Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Deni Muna

Unity for purpose, i'm Indonesia

Piye Kabare? Enak Jamanku to?

OPINI | 11 June 2013 | 09:47 Dibaca: 496   Komentar: 2   0

Terlintas kaget dan juga sedikit menggelitik, karena pada beberapa waktu lalu hingga sekarang mungkin masih ada dan kita pernah melihat sebuah baliho yang bergambar presiden RI ke 2 Soeharto. Hal yang menggelitik adalah di baliho tersebut juga terdapat tulisan yang memancing kita untuk mengingat pada masa orde baru. dan ternyata baliho dengan motivasi sama namun dengan karakter dan teks yang berbeda juga ada dimana-mana.

Baliho tersebut seakan menyindir kondisi saat ini yang tak kunjung baik, dan seakan-akan lebih baik pada masa kepemimpinan Soeharto. Namun, pandangan pribadi saya, dengan adanya baliho tersebut memang menunjukan sedikit kegundahan masyarakat saat ini yang selalu diperlihatkan kepada masalah-masalah kekisruhan politik,korupsi, terorisme, dan narkoba serta masalah-masalah lain yang kian nampak. Sehingga masyarakat merasa resah dan menganggap kkehidupan sekarang tidak jauh lebih baik.

Saya rasa sangat wajar jika kebanyakan masyarakat  saat ini memilih beromantika dengan masa lalu bangsa ini jika melihat masalah-masalah di negri ini saat ini. Dan sangat wajar juga jika ada sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa pemerintahan kali ini tidak jauh lebih baik daripada masa lalu. Dan reformasi dianggap gagal, Saya menganggap hal ini harus diakui oleh pelaku reformasi yang selalu mendewa-dewakan reformasi, serta mereka harus menerima pendapat-pendapat yang masih ada yang pro dengan masa lalu(OrBa).

Sudah saatnya kita harus jujur melihat keadaan, karena memang tidak semua yang terjadi pada orde baru adalah hal yang buruk dan haram, dan tidak juga apa yang ada pada era reformasi saat ini adalah baik dan benar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: