Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Muthofarhadi

"Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus puluhan bahkan ratusan selengkapnya

4 Pilar NKRI yang 1 Piagam Jakarta

OPINI | 09 June 2013 | 15:27 Dibaca: 421   Komentar: 2   0

Saat menunggu sinetron Gajah Mada di MNC TV setelah selesai sholat ‘isya duduk di depan TV dan langsung membaca walk news “innalillahiwainnailaihiroji’un” Bpk Taufiq Kiemas meninggal dunia di Singapura.

Serasa belum percaya kemudian cari informasi di tweeter dan ternyata tokoh-tokoh yang saya ikuti tweetnya sudah mengucapkan bela sungkawanya.

Akhirnya saya tweet ulang tweet dari @habibiecenter dan nulis tweet ke @Hanura10 dan balasan tweetnya sebagai ucapan belasungkawa kami, karena saya masuk DCS dari Hanura.

Dan hari ini seharian di depan TV mengikuti persemayaman dan pemakaman Alm. Muhammad Taufik Kiemas. Semoga kelurga yang ditinggal di dunia diberikan ketabahan, kesabaran, dan taqwa oleh ALLOH. Dan semoga ‘amal baiknya diterima ALLOH, kesalahan dan dosanya dimaafkan olh sesama dan diampuni ALLOH.

Berbicara tentang 4 pilar saya kurang setuju! Khususnya pada pilar 1. Pancasila dan UUD 1945.

Saya setuju dengan pilar NKRI dan Bhineka Tunggal Eka karena persatuan dari perbedaan adalah sebuah kebaikan. Perbedaan tidak menjadikan NKRI terpecah atau berpecah dan bermusuhan.

Perbedaan adalah karunia Tuhan dan bisa dipersatukan dengan musyawarah atau komunikasi. Hal ini yang sudah dilaksanakan oleh almarhum TK sehingga kita masih bersatu dan tidak berpecah. Bahkan saat ini PDIP juga memiliki slogan religius tidak lagi nasionalis saja.

Saya akan jelaskan alasan saya tidak setuju dengan pilar Pancasila dan UUD 1945.

Saya tidak memiliki kekuasaan dan tidak akan teriak “saya tidak setuju dengan Pancasila dan UUD 1945 karena telah menghilangkan 7 kata yang ada dalam Piagam Jakarta! Apabila besok pagi tetap dipakai Pancasila dan UUD 1945, saya menyatakan Indonesia bagian Barat memisahkan diri dari NKRI”.

Saya kira saya gak perlu menjelaskan alasan saya tidak setuju pilar Pancasila dan UUD 1945 karena dari kalimat sebelumnya sudah jelas.

Mari berkomunikasi untuk menyatukan perbedaan!

Salam Indonesia Selamat dan Sejahtera!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Tips Ibu Jepang Menyiasati Anak yang Susah …

Weedy Koshino | | 22 October 2014 | 08:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 2 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 2 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 3 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 3 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | 7 jam lalu

Filosofi Kodok …

Dean Ridone | 7 jam lalu

Mirip Penyambutan Raja yang Dicintai …

Dr. Nugroho, Msi Sb... | 7 jam lalu

Cara Wanita Cerdas Memilih Calon Suami …

Nelvianti Virgo | 7 jam lalu

Fenomena Rokok pada Anak Usia Dini …

Dian Wisnu Al Afdho... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: