Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sulistyo Bagaskara

Belajar kejujuran dan menerima fakta. Seorang berlatar Teknik Listrik, tapi suka sejarah, semua sejarah

Prediksi: Efek Samping Sidang LHI (PKS) bag. 1

OPINI | 10 June 2013 | 18:22 Dibaca: 847   Komentar: 16   0

Sebentar lagi kasus dugaan korupsi daging  impor yang melibatkan LHI berdasar  kabar dan prediksi  akan naik ke persidangan kira-kira pertengah Juni 2013. Menurut saya ini layak diprediksi bagaimana jalannya sidang nanti dan efek samping  yang  timbul di masyarakat, terutama di bidang kesehatan  dan khususnya bagi  pecinta maupun pembenci PKS.

Inilah prediksinya.

Sidang Pertama LHI.

Setelah sidang dibuka oleh Hakim Ketua dan dinyatakan terbuka untuk umum, maka atas perintah Hakim Ketua agar terdakwa dihadapkan masuk ke ruang sidang; Selanjutnya atas perintah Hakim Ketua, Jaksa/Penuntut Umum lalu membacakan Surat Dakwaan yang intinya :

  1. LHI telah dengan jelas  melakukan korupsi kuota daging impor tahun 2011/2012
  2. LHI telah melakukan TPPU dengan membeli banyak rumah  mewah, mobil mewah , dan … dari hasil korupsi kuota daging.

Terdakwa/Penasehat Hukumnya menyatakan telah mengerti dan akan mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa/Penuntut Umum tersebut dan meminta waktu 7 hari untuk menyusun Eksepsi. Permohonan penasehat hukum dikabulkan, dan sidang ditutup.

Efek samping akibat sidang pertama (bagi pecinta PKS)

  • Bagi yang sudah berumur akan merasakan tengkuknya serasa kaku, kepala agak pusing, ini menandakan meningkatnya  tekanan darah dalam tubuh.
  • Yang lain mungkin dadanya serasa  bertambah sesak, susah bernafas, dan degup jantung semakin kencang.
  • Bagi yang masih muda akan merasakan  kepala pening sebelah dan ini merupakan gejala migren.
  • dll

Efek samping sidang pertama ( bagi pembenci PKS)

  • Belum menunjukkan efek yang berarti,
  • Masih bisa begadang nonkrongi internet sambil ngopi sampai pagi
  • Masih bisa saling becanda tertawa lepas

Sidang  kedua LHI  ( Sidang lanjutan )

Sabar ya ada di bagian 2 he  he

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 8 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 9 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 10 jam lalu

Pembantu yang Berani Mimpi Jadi Big Bos …

Seneng Utami | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kisah Senja …

Angger Christina | 7 jam lalu

Serial Bunny si Kelinci Mungil: “Jujur …

Siti Nurhardianti | 7 jam lalu

Kisah Seorang Pedagang Sayur Naik Haji …

Imam Adryan | 8 jam lalu

Penjahat dan Rumput Liar …

Betty Tiominar | 8 jam lalu

Sejarah Tafsir dan Perkembangannya …

Khoiruz Zadit Taqwa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: