Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dr. Nugroho, Msi Sbm

Saya Pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

Kekeliruan 4 Pilar Taufik Kiemas

OPINI | 09 June 2013 | 10:49 Dibaca: 1129   Komentar: 4   1

Politikus ulung PDIP, negarawan, dan sekaligus Ketua MPR Taufik Kiemas telah pergi meninggalkan kita semua.  Salah satu pokok pikiran Taufik Kiemas yang sangat terkenal adalah 4 (empat)  pilar dalam hidup bernegara di Indonesia. Empat pilar tersebut adalah: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maksud beliau baik bahwa keempat hal tersebut merupakan unsur-unsur yang harus diingatkan kembali kepada segenap masyarakat Indonesia agar sebagai bangsa Indonesia jati dirinya kembali menguat.  Dkeprihatinan Taufik Kiemas itu dilatarbelakangi oleh semakin “seragam” nya perilaku dan budaya serta jati diri berbagai bangsa karena pengaruh globalisasi yang sebenarnya tak lain adalah kapitalisme yang mendunia. Bila kita melihat mall-mall besar di seluruh dunia maka baik tampilan mall maupun apa yang diperdagangkan sama. Ada pendapat yang mengatakan bahwa globalisasi dan kapitalisme itu tak lain adalah Amerikanisasi. Produk-produk buatan AS sudah menguasai segenap kehidupan berbagai bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Sehingga ada olok-olok bahwa bangsa-bangsa di dunia sekarang ini sudah menjadi bangsa 3 M yaitu makannya di Mac Donald, Nontonnya MTV, dan komputernya Microsoft. Di tengah arus seperti itulah Taufik Kiemas mengingatkan tentang 4 (empat) pilar ciri khas dan jati diri bangsa Indonesia.

Namun, ada sejumlah kalangan dan pakar menyatakan bahwa Taufik Kiemas sedikit keliru tentang empat pilar. Pancasila mestinya kedudukannya lebih tinggi dari 3 pilar yang lain, sehingga mestinya Pancasila sebagai fondasi dan bukan pilar. Artinya Pancasila adalah sumber atau fondasi dari UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Tetapi “kekeliruan” tersebut tak menghilangkan jasa Taufik Kiemas yang sudah mengingatkan  kepada kita semua tentang jati diri bangsa Indonesia yang sudah semakin terlupakan di tengah arus globalisasi dan Amerikanisasi sekarang ini.Selamat jalan Pak Taufik Kiemas ke kehidupan abadi, semoga Tuhan menerima amal baik Bapak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Nikmat Merantau …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: