Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nasrulloh Mu

Hidup mu bukan untuk mu, tapi untuk yang Maha Hidup. Anak Kampung Yang Tinggal Di selengkapnya

BBM Naik Diam, Daging Naik Ribut

OPINI | 06 June 2013 | 04:16 Dibaca: 446   Komentar: 9   4

Ada yang unik dari soal kenaikan harga kali ini. Uniknya harganya sama-sama naik tapi reaksinya berbeda. Yang multiplayer efeknya besar didiamkan. Yang multiplayernya kecil, ributnya setengah mati. Ada apa ini ?

Kenaikan BBM yang efek multiplayernya sangat besar terutama bagi rakyat miskin terkesan didiamkan. Bahkan menurut prediksi BPS kenaikan BBM akan menambah jumlah rakyat miskin juga bertambahnya jumlah rakyat yang mendekati miskin.

Yang menolak kenaikan BBM ini kenapa disebut mencari pencintraan ya ? Kemana larinya empati dan nurani ?

Pada sisi lain, penghematan anggaran dari distopnya subsidi dialokasikan untuk apa ? Kenyataanya BLSM yg disebut sebagai kompensasi kenaikan BBM ternyata diambil dari pinjaman juga. Atau, negara perlu ngutang lagi untuk program BLSM ini. Jadi penghematan subsidinya lari kemana ya ?

Saat daging sapi naik, semua ribut, padahal kenaikan daging tidak menambah rakyat jadi miskin dan tidak pula membuat rakyat menjadi mendekati miskin. Namun pihak yg membuat kebijakan ini habis dimaki-maki.

Padahal dengan kebijakan ini, banyak peternak yang diuntungkan dan mereka sangat bergairah untuk berternak kembali. Juga, ketergantungan pangan terhadap luar negri semakin menurun, impor turun dan terjadi penghematan devisa.

Tapi kebijakan yang bagus ini dimaki-maki setengah mati. Apa karena menggangu sedikit kantong mereka yang kaya ya ?

Mungkin karena orang kaya di negri ini lebih banyak dari orang miskin ? Atau negri ini memang milik orang kaya saja? Jadi siapa yang peduli dengan mereka yang miskin ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sangiang, Pulau Memukau yang Mudah Dijangkau …

Hari Akbar Muharam ... | | 24 May 2015 | 01:37

Beras Plastik Siapa Bermain? …

Musni Umar | | 24 May 2015 | 07:31

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

Pahami Screen Time dan Play Time untuk Anak …

Giri Lumakto | | 23 May 2015 | 22:19

Kota Batam Gandeng Yokohama untuk Menjadi …

Isson Khairul | | 23 May 2015 | 20:23


TRENDING ARTICLES

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 5 jam lalu

FIFA, Jangan Heran Indonesia Berani Bekukan …

Mafruhin | 14 jam lalu

Menyoroti Pembangunan Rel Kereta Api di …

Johanis Malingkas | 16 jam lalu

Dua Kali Ke Toilet, Saldo Multitrip Dipotong …

Endang Priyono | 17 jam lalu

Air Mata Ema Tumpah di Korem 151 Binaya …

Rusda Leikawa | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: