Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dr. Nugroho, Msi Sbm

Saya Pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

Kekeliruan 4 Pilar Taufik Kiemas

OPINI | 09 June 2013 | 10:49 Dibaca: 1164   Komentar: 4   1

Politikus ulung PDIP, negarawan, dan sekaligus Ketua MPR Taufik Kiemas telah pergi meninggalkan kita semua.  Salah satu pokok pikiran Taufik Kiemas yang sangat terkenal adalah 4 (empat)  pilar dalam hidup bernegara di Indonesia. Empat pilar tersebut adalah: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maksud beliau baik bahwa keempat hal tersebut merupakan unsur-unsur yang harus diingatkan kembali kepada segenap masyarakat Indonesia agar sebagai bangsa Indonesia jati dirinya kembali menguat.  Dkeprihatinan Taufik Kiemas itu dilatarbelakangi oleh semakin “seragam” nya perilaku dan budaya serta jati diri berbagai bangsa karena pengaruh globalisasi yang sebenarnya tak lain adalah kapitalisme yang mendunia. Bila kita melihat mall-mall besar di seluruh dunia maka baik tampilan mall maupun apa yang diperdagangkan sama. Ada pendapat yang mengatakan bahwa globalisasi dan kapitalisme itu tak lain adalah Amerikanisasi. Produk-produk buatan AS sudah menguasai segenap kehidupan berbagai bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Sehingga ada olok-olok bahwa bangsa-bangsa di dunia sekarang ini sudah menjadi bangsa 3 M yaitu makannya di Mac Donald, Nontonnya MTV, dan komputernya Microsoft. Di tengah arus seperti itulah Taufik Kiemas mengingatkan tentang 4 (empat) pilar ciri khas dan jati diri bangsa Indonesia.

Namun, ada sejumlah kalangan dan pakar menyatakan bahwa Taufik Kiemas sedikit keliru tentang empat pilar. Pancasila mestinya kedudukannya lebih tinggi dari 3 pilar yang lain, sehingga mestinya Pancasila sebagai fondasi dan bukan pilar. Artinya Pancasila adalah sumber atau fondasi dari UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Tetapi “kekeliruan” tersebut tak menghilangkan jasa Taufik Kiemas yang sudah mengingatkan  kepada kita semua tentang jati diri bangsa Indonesia yang sudah semakin terlupakan di tengah arus globalisasi dan Amerikanisasi sekarang ini.Selamat jalan Pak Taufik Kiemas ke kehidupan abadi, semoga Tuhan menerima amal baik Bapak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

PKS Selundupkan RUU Wajib Militer …

Hendra Budiman | | 31 January 2015 | 16:33

Hou Yifan Memecahkan 26 Tahun Rekor Judit …

Cut Ayu | | 31 January 2015 | 19:20

Dari Undangan Diskusi di Kompasiana TV; …

Subronto Aji | | 31 January 2015 | 08:45


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 5 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 6 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 7 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 7 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: