Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pakor Hasut

ini tentang saya pakor hasut

Pejabat Majalengka Wajib Setor 250 Juta untuk Dana Kampanye Bupat Incumbent

REP | 10 June 2013 | 18:52 Dibaca: 913   Komentar: 6   0

1370865105647657849

Menjelang pemilihan kepala daerah Majalengka 15 September 2013 mendatang beredar rumor tidak sedap di kalangan pejabat Pemerintah Daerah Kab Majalengka. Mereka wajib setor ke Bupati Incumbent, Haji Sutrisno untuk dana pemenangan di Pilkada nanti. Seorang camat di Kabupaten Majalengka mengeluhkan permintaan dana dari H Sutrisno tersebut.

Menurut Camat di lereng Gunung Ciremai tersebut, dirinya keberatan untuk mendukung Sutrisno sebagai Bupati Majalengka lagi jika harus ikut membiayai dana kampanye sebesar Rp 250.000.000,-. “Saya akan diam saja pada waktunya. Uang dua ratus lima puluh juta itu kan besar, darimana saya harus dapat uang segitu, kecuali beberapa bulan kemudian saya harus berhadapan dengan KPK karena menyelewengkan anggaran.” Tukasnya.

Namun celakanya, jika tidak tidak menyetor dana, dan H Sutrisno terpilih lagi sebagai Bupati Majalengka, maka karirnya akan tamat. Hal ini terjadi berulang kali di Majalengka di era kepemimpinan Sutrisno-Karna. Beberapa pejabat dinas termasuk Camat di Majalengka yang menolak atau memprotes kebijakan Bupati yang otoriter ini sudah pasti akan dimutasi atau jabatannya akan hilang.

Hal senada juga dikeluhkan oleh salah seorang pejabat di salah satu dinas di Kabupaten Majalengka. “Dinas-dinas yang empuk menjadi sasaran wajib setor ke Bupati misalnya Dinas Perhubungan, BPPTPM, Bahkan Satpol PP pun wajib setor ke Bupati.” Tapi kita sepakat akan diam saja ketika pada waktunya. Tidak tahu kalau Pak Kabang BPPTPM dan Kasat Pol PP. Karena kedua pejabat tersebut merupakan pejabat yang baru menduduki posnya masing-masing.

Dan BPPTPM merupakan salah satu tambang uang. Seperti diketahui, Agus Permana yang sekarang menjabat sebagai Kadishub Majalengka sebelumnya merupakan salah satu “Tambang Uang” Bupati Majalengka ketika menduduki pos sebagai Kepala BPPTPM Majalengka.

Selain para pejabat pemda, beberapa pengusaha besar di Majalengka juga menjadi sasaran sumber dana kampanye Pilkada Bupati Majalengka incumbent. Namun beberapa pengusaha masih berhitung rupanya. “Kita masih berhitung dan membaca peta persaingan.” Kata salah satu pengusaha hiburan di Majalengka. “Saat ini peta kekuatan sedikit bergeser, memang ada 4 pasang calon bupati, namun yang layak diperhitungkan hanya dua. Bupati incumbent, dan pasangan Abah Encang-Tio Indra. Kalau Bu Yeyet kan Cuma boneka saja, sengaja disuruh maju oleh Sutrisno untuk mengacaukan suara. Sedangkan Kolonel Apang Sopandi, kurang populer di Majalengka dan elektabilitasnya rendah. Abah Encang dan Tio Indra pada tahun 2008 lalu sama-sama bersaing melawan Sutrisno, dua-duanya waktu itu sebagai calon Bupati, dan sekarang bersatu.” Tukas pengusaha yang mewanti-wanti tidak disebut namanya tersebut. “Kalau nama saya ketahuan, dan Haji Sutrisno naik lagi, bisa habis saya, ha, ha, ha, ha”.

*Pakorhasut-Majalengka


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 7 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 10 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 10 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: