Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Gatot Swandito

Yang kutahu, aku tidak tahu apa-apa

Gila, Pembantai Saudaranya Sendiri Malah Diagungkan!

OPINI | 05 June 2013 | 16:03 Dibaca: 2580   Komentar: 74   20

Siapa sebenarnya Osama bin Laden? Kenapa Osama begitu diagungkan oleh sebagian muslim dunia termasuk muslim Indonesia? Apakah para pengagumnya itu tidak, atau belum tahu, apa yang telah dilakukan Osama dengan Al Qaida-nya terhadap muslim Afganistan?

Gampangnya, lihat saja sejarah Afganistan. Sekitar akhir tahun 1970-an terjadi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen universitas yang menentang kebijakan-kebijakan pemerintah. Mereka meyakini pemerintah Afghanistan yang didukung Sovyet ingin memurtadkan rakyat Afghanistan dengan meng-komunis-kannya. Demonstrasi inilah yang kemudian berkembang menjadi pemberontakan bersenjata. Para pejuang yang menyebut diri Mujahidin ini tidak hanya melawan tentara Afganistan, tetapi juga tentara Sovyet.

Perlawanan sengit pejuang Mujahidin ini akhirnya memaksa Sovyet meninggalkan Afganistan pada tahun 1989. Dan sejak saat itu Mujahidin tinggal berhadapan dengan pasukan pemerintah Afghanistan. Tujuannya adalah untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Najibullah. Dan pada 1992 Mujahidin berhasil merebut Ibu Kota Afganistan Kabul.

Setelah tergulingnya Najibullah, para pemimpin Mujahidin mengangkat Mujaddidiy sebagai presiden. Pemerintah yang baru terbentuk itu mulai merintis penegakan syariat Islam di Afganistan. Dua tahun kemudian Burhanuddin Rabbani dianggat menggantikan Mujaddidiy. Pada Rabbani inilah terjadi penyerangan dan perampasan kekuasaan yang dilakukan kelompok yang menamakan diri Taliban. Demikian dahsyatnya serangan ini hingga memaksa Pemerintahan Islam Mujahidin Afghanistan mundur ke utara Afghanistan.

Begitu Kabul jatuh Taliban segera memproklamirkan pemerintahan Taliban atau disebut Daulah Taliban. Eksekusi yang pertama yang dilakukan oleh pejuang Taliban di Kabul adalah membunuh mantan presiden Afghanistan yaitu Najibullah dan adiknya yang lalu digantung di pasar untuk menjadi tontonan orang awam. Berita Najibullah dan adiknya dibunuh dan digantung

Pasukan yang dikenal sebagai Taliban ini tidak pernah ikut bertempur melawan Sovyet dan pemerintahan komunis Afganistan sebelumnya. Taliban seolah keluar dari perut bumi. Hebatnya lagi, dalam pertempuran melawan Mujahidin, Taliban menggunakan pesawat tempur dan tank tempur. Dan yang lebih mengherankan lagi, Taliban mendapat tempat di utara Pakistan (perbatasan yang berdekatan kota Quetta) sebagai ‘Starting Line’ penyerangan. Taliban memerintahkan pejuang Mujahidin Afghanistan untuk bergabung dengan pejuang Taliban. Jika menolak maka Taliban akan melakukan penyerangan, memerangi siapa saja yang tidak mau bergabung dengan kelompok pejuang Taliban termasuk orang-orang asing.

Alasan Taliban memberontak terhadap pemerintah Islam Mujahidin Afghanistan terutama Presiden Mujaddidiy yang antara lain karena menurut Taliban pemerintah Islam Mujahidin Afghanistan tidak melaksanakan hukum Syariat Islam yang benar menurut versi Taliban. Kedua karena alasan sepele yaitu pemerintah telah memberi ampunan (amnesty) kepada mantan Presiden pemerintahan Komunis Afghanistan yaitu Najibullah sehingga Najibullah bebas tidak dikenakan hukuman.

Sementara Al Qaida baru terdengar sejak tahun 1996 saat itu kelompok militan ini dipimpin Abdullah Azzam. Nama Osama bin Laden sendiri baru dikenal di kemudian hari. Al Qaida inilah yang bersama Taliban memerangi Mujahidin, membantai siapapun yang diduga mendukung Mujahidin.

Sampai saat ini pun masih belum terjawab siapa Taliban sebenarnya? Di mana mereka saat perang melawan pemerintahan Komunis Afganistan yang didukung Sovyet? Dan, mengapa mereka baru muncul setelah Kabul jatuh ketangan Mujahidin dan saat pemerintah Afganistan tengah membangun negerinya sesuai dengan syariat Islam? Pertanyaan yang sama pun dialamatkan kepada Al Qaida. Demikian juga dengan Pakistan, kenapa Pakistan tidak memberi dukungan pada Mujahidin, tetapi justru mendukung Taliban?Al Qaida, bahkan memberikan wilayah utaranya sebagai base camp Taliban.

Jadi, ibaratnya Mujahidin ini sudah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Dan, saat sujud syukur mereka ditikam dari belakang oleh Taliban yang didukung Al Qaida.

Anehnya lagi, banyak muslim yang mendukung tindakan Taliban/Al Qaida yang telah membantai muslim Afganistan yang tengah menegakkan syariat Islam ini. Mereka, tidak terkecuali Anis Matta, memberi puja dan puji pada Osama yang dinobatkan sebagai tokoh perlawanan atas hegemoni Barat. Bahkan Anis Matta yang sekarang menjabat Presiden Partai Islam PKS mengagung-agungkannya. Dan, pengagungan mantan Sekjen PKS ini dituangkan lewat “Surat Untuk Osama” dan “Jawaban Osama”.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Harusnya Nominal Subsidi Tetap 1500 Perak, …

Dhita A | | 28 November 2014 | 13:34

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46



HIGHLIGHT

Tata Bangunan Kota Banda Aceh …

Rahmat Syah | 7 jam lalu

Komando Nelayan, Sebuah Pemikiran untuk …

Wahyudi Sebatik | 8 jam lalu

Naiknya Harga BBM Memaksa Gerak Lebih Cepat …

Muthiah Alhasany | 8 jam lalu

Menembus Batas-batas Pikiran …

Wira Dharmapanti Pu... | 8 jam lalu

Gerdema: Merevolusi Desa, Merevolusi Bangsa …

Octaviana Dina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: