Back to Kompasiana
Artikel

Politik

R Cahyo Prabowo

Low Profile,Tegas,Pendiam, Penulis, Communication,Media Online / Media Baru (new media), Peneliti dan Pengamat ,Pencipta, Penggagas selengkapnya

Makna, Arti Dialog dan Ketuk Palu Dalam Sebuah Organisasi serta Sampai Tingkat Kenegaraan

OPINI | 05 June 2013 | 21:04 Dibaca: 577   Komentar: 0   1

Dalam hal ini, manusia tak luput dari sebuah organisasi mana pun. Banyak masyarakat kita bekerja, dan rapat di sebuah organisasi dan juga kaum muda/ mahasiswa / i ikut berorganisasi di dalam kampus maupun luar kampus.Pentingnya kita berdialog sesama manusia dalam rapat, mengambil keputusan, diskusi di sebuah forum, konferensi antar negara, konferensi tingkat belahan negara didunia mesti semuanya dilakukan dialog.

Dialog sendiri pengertiannya adalah percakapan lisan atau tertulis  antara dua orang atau lebih misalnya pertemuan antar manusia kemanusia yang lain didalam suatu wadah, forum atau konferensi  yang dimana saling berkomunikasi serta memiliki umpan balik (feed back) dalam menyampaikan pesan kedua belah pihak satu sama lainnya untuk mencapai tujuan yang sama.

Semua organisasi tanpa dialog tidak akan terbentuk dan terarahkan. Semuanya itu mesti harus dialog sampai kapan pun dan dimana pun berada. Dialog itu sangat lah penting untuk mengambil sikap dalam menyelesaikan suatu masalah dimilikinya.

Ketuk palu sendiri disini sikap tegas dalam mengambil keputusan dalam bersidang,rapat mengambil suatu keputusan yang akan disahkan  dan juga dalam berdialog didalam suatu forum, konferensi antar negara, antar benua di belahan dunia untuk melakukan sebuah perjanjian atau teks ditulis kedua belah pihak.

jadi ketuk palu dan dialog sama-sama saling keterkaitan dalam mengambil suatu keputusan yang sah dan harus dilakukan supaya masalah cepat selesai.tanpa ada dialog dan ketuk palu didalam suatu organisasi atau di dalam sebuah forum, lainnya,konferensi bergengsi maka tidak dianggap sah dalam mengambil sebuah keputusan nyata.

Penulis

R Cahyo Prabowo

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 11 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 13 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pijat Refleksi Hilangkan Keluhan Lambungku …

Isti | 7 jam lalu

(Lumen Histoire) Sejarah dan Seputar …

Razaf Pari | 8 jam lalu

Kisah Pilu “Gerbong Maut” di …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Batik Tulis Ekspresif yang Eksklusif …

Anindita Adhiwijaya... | 8 jam lalu

Akherat, Maya Atau Nyata? …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: