Back to Kompasiana
Artikel

Politik

R Cahyo Prabowo

Low Profile,Tegas,Pendiam, Penulis, Communication,Media Online / Media Baru (new media), Peneliti dan Pengamat ,Pencipta, Penggagas selengkapnya

Makna, Arti Dialog dan Ketuk Palu Dalam Sebuah Organisasi serta Sampai Tingkat Kenegaraan

OPINI | 05 June 2013 | 21:04 Dibaca: 579   Komentar: 0   1

Dalam hal ini, manusia tak luput dari sebuah organisasi mana pun. Banyak masyarakat kita bekerja, dan rapat di sebuah organisasi dan juga kaum muda/ mahasiswa / i ikut berorganisasi di dalam kampus maupun luar kampus.Pentingnya kita berdialog sesama manusia dalam rapat, mengambil keputusan, diskusi di sebuah forum, konferensi antar negara, konferensi tingkat belahan negara didunia mesti semuanya dilakukan dialog.

Dialog sendiri pengertiannya adalah percakapan lisan atau tertulis  antara dua orang atau lebih misalnya pertemuan antar manusia kemanusia yang lain didalam suatu wadah, forum atau konferensi  yang dimana saling berkomunikasi serta memiliki umpan balik (feed back) dalam menyampaikan pesan kedua belah pihak satu sama lainnya untuk mencapai tujuan yang sama.

Semua organisasi tanpa dialog tidak akan terbentuk dan terarahkan. Semuanya itu mesti harus dialog sampai kapan pun dan dimana pun berada. Dialog itu sangat lah penting untuk mengambil sikap dalam menyelesaikan suatu masalah dimilikinya.

Ketuk palu sendiri disini sikap tegas dalam mengambil keputusan dalam bersidang,rapat mengambil suatu keputusan yang akan disahkan  dan juga dalam berdialog didalam suatu forum, konferensi antar negara, antar benua di belahan dunia untuk melakukan sebuah perjanjian atau teks ditulis kedua belah pihak.

jadi ketuk palu dan dialog sama-sama saling keterkaitan dalam mengambil suatu keputusan yang sah dan harus dilakukan supaya masalah cepat selesai.tanpa ada dialog dan ketuk palu didalam suatu organisasi atau di dalam sebuah forum, lainnya,konferensi bergengsi maka tidak dianggap sah dalam mengambil sebuah keputusan nyata.

Penulis

R Cahyo Prabowo

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 11 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 13 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 15 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PM Vanuatu Desak PBB Tuntaskan Dekolonisasi …

Arkilaus Baho | 7 jam lalu

Plus Minus Pilkada Langsung dan Melalui DPRD …

Ahmad Soleh | 8 jam lalu

Bantaran …

Tasch Taufan | 8 jam lalu

Indonesia Tangguh (Puisi untuk Presiden …

Partoba Pangaribuan | 8 jam lalu

UU Pilkada Batal Demi Hukum? …

Ipan Roy Sitepu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: