaatannya, untuk kemaslahatan seluruh ummat manusia , khususnya Manusia Indonesia.

Seluruh kekayaan alam, barang tambang dan galian yang terpendam, serta bahan yang tersembunyi didalam wilayah tanah air, adalah modal dasar bagi kita untuk menyusun kehidupan yang harmonis dan mensejahterakan, bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada yang lebih penting, dari pada menjaga manusia Indonesia, tetap menjaga jiwa kemerdekaannya, untuk bisa mendaya gunakan seluruh kekayaan yang ada bagi kesejahteraan seluruh ummat, dan kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia.

Percaya diri dan mempercayai dirinya sendiri, bahwa kita bangsa Indonesia mampu dan bisa mengelola seluruh kekayaan bangsa ini, yang didasarkan oleh dan di batasi dengan Komitmen dan kesepakatan seluruh bangsa yang termaktub didalam Preambule UUD 45, yang dengan tegas, mengutamakan kesejahteran umum, serta meningkatkan kecerdasan bangsa, serta menggunakan seluruh kekayaan itu dengan adil sesuai rasa keadilan dalam masyarakat.

Kami hanya butuh kemerdekaan untuk bekerja, kami hanya butuh tekad dan niat luhur untuk bekerja bersama memajukan kesejahteraan bersama, dengan didasarkan kepada rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ini cangkul siapa …………………………..Ini cangkul Saya,

Ini tanah siapa ………………………………Ini tanah saya.
Ini tanaman siapa………………………….Ini tanaman saya.
Ini Buah buahan siapa…………………….Ini Buah buahan saya.
Darimana kamu peroleh………………….Dari memetik di pohonnya sendiri.

Ini jarring siapa………………………………..Ini jaring saya .
Ini perahu siapa……………………………….Ini perahu saya.

Ini Ikan siapa……………………………………Ini Ikan saya.
Darimana kamu peroleh………………….Kami peroleh dari sungai dan lautan.

Ini dapur siapa………………………………..Ini dapur saya.
Ini kayu siapa…………………………………..Ini kayu saya
Ini beras siapa………………………………….Ini beras saya.
Ini Kue siapa………. …………………………..Ini Kue saya.
Darimana kamu peroleh…………………..Kami memasak beras dengan kayu.

Ini pena saya…………………………………….Ini pena saya.
Ini tulisan siapa…………………………………Ini tulisan saya.
Ini buku karya siapa………………………….Ini buku karya saya.

Darimana kamu bisa tuliskan……………Dari peristiwa dan kehidupan.

Berjuta juta manusia, beraneka ragm keahlian dan kepndaianannya, sejak beribu tahun yang lalu telah bekerja dan menghasilkan karya untuk memenuhi kehidupannya serta kebutuhan hidupnya.

Nenek moyang kita telah mengalami pergulatan yang tidak mudah untuk dilaluinya agar tetap bertahan dan survive, mempertahankan bumi dan tanah tumpah darah Indonesia, dari sabang hingga Merauke,

Tidak ada alasan dan argumentasi untuk tidak berbuat, seluruh manusia yang berdiam  di kawaswan nusanatara selalu bergerak dan berbuat untuk menciptakan segala budaya dan peradaban yang tumbuh dan berkembang hingga kini, Mereka terus berjuang selagi memiliki nafas dan tenaga.

Dan itu sudah berjalan beribu ribu tahun yang lalu, Perjuangan untuk tetap hidup dan mempertahankan kehidupan adalah upaya yang terus menerus dilakukan sejak nenek moyang leluhur kita ada dan berada di Nusantara.

Mengerjakan dan mengajarkan kerja untuk berkarya, mencipatkan budaya dan peradaban kita, untuk memenuhi kehidupan dan kebutuhan hidup manusia, mempertahankan bangsa Indonesia ini tetap ada dan survive ditengah tengah perebutan kekuasaan, pertikaian dan hegemoni bangsa lain di bumi.

Berasimilasi, berakulturasi dan berintegrasi terhadap semua budaya dan peradabaan yang sempat mampir dan melintasi bumi Nusantara, semua tertata dengan terbaur dalam kehidupan yang meresap didenyut kehidupan bangsa Indonesia.

Di Tanah air Indonesia, begitu banyak dan beragam budaya dan peradaban dari seluruh dunia ada, dengan mengalami penyesuaian, masuk terasimilasi dalam denyut kehidupan dan budaya Indonesia.

Kerjasama dan berinteraksi dengan bangsa lain dengan budaya dan tata kehidupan yang berbeda, sudah menjadi kebiasaan dan menciptakan kelenturan budaya Indonesia terhadap masuknya budaya asing.

Tata kelola Nenek moyang dalam mengantiipasi terjangan budaya asing merupakan pelajaran bagi bangsa Indonesia masa kini, untuk tetap dan senantiasa bisa bertahan mempertahankan keberadaannya di bumi.

Walau berkali kali krisis melanda dunia, tetapi toh tak pernah merubah drastis kehidupan dan peradaban bangsa Indonesia hingga kini. Budaya apa saja akan terintegrasi dengan baik dan tak akan merubah apapun dalam kebudayaan Indonesia.

Kami memiliki keyakinan,

KAMI ANAK BANGSA YANG BERMENTAL BERKARYA MENGHASILKAN APA SAJA
KAMI ANAK  BANGSA  SEJAK DULU TAK PERNAH GAMANG DENGAN PENDATANG
KAMI ANAK BANGSA, HANYA BUTUH JALAN MEMPERTUKARKAN HASIL BEKERJA
KAMI ANAK BANGSA, HANYA BUTUH PERLINDUNGAN AGAR  TETAP TAK GAMANG

Kemerdekaan mengantar kamu untuk tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut penindasan dan penjajahan serta paksaan dari bangsa lain, maupun bangsa sendiri.

Kemerdekaan mengantar kami untuk bisa mempertahankan hasil karya dan hasil kerja untuk kehidupan dan menghasilkan kesejahteraan bagi kami sendiri dan seeliling kami.

Kemerdekaan mengantar kami untuk bekerja, dengan kebebasan berkarya tanpa tekanan dan ruda paksa.

Kemerdekaan mengantar kami bekerja tanpa intervensi, pengekangan dan pemberangusan ide dan inovasi .

Kemerdekaan mengantar kami berinteraksi dengan bangsa lain untuk melindungi kami dari intervensi dan persaingan tidak sehat kekuatan pasar Global.

Kami sudah biasa menjadi entrepreneur sejati, sejak nenek moyang berdiam disini, mempertahankan hidup dan eksistensi, Bung Karno mencontohkan Marhaen petani.

Indonesia kawasan terbuka sejak dulu sampai kini, tertanam jiwa merdeka untuk bersama bergaul dengan bangsa siapa saja, dari manapun saja datangnya.

Kemerdekaan bukan hasil akhir perjuangan, Kemerdekaan adalah awal dimulainya perjuangan mewujudkan cita cita menuju kehidupan yang Gemah Ripah Loh jinawi Tata tenteram kerto raharjo, Masyarakat yang sejahtera adil dan makmur, baldatun toyyibatun warobbun ghofur

.

.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta, 11 Juni 2013

.

Zen Muttaqin

.

.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Nangkring Parenting bersama Mentari Anakku: …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 5 jam lalu

Sadisnya Politik Busuk Pilpres di Indonesia …

Mawalu | 8 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 8 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 9 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Transformasi Perbankan di Tengah Likuiditas …

Andreas Hassim | 7 jam lalu

Saya Kaya Raya, So What? …

Nararya | 8 jam lalu

Penampilan Oke, Jodohpun Datang …

Fania | 8 jam lalu

Jika Saya Mendapatkan Paket Internet …

Syaiha | 8 jam lalu

The Obgyn #4 …

Dyah Rina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: