Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Cahya Lentera

aku cinta indonesia

PKS=PKI??? (Tanggapan terhadap artikel PERSAMAAN PKI DAN PKS Oleh Budi Pasopati)

OPINI | 10 June 2013 | 16:55 Dibaca: 1000   Komentar: 22   11

Licin-nya Budi Bahasa yang Menggelincirkan Akal Budi Manusia

Sejak Artikel PERSAMAAN PKI DAN PKS di muat di kompasiana sampai hari ini telah di baca oleh seribu  kompasioner lebih dan komentanya juga buaaanyak.  Dapet bintang lebih dari 50 biji. Artikel yang luar biasa dan mengangkat isu sensitive di masa lalu(PKI) dan masa kini(PKS).Jika salah mengartikan, artikel ini menggiring pembacanya untuk menyamakan PKI dan PKS sebagai sesuatu yang sama dan sebangun. Ibarat pisau, ini pisau  beracun yang menikam PKS. Racun yang mengandung virus mematikan,namun bekerja  secara perlahan-lahan. Sebuah artikel yang tidak provokatif  tapi infiltratif menerobos relung akalbudi pembacanya. MAKAN PETAI PAKE SAMBEL TERASI –NYANTAI AJA BRO..JANGAN EMOSI…

PENGANTAR

Untuk bisa mengetahui persamaan atau perbedaan suatu benda setidaknya seseorang  harus terlebih dahulu mengetahui secara detail  mengenai salah satu diantara kedua benda yang akan di bedakan  tersebut.  Terlebih lagi bila barang yang akan dilihat perbedaanya itu memiliki kemiripan atau banyak persamaanya. Pernah memiliki salah satunya adalah pengalaman yang berharga, karena  dia akan paham sampai bagian terkecil barang yang dimiliki tersebut.Bila  pernah  memilki kedua-duanya akan menjadikanya semakin mengerti titik titik perbedaan antara kedua barang tersebut secara detail sampai bagian-bagian tersembunyi yang tidak akan terlihat oleh seseorang yang hanya melihat sekilas saja.

Ambil contoh pada mobil TERIOS DAN RUSH.  Anda pernah memiliki Daihatsu TERIOS? Jika ya pasti anda akan tahu spesifikasi mobil tersebut. Mulai dari Bodi sampai mesin dan aksesoris lainya. Anda juga tahu  berapa jumlah tempat duduknya, kenyamanan saat menikung atau tenaga saat di tanjakan. Anda akan hapal di luar kepala. Bila Ada yang bertanya tentang Toyota RUSH bisakah anda menjawabnya? Mungkin bisa, mungkin tidak. Tapi kebanyakan pemilik Terios tahu tentang Toyota Rush. Mengapa? Karena kedua mobil tersebut sangat mirip. Jika anda Pemilik terios pada suatu saat anda bersimpangan jalan dengan Rush maka selintas saja anda tahu bahwa itu bukan terios tetapi rush. Mengapa? karena anda sudah paham mana rush mana terios meskipun keduanya sangat mirip. Terlebih lagi jika anda pernah juga memiliki Rush maka anda akan semakin paham sampai bagaian tertentu yang sama dan berbeda diantara keduanya.

Tetapi jika seseorang belum pernah memiliki Terios, Tidak juga punya Rush dan hanya mendengar  kata orang bahwa Terios dan Rush adalah mirip, memiliki persamaan atau sama  maka orang tersebut masih mungkin untuk salah mengenal terios dan rush. Karena mengenali sesuatu itu perlu memiliki ilmu. Memiliki kemampuan analisis yang tajam dan intelektual yang tinggi. Jadi tidak mudah di sesatkan atau tertipu oleh informasi yang belum tentu kebenaranya. Jika anda ingin tahu tentang terios atau rush dan anda tidak memiliki mobil itu  maka bertanya langsung kepada dealer mobil juga boleh, atau bertanya kepada teman yang memiliki mobil itu juga suatu langkah bagus untuk menambah ilmu dan informasi yang akurat. Agar anda tidak tersesat atau di sesatkan.

Begitupula saat anda ingin tahu tentang PKS dan PKI, baik mengenai persamaan atau perbedaan keduanya secara mendalam maka masuklah menjadi Anggota PKI. (Lho…ya nggak mungkin hehe), Saat ini PKI sudah terlarang di Indonesia. Jadi saran saya Anda masuk PKS saja. Untuk apa. Ya untuk mengenal PKS dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mengetahui isi luar dalam si PKS itu tadi. Barulah kemudian anda bisa menarik kesimpulan secara tepat, jelas dan akurat mengenai apa itu PKS. Setelah itu anda bisa keluar dari PKS atau masuk partai lainya, boleh-boleh saja, tidak ada yang melarang.  Kalau hanya bermodalkan kata orang-kata media-kata berita anda sesungguhnya belum tahu sebenarnya PKS. Sama dengan orang yang belum pernah punya mobil terios tapi bercerita panjang lebar tentang mobil itu. Tidak ilmiah dan tentu tidak akurat.

KABAR BAIK DAN KABAR BURUK

Apa yang tercantum dalam Artikel PERSAMAAN PKS DAN PKI oleh kompasioner Budi Pasopati adalah sebuah informasi mengenai PKI dan PKS dilihat dari sisi persamaanya. Artikel itu berisi tentang persamaan PKI dan PKS, secara singkat dikatakan bahwa di Indonesia ini hanya dua partai yang layak di sebut partai yang sebenarnya. Ini di kaitkan dengan ideology dan kemampuan membuat kader bagi partai. Kedua partai tersebut adalah PKI dan PKS. PKI hidup pada jaman awal kemerdekaan sampai tahun 1966. Kemudian dinyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia hingga saat ini. Setelah zaman itu tidak ada Partai lagi. Dalam arti partai yang sebenarnya. Kemudain setelah era reormasi munculah banyak partai. Dari sekian banyak partai baru ini sampai saat ini menurut beberapa ahli, yang telah sukses menjadi partai hanyalah PKS. Ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Prof. JE Sahetapy dalam acara ILC di TV One beberapa minggu yang lalu

Itulah inti dari tulisan Persamaan PKI dan PKS yang di tulis Budi pasopati, yang saya tangkap. Persamaan seperti KFC(Kentucky FC menjual ayam) dan Dunkin Donut ((Menjual Donat)   dalam mengembangkan menjalankan bisnis dan menjual produknya. Perbedaan mendasar antara keduanya satunya menjual ayam,satunya menjual donat. PKI berdasar  ideology sosialis-komunis dan PKS dengan ideology Islam. Artikel ini tidak menyatakan  PKI itu sama dengan PKS dalam segala hal. INILAH KABAR BAIKNYA.

Di balik kabar baik itu terdapat KABAR BURUK. Kabar buruk ini  bisa di sebut EFEK BURUK yaitu bahwa artikel itu sangat berpotensi menimbulkan salah persepsi bagi para pembacanya. Persepsi bahwa  sesungguhnya PKS itu sama dengan PKI dalam konotasi negative. Ini dapat dibuktikan dari munculnya komentar-komentar di bawah artikel tersebut. Para PKS lovers tidak berkutik menghadapi artikel ini. Terdiam seribu bahasa. Para PKS haters bersorak kegirangan, seolah mendapat suntikan daya. Para Kompasioner non blok, nyantai aja lageee…artikel ini jadi ilmu dan dikomentari sebagai artikel yang MENCERAHKAN artinya mungkin bisa di tafsirkan setuju dengan isi atikel itu.

Disinilah kepiawaian penulisan sebuah artikel teruji. Disinilah tingkat ketinggian ilmu terbukti. Artikel ini sarat dengan ilmu pegetahuan mengenai dua partai cerdas dan sukses di Indonesia. PKI sukses di masa lalu dan PKS pada masa reformasi ini. -Sukses sebagai partai sebenar-benarnya partai, sebatas itu saja. Penulis tentu saja mengenal PKS dan PKI secara mendalam, sebagaimana seorang dokter mengenal penyakit, mampu mendiagnosa dengan tepat. Mampu melihat gejala yang signifikan sebagai clue dari satu penyakit dan mampu menyingkirkan syndrome (kumpulan gejala yang mirip) penyakit itu. Namun sayang artikel ini berisi kumpulan syndrome yang bisa mengecoh pembaca, salah dalam membuat kesimpulan atau diagnosis. Alih-alih mendukung PKS tapi justru berefek kebalikanya.

Apabila kompasioner yang membaca tulisan ini tidak memiliki bekal yang cukup sebagaimana mengenal TERIOS DAN RUSH diatas, sebagaimana dokter mengenal penyakit,   maka yang muncul adalah efek buruk buat PKS.  Semuanya bisa tersesat. Atikel ini begitu halusnya dalam bermain persepsi dan logika. Bahasa yang di gunakan sangat halus,santun dan tidak ada kesan provokatif. Kesan lugas dan ilmiah justru akan terlihat jelas. Para pembaca tanpa terasa akan tergiring dan terjerumus pada apa yang di inginkan penulis opini. Salah siapa hayoo? Bukan salah Budi tapi salahnya kompasioner sendiri. Dalam salah satu komentarnya Budi menulis bahwa artikel ini memang untk menguji seberapa jauh para PKS lovers(Kader dan simpatisan PKS) mengetahui tentang partainya sendiri,dan bagaimana mereka bersikap menghadapi sebuah tantangan. Dan tentu saja menguji para kompasioner juga.

Untuk itulah tulisan ini di buat. Bukan untuk menyanggah apa yang di tulis Budi, tapi untuk MENEMANI  artikel itu. Mengurangi efek buruk atau efek samping yang di timbulkanya. SEDIKIT SANGGAHAN telah di tulis kompasioner lain yaitu  ADI ANDRIANA yang khusus menyoroti tentang kaitan IM dan PKS di Indonesia. Apakah maksud Budi pasopati menulis atikel itu dengan NIAT BAIK atau NIAT BURUK itu bukan urusan kita para kompasioner. Hanya tuhan dan Budi sendiri yang tahu.

Selanjutnya kita kembali pada apa yang tedapat di Artikel Persamaan PKS dan PKI.

1. INTERNTIONALIS

Bukan rahasia lagi…di kompasiana, simpatisan dan kader PKS di cap sebagai tukang “copas”  alias meniru atau menjiplak. Tapi meniru atau menjiplak sesuatu itu merupakan suatu proses belajar secara alami. Anak bayi melihat ayah ibunya berjalan maka timbul keinginan untuk berjalan. Si anak mencontek ibu dan bapaknya, kakaknya atau bahkan menjiplak cara berjalan teangga, boleh-boleh saja. Dahulu Jepang di kenal sebagai tukang jiplak mobil-mobil eropa. Sekarang mobil-mobil jepang, amerika dan eropa  giliran di jiplak habis sama china dan korea. Mencontek itu proses belajar.

PKS kelihatan sekali mencontek IHKWANUL MUSLIMIN (IM) dari beberapa Negara. Di dunia ini IM baru eksis di Turki dan Mesir saja. Di tempat lain belum terlihat. PKS di Indonesia tidak memiliki hubungan hirarkis dengan IM di manapun. Partai Keadilan Turki bukan juraganya PKS di Indonesia. Kalau Cuma kenal atau berteman itu biasa. Sama dengan partai lain juga memiliki mentor untuk belajar agar lebih baik. Sama dengan kompasiana “sharing dan connecting” .UMNO malaysia dengan golkar juga sohib. Ideologi yang ada di PKS memang ideology Impor. Islam itu impor dari Saudi. Partai lain juga sama, demokrasi, komunis,nasionalis republik, itu juga impor. Semua  ideology sudah ”go internasional”, boleh di pakai dan dimiliki partai mana saja. Dari berbagai ideology itulah PKS belajar. Ambil yang baik dan campakan yang buruk. Itulah yang dilakukan PKS.

Dari jaman dahulu kala sebelum merdeka banyak sekali orang Indonesia yang belajar ke timur tengah biasanya ke mesir atau Saudi Arabia. Sambil naik haji. Padahal waktu itu transportasi terhitung sangat sulit sekali. Dari mereka yang belajar  diluar negri itulah lahir para pejuang bangsa. Jika di bandingkan denga jaman sekarang dimana tranportasi dan informasi begitu maju membuat seluruh dunia terasa begitu dekat, pergi keluar negri untuk belajar itu tidak luar biasa. Iklannyapun di pojok kanan atas kompasiana ada. Mau ke Ausralia???. Kemana saja ada agensinya. Kalau mereka yang belajar ke timur tengah tidak semuanya jadi IM. Gus Dur contohnya. Kalau mereka yag belajar ke Taiwan dan china, wah…banyak sekali. Apa mereka nanti kalo pulang jadi dedengkot komunis. Ya nggak begitu lah…Belajar di Luar negri, hidup di luar negri justru memperkaya  yang bersangkutan akan budaya dan ilmu pengetahuan. Dan akan bermanfaat saat pulang ke kampung Indonesia.

MUSUH BERSAMA

Kalau di cermati musuh utama PKS adalah bukan Yahudi, zionis, atau Israel. Sejatinya MUSUH BERSAMA  PKS adalah musuh bersama umat manusia. Yaitu KETIDAK DILAN DAN KESEWENANG WENANGAN. Kebetulan sekali Negara Israel melakukan praktek ketidak adilan dan kesewenangan di Negara yang namanya Palestina. Didukung oleh pamanya Sam, Amerika. Maka secara tidak langsung Israel dan amerika, keduanya melakukan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Amerika di anggap memakai standar ganda. Secara alami semua  orang  pasti benci dengan ketidak adilan dan kesewenang wenangan.

Yang justru aneh kalau ada orang ,partai  atau Negara yang tidak benci kepada ketidak adilan dan kesewenang wenangan yang di pertontonkan pihak lain. Orang ini aneh. Pasti ada apa-apanya, ada maunya gitu loooh..Andai saja tiba-tiba Israel menyerahkan kembali semua tanah Negara palestina, saya yakin banyak orang akan bersorak dan bersujud sukur. Indonesia nggak perlu capek-capek ngomnogin palestina ke PBB. PKS juga bisa mikir yang lainya.

Namun demikian tidak semua yang tumbuh dan dilahirkan oleh Israel dan amerika harus di benci. Tidak benar semua yang dari barat itu buruk. Contohnya PKS juga pake Laptop, computer, HP, mobil bikinan Negara-negara yang bukan muslim, dari eropa dan amerika. Yang dari arab Cuma siwak buat nyikat gigi, sama minyak wangi buat baju. Jadi tidak pas kalo PKS dianggap tidak suka berbau barat. Kalau menyarankan wanita menutup aurat itu memang betul, di cina saja memakai rok mini tidak boleh, dilarang. Mengapa?(jawab sendiri aja lah..)

Kalo Cuma nuduh orang atau Nge-cap orang itu biasa dilakukan semua orang yang tidak seide. Cap terrorist di populerkan amerika. Di ikuti oleh hampir semua Negara. Cap ektrimis di  populerkan belanda. Cap Kafir di populerkan Cut nyak dien, orang aceh. Kape, gitu kata orang aceh. Stempel PKS LOVERS dan PKS HATERS di populerkan di kompasiana hehehe….(Admin jangan marah ya..). Sekarang PKS sedang di cap Partai koruptor, padahal hakim belum mutusin apapun.Dan banyak istilah cap lainnya. PARTAI KORUPSI SAPI itu yang paling ringan, yang lebih sadiss…(bace aje sendiri ye..ane malu nyebutinya gan). Siapa yang bikin cap-cap itu, tentu saja yang tidak suka dan tidak seide. Pokoknya menjelang pemilu Tukang stempel dan tukang kecap plus tukang adu kambing banjir job.

3. METODE GERAKAN

Sejak dari awal tadi memang terceritakan bahwa Paska kemerdekaan  PKS adalah satu-satunya partai yang berhasil memdidik kadernya menjadi sadar politik, sadar organisasi, disiplin dan solid. Partai kader. Bukan partai milik keluarga. Bukan pula partai warisan. Ada mekanisme dan aturan yang tertuang dalam AD dan ART yang di junjung tinggi dan di kawal anggotanya. Bukan partai yang berfokus kepada seorang figure. Jadi andaikan saja terjadi masalah dalam partai akan lebih mudah penyelesaianya. Tidak tergantung pada sosok tertentu.  Ini praktek demokrasi yang sebenarnya. Bukan diatas kertas saja.

Kemampuan membuat ikatatan yang kuat antar sesama anggota partai menjadi seperti ikatan keluarga adalah hal yang sangat luar biasa. Membua Jutaan orang menjadi satu keluarga yang saling siap sedia menolong satu dengan lainya. Amazing. Apakah ini instant? Tentu tidak ini adalah hasil kerja keras tanpa kenal lelah. Bahasa agamanya Iklas. Gerilya yang dilakukan bukan mencontoh PKI tapi mencontoh Muhammad SAW . Penyebaran islam tidak dilakukan secara terang terangan pada awalnya, tapi secara sembunyi dari sedikit orang, kemudian berkembang. Ketika kesadaran sebagai satu keluarga ini muncul maka akan sangat mudah memobilisasi mereka.

Lalu dari manakah ikatan keluarga ini muncul? Dari masjid-masjid. Dari kampus-kampus. Dari orang muda yang gesit. Ini mencirikan bahwa para kader PKS adalah orang yang relative berpendidikan, gemar ibadah, dan berjiwa muda. Bukan para usia lanjut yang senang bernostalgia dengan masa lalu. Tapi orang muda yang menatap masa depan. Masa depan Idonesia yang lebih baik. Orang yang berpendidikan lebih  mudah diajak bekerjasama. Mudah menyelaraskan pendapat dan mudah menerima pendapat. Kader jenis ini sangat menguntungkan. Dan inilah sebenanrnya yang di impikan semua partai, memiliki kader muda,berpendidikan, mau beribadah dan mudah diajak kerjasama. Ini hanya dimiliki PKS. Di partai lain anggota partai belum tentu kader. Kebanyakan anggota partai memiliki maksud mencari keuntungan lewat partai. Hitungan untung Rugi. Mereka bukan kader tapi sebatas anggota. Ini terlihat sekarang bagaimana para CALEG saling berebutan nomor urut. Ada juga yang jadi kutu loncat.

Sebagai kumpulan orang terdidik dan  berwawasan internasional maka memilih jalan politik sebagai ajang untuk berbagi kebaikan pada bangsa dan negaranya adalah lumrah dan logis. Awalnya mereka Cuma sekumpulan Mahasiswa bukan sekumpulan tentara atau orang bersenjata. Sudah tabiat partai politik, tujuan pembentukanya adalah menuju kekuasaan pada Negara. Ini bukan Cuma PKS, semua partai di Indonesia seperti PDIP,GOLKAR,DEMOKAT dan lain sebagainya tujuan akhirnya adalah berada di puncak kekuasaan sebuah Negara. Semua memilki kesempatan yang sama. Hanya tergantung jalan yang di tempuh. Dengan cara-cara licik atau cara-cara baik. Begitupun dengan Ikhwanul muslimin di Negara lain. Mereka memilih jalan demokratis. Bukan gerakan bersenjata.Yang  berhasil baru di turki dan mesir saja.

Jalan Revolusi tidak di pilih dengan pertimbangan utama, bahwa jalan itu akan lebih banyak menimbulkan keburukan, daripada kebaikan. Kerusakan dan kesengsaraan rakyat. Korban jiwa dan biaya yang sangat besar. Ini sangat di sadari oleh semua pihak, termasuk PKS. Adanya KEPANDUAN sebagai oganisasi kepemudaan sama halnya dengan organisasi kepemudaan di partai lain seperti SATGAS di PDIP,Golkar, Gerindra, PKB dan lain-lainya. Sampai hari ini tidak ada berita mengenai aksi premanisme atau perang yang di lakukan kepanduan PKS, yang saya pernah lihat mereka sering muncul di daerah-daerah bencana seperti saat Tsunami di aceh, gempa di jogja, bengkulu dan padang dan lainya.

4. POLITIK DAN KEKUASAAN

Kekuasaan adalah tujuan akhir semua partai di seluruh dunia. Jika tidak ingin mendapatkan kekuasaan orang-orang tidak perlu membuat partai politik. Kekuasaan dan partai politik hanyalah merupakan alat. Seperti pisau. Apakah pisau akan di gunakan untuk membunuh orang atau hanya untuk mengupas bawang. Itu sangat tergantung dengan si pemegang pisau.

Saat ini di Indoesia tidak ada satupun partai politik yang mengambil posisi sebagai partai opisisi murni. Adanya partai dalam SETGAB maupun diluarnya tidak berarti mereka terpisah secara permanent. Dapat kita lihat semua partai akan berkoalisi dalam pemilihan Gubernur atau Bupati. Koalisi yang bergonta ganti pasangan, atau selingkuh menjadi budaya yang biasa. Kata kuncinya tetap tidak ada teman abadi atau musuh abadi dalam politik. Yang ada hanyalah kepentingan abadi masing masing partai politik. Saat kepentinganya sama maka bergabunglah, saat berbeda maka bercerailah. Semua partai berhitung untung rugi. Yang di cari adalah untung,bukan ruginya. Tidak heran jika PKSpun dinilai demikian, sama juga  partai-partai lainya.

Untuk bertahanya sebuah partai maka harus mampu menyebarkan pengaruhnya kapada semua pihak. Ini dilakukan merata oleh semua partai. Semua lini kehidupan seperti Perdagangan, ekonomi, buruh, militer, birokrat harus bisa di rangkul dan di dekati. Dalam sejarah berdirinya PKS memang berasal dari pertemuan berbagai ormas islam. Tidak heran bila berikutnya para pengurus partai berisi campuran dari bermacam-macam organisasi dalam islam seperti NU, Muhamadyah, Persis dan lain sebagainya. Sebagai partai dengan ideology islam maka sangat masuk akal bila pendekatan utamanya adalah kepada umat islam. Tidak logis bila memasarkanya kepada yang lain. Ideologi  PKS, NU,dan Muhammadyah adalah Islam Ahlussunnah wal jama’ah. Tidak ada perbedaan dalam hal pokok diantara mereka. Kalau ada yang mengatakan mereka berbeda tak lebih dari upaya pecah belah dan adu domba seperti yang biasa di lakukan oleh belanda.

5. PARTAI KADER

Kelebihan PKS adalah mampu membuat partai kader. Selanjutnya juga mampu menarik simpati massa. Kader dan para simpatisan inilah yang membuat PKS mampu duduk dalam lima besar pemilu 2009. Mengapa mau menjadi kader dan simpatisan PKS?..Terus terang penulis bukanlah kader atau anggota PKS, hanya sekedar simpatisan saja. Ketertarikan kepada PKS karena profile kader yang cenderung baik-baik. Itu pertama. Yang kedua karena rekam jejak para kader yang duduk di parlemen dan Jabatan tertentu cenderung lebih bersih dari cacat hukum dan cacat moral. Adapun kasus terbesar PKS adalah kasus Impor Daging sapi yang di tuduhkan kepada LHI sebagai presiden PKS. Inipun masih dalam proses hokum, belum ada keputusan tetapnya.

Media demikian santer memberitakan kasus itu hingga terkesan lebay. Apakah selanjutnya sebagai orang yang berfikir kita menerima mentah mentah semua info dari media. Tentu saja  Ketidak percayaan kepada media bukan perintah dari PKS, tapi sebagai alasan rasional di tengah situasi yang ada saat ini. Kepada siapakah kita harus percaya???Bila kita tahu bahwa pers adalah tak lebih dari sekedar industri yang motivnya mencari keuntungan. Bagi orang yang berpikir tentu akan menyaring dan menimbang atau mempelajari setiap berita yang masuk dari telinganya, yang terlihat matanya. Karena sudah rahasia umum bahwa dunia ini panggung sandiwara, penuh rekayasa. Orang bijak berkata Apa yang kita lihat, kita dengar dan kit abaca belum tentu yang sebenarnya.

Sepertinya begitu pula dengan kader PKS, mereka menampung semua informasi, mendengar semua berita tapi tidak serta merta melahap dan menelan bulat-bulat. Kader selalu menjalin kontak dengan seniornya melalui pertemuan rutin. Bukan pertemuan partai tapi pertemuan lebih bersifat pendidikan kegamaan. Ada kedekatan spiritual dan emosional antar masing-masing anggota. Penerimaan setiap informasi yang meragukan akan jadi bahan diskusi, mencari rujukan kebenaran melalui berbagai sumber bukan hanya dari satu media saja.

Inilah mengapa terlihat kader PKS cerdas, santun dan solid. Wajib membaca al qur’an membuat mereka lebih ingat tuhan. Wajib membaca Koran, membuat mereka tidak ketinggalan jaman. Wajib membaca banyak buku membuat mereka berilmu. Buku yang di baca bukan Cuma buku tulisan said hawwa atau sejenisnya tapi semua sumber ilmu, karena kader dengan pengetahuan luas akan lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi partai.

Panggilan akrab  antar anggota adalah istilah lazim dalam partai. Misalnya GOLKAR dan PDIP  biasa memanggil BUNG dan MBAK pada rekan sesama anggota.  Boys and Girls panggilan kawula muda di beberapa radio. Atau wajib memanggil PAK dan IBU pada anggota MLM tertentu. Panggilan khas seolah olah pembeda identitas kelompok, agar lebih akrab, khas  dan unik. Kompasiana memanggil kita dengan sebutan kompasioner (yang laki-laki kompasionman, yang perempuan kompasionwomen…gitu ya min?)

Adalah sebuah keniscayaan jika seorang anggota organisasi harus tunduk pada aturan bersama yang telah di buat. Bila tidak organisasi akan tidak panjang umur. Semua akan memaksakan kehendak. Ada mekanisme dan cara yang sudah diatur dalam setiap organisasi. Begitupun dengan keanggotaan di setiap partai. Ada majelis tinggi partai, komite etik, dewan penasehat, dewan Pembina ataupun apa namanya, semua demi kebaikan organisasi.

6. POTENSI KEKRASAN

Potensi selalu ada di setiap partai. Melihat bahwa PKS melakukan Copy paste dari Ikhwanul Muslimin yang lebih mengedepankan perjuangan lewat jalur politik kemudian di tambah dengan sentuhan budaya local, maka kemungkinan besar melakukan aksi kekerasan adalah kecil. Bila PKS di kaitkan dengan Hilmi aminudin yang bapaknya bekas DI/TII tentu semua partai lain  juga sama, tidak ada jaminan para simpatisan atau kadernya mulus dari keturunan PKI atau DI/TII. Jika stigma itu terus di kibarkan maka seumur-umur Indonesia tidak akan pernah maju. Adu domba meraja lela. Keturunan secara Biologis dapat di habisi tapi secara ide tidak akan mungkin, karena ideology-ideologi itu ada di seluruh dunia. Milik dunia. Sebagai Ilmu dia abadi adanya.

KESIMPULAN DARI ARTIKEL BUDI PASOPATI  YANG PERLU ANDA INGAT ADALAH : PADA MASA KINI HANYA ADA  SATU PARTAI YANG MAMPU MENGEMBANGKAN DIRI DENGAN POLA YANG TEPAT YAITU PKS  DAN DALAM SEJARAH MASA LALU HAL ITU PERNAH DI LAKUKAN OLEH PKI.

NAIK SKUTER MEMBAWA PETI -YANG PINTER PASTI  NGERTI

Info tambahan mengenai sanggahan terhadap artikel Persamaan PKS dan PKI juga telah di buat oleh Adi Andirana dengan judul SEDIKIT SANGGAHAN TERHADAP ARTIKEL PKS DAN PKI

SIMPAN MAKALAH DIDALAM MAP-KALO ADA YANG SALAH MOHON MAAP

Salam kenal ala kompasiana

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 4 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 6 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 8 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 8 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: