Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Berthy B Rahawarin

berthy b rahawarin, aktivis.

Pilkada Kab. MalRa: Petahana Rentanubun di Posisi Rentan…

OPINI | 06 June 2013 | 00:11 Dibaca: 567   Komentar: 2   1

1370451624653834315

Peta Kepulauan Kei, Maluku Tenggara (dalam lingkar), sumber SAPULIDINEWS.com

Di Provinsi Maluku akan diselenggarakan 3 pilkada serentak pada tanggal 11 Juni 2013 mendatang, yaitu Provinsi Maluku secara keseluruhan untuk memilih Gubernur dan Wagub, di Kota Tual untuk pemilihan Walikota dan Wakilnya, serta di Kabupaten Maluku Tenggara (MalRa) untuk pasangan Bupati dan Wakilnya. Pilkada itu saling mempengaruhi dengan faktor dan implikasi berbeda. Tapi, tulisan ini khusus mencermati ciri pilkada Kab. MalRa.

Dari enam pasangan yang maju bertarung, yakni petahana (incumbent) Andreas Rentanubun-Yunus (AYU), Taher Hanubun-Gerry (TEGAR), Sam Resubun - Muti Matdoan (SAMA), pasangan Joseph Renmeuw- (JAWARA), pasangan Longginus Sangur (LOGIS) dan Joseph Oce Sikte-Dzul Kifly Rettob (O’KEI), dengan adil dan normatif dapat dikatakan, bahwa semua berpeluang untuk menang. Karena itu, menarik untuk mencermati beberapa faktor yang menyertai, serta mempengaruhi bahkan mendominasi hasil Pilkada 2008 untuk mengurai distribusi suara yang mungkin terjadi pada pilkada 2013.

13704518481018223726

Peta Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, sumber SAPULIDINEWS.com

Enam Faktor Penentu dan Pilkada MalRa 2013

Tabel 1: Hasil Pilkada 2008

TOTAL PEMILIH

HATI

MANIS

PIJAK

AYU

TDK SAH

SUARA MASUK

Sisa

62,725

7,816

17,762

6,016

20,494

530

52,618

10.107

%

14.85

33.76

11.43

38.95

1.01%

83.85

16.11

Pertama, angka golput, alias tidak memilih (dan tidak sah) dalam pilkada MalRa dapat bertambah, dari 16,11% dapat melampaui 20%. Hal ini disebabkan basis-basis pendukung pasangan MANIS pada pilkada 2008 (17.762 atau 33.76%) tidak banyak tersentuh oleh pasangan yang ada. Jika, harus memilih, maka lebih banyak dari pendukung MANIS akan menjatuhkan pilihan pada pasangan baru. Suara masuk atau yang SAH, dapat saja hanya mencapai 50.000 atau kurang, setidaknya tidak banyak beranjak dari suara pilkada 2008. Siapa yang dapat merebut hati pendukung MANIS, akan dapat masuk sebagai pemenang atau runner-up.

Kedua, Pilkada Provinsi Maluku, di mana Herman Koedoeboen (dulu MANIS), menjadi pasangan MANDAT (bersama Daud Sangadji) akan banyak mengambil posisi bermain “aman”, dengan mengakomodir semua kandidat MalRa. Hal ini tentu sangat dipahami para kandidat, sehingga pernyataan terbuka terhadap salah satu pasangan menjadi ‘tabu’. Hal ini lebih bermanfaat dan bijaksana bagi pasangan MANDAT di pilkada Provinsi. Bahwa ada selentingan klaim pasangan petahanan akan adanya dukungan Herman Koedoeboen, hal ini tentu disadari sebagai klaim tidak cukup berdasar.

Ketiga, banyaknya pasangan Pilkada 2013, dibanding th. 2008 yang hanya empat, menjadi ‘racun’ bagi petahana, tetapi juga dapat menjadi ‘madu’ sekaligus. Hal disebabkan karena meskipun basis-basis dukungan petahana direbut oleh pasangan-pasangan baru (empat kandidat), belum cukup kuat menggeser petahana dari dua besar, setidaknya bila terjadi dua putaran pilkada, petahana masih dapat masuk menjadi salah satu peserta ‘grand final.’ Namun, kehadiran lima pasang peserta dapat juga benar-benar menjadi ‘racun’ bagi petahana.

Keempat, pasangan TEGAR (yang semula adalah HATI) dari pasangan Taher Hanubun, tidak akan banyak berubah. Meskipun sementara pengamat memperkirakan Taher akan dapat merebut banyak basis masa lama, termasuk masa MANIS, tampaknya tidak akan cukup kuat. Hal ini disebabkan perkiraan tidak adanya isu pasangan TEGAR yang cukup memiliki greget untuk menarik massa. Taher masih sebatas memobilisasi massa dalam ‘ritual demonstratif’, tetapi belum banyak menyentuh isu penting di Kab. MalRa. Bahwa, sebagai upayanya yang ketiga merebut kursi nomor satu MalRa, Hanubun membutuhkan komunikasi politik lebih terbuka. Jika, Taher tidak melakukan  upaya lebih, sulit mengharapkan Taher merebut 10.000 suara pendukung.

Kelima, jika, petahana tidak dapat merebut kursi pilkada dalam satu putaran, akan makin sulit bagi Andreas-Yunus (AYU) untuk meyakinkan pemilih pada putaran kedua. Sebaliknya, para pasangan baru dapat memiliki satu pasangan kuda hitam dan membuat kejutan, baik pada gerakan satu putaran, atau pada putaran kedua.

Saya tidak bisa menutupi hal bahwa pasangan Oce-Kifli (O’KEI) adalah pasangan baru yang relaitf paling berpeluang menjadi kuda hitam. Entah menciptakan  kemenangan satu putaran, atau bahkan apalagi kalau maju ke grand final. Hal ini tidak menutup tiga pasangan baru lainnya seperti SAMA, LOGIS dan JAWARA untuk menguatkan dirinya pada posisi kuda hitam.

Keenam, atau faktor terakhir prediksi suara (Tabel 2), semata perkiraan angka (minimum-maksimum) dari sejumlah data yang muncul. Karena itu, angka ini sungguh-sungguh BUKAN DATA yang dipegang sebagai KEBENARAN, melainkan hanya sebagai angka INDIKATOR. Para pasangan dapat bekerja lebih giat untuk memperbaiki angka perolehannya pada hari H.

Tabel 2: Angka INDIKATOR

TOTAL PEMILIH

LOGIS

AYU

TEGAR

SAMA

JAWARA

O’KEI

SUARA SAH

TDK MASUK

65,000

2.500

13.500

10.000

7.500

2.500

14.000

50.000

15.000

%

5.00

27,00

20.00

15.00

5.00

28.00

Dari ANGKA INDIKATOR ini, pilkada MalRa dapat berlangsung dua putaran. Namun, kuda hitam dapat muncul ‘hanya’ dari empat kandidat baru, tapi terutama pasangan O’KEI.  Yang pasti, pilkada MalRa menjadi wahana orang belajar berdemokrasi. Meningkatkan sikap dewasa dan fair (adil) dikala tampil sebagai yang kalah ataupun yang menang. Bahkan, bila angka indikator  ini bergeser  cukup jauh dari hasil tanggal 11 Juni 2013.

*) Penulis: Pemerhati Sosial, sedang bertugas di Wilayah Papua dan Sulawesi Utara

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 17 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 19 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 21 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: