Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Emy Hajar Abra

"katakan yang HAQ walau itu pahit !!! https://twitter.com/emyhajarabra

Ketidakjelasan ILC: Kebijakan Menyimpang PKS Melawan

REP | 11 June 2013 | 21:44 Dibaca: 1014   Komentar: 26   1

13709612581157758428

((foto twiter AnisMata))

Tiap media mempunyai cara “ketertarikan” tersendiri, agar obyek yang disuguhkan tidak menjadi angin lalu semata. malam ini ILC menyuguhkan perbincangan menarik dengan judul “PKS MELAWAN”, tema itu salah justru dirasa cukup tepat, bukan sekedar untuk menarik semata, tetapi memang itulah yang terjadi pada sikap PKS sekarang.

Menurut hemat penulis, sekalipun tema tersebut tepat namun sayangnya terlampau luas untuk dijadikan pembahasan, bagaimana tidak Karni selaku moderator dalam sesi pertamanya justru melontarkan beberapa pertanyaan yang sekali lagi tidak fokus namun seakan-akan hanya menjadikan PKS sebagai obyek untuk membayar ketidakhadirannya dalam ILC beberapa minggu yang lalu.

Karena kalau memang yang akan dibahas adalah BBM, maka yang akan dijadikan big point adalah BBM itu sendiri, dengan mengundang semua pakar dan salah satunya PKS, bukan justru yang terjadi sebaliknya PKS yang menjadi titik pangkal, dan BBM hanya seperti pemanis semata, sekalipun PKS adalah koalisi namun sedari awal sikap PKS sudah menunjukkan sikapnya tentang kenaikan BBM. toh tentang kenaikan BBM bukan hanya tentang PKS semata namun tentang semua partai yang terlibat atas nama rakyat.

Beberapa bulan ini memang PKS menjadi issu yang terus dimainkan media, yang juga direspon beragam oleh masyarakat, oleh karena itu wajar saja jika kemudian PKS menjadi tidak menarik pembahasannya. maklum saja karena partai ini mengusung islam sebagai landasannya sehingga para pihak dengan gampang jika ingin melemparnya dengan kalimat-kalimat beragam yang menyudutkan walau memang lebih mudah juga terbantahkan.

Judul “PKS melawan” kemudian oleh penulis disempurnakan menjadi “KEBIJAKAN MENYIMPANG PKS MELAWAN”, adalah lebih jelas dari pada ketidakjelasan fokus yang diambil oleh ILC.

Sewajarnya, jika seseoarang diam namun terus dinjak-injak dan menjadi tidak diperlakukan dengan baik atas hasil kerjanya, maka LAWAN adalah jawabnnya., bahkan cendrung kepada KEWAJIBAN untuk melawan dengan cara yang santun dan cerdas, bukan justru dengan politik kotor dan terkesan kerdil dalam permainannya.

Kasus LHI dari awal skenario sampai pada aset yang disita bahkan yang dicari-cari dari beberapa tahun silam yang tidak jelas koneksitasnya, sampai pada issu pembubaran partai dan sekarang tentang kasus BBM, memang sudah sepantasnya PKS bersikap dengan cara yang tepat yakni LAWAN.

Lihat saja “taring” KPK hanya terlihat tajam pada PKS, ada apa ini?, sedangkan kasus-kasus lainnya hanya dimasak setengah matangpun tidak. bahkan yang terungkap beberapa waktu lalu, KPK justru “bermain-main” dengan hak wewenang mereka atas kasus-kasus tersebut.

Maka atas semua kejadian dan kasus yang menimpa PKS, sekali lagi PKS bukan menghindar ketika salah, membantah ketika salah, menjauh ketika salah, namun PKS adalah kewajiban baginya untuk mendudukan masalah dan issu serta menanggapi atas semua PENYIMPANGAN yang telah terjadi. dan ketika salah maka PKS akan bersikap dengan jauh lebih terhormat dan mendidik.

Berapa banyak fitnah yang ditebarkan, berapa banyak juga kekejian yang dimainkan, namun PKS diam, sayangnya sekali PKS LAWAN,rupanya PKS tetap menjadi sorotan. ada apa dengan PKS?, Sebegitu krusialkah sehingga membuat banyak kalangan tertarik untuk mengangkatnya ke permukaan.

Diam memang baik, namun jika terus diam dan terus pula dipermainkan, maka LAWAN adalah kewajiban tiap orang dengan cara yang elegan.

Tulisan ini memang bukan membahas teoritis tentang dampak kenaikan BBM, namun kalimat yang lontarkan oleh Ruhut bahwa “rakyat tidak peduli tentang harga BBM yang penting BBM itu ada”,adalah BOHONG dan menyakitkan bagi rakyat, karena dampak kenaikan adalah dampak yang akan berketerusan untuk semua bahan pokok yang dibutuhkan oleh rakyat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 23 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: