Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hartanto Kancil

pantang pulang sebelum perang kalah menang seng penting wani

Menjawab “Pie Jamanmu Le? Penak Jamanku Mbiyen To?“

OPINI | 01 June 2013 | 11:13 Dibaca: 1058   Komentar: 12   2

Gambar pak harto dengan senyumnya yang ramah dan disampingnya terdapat tulisan “ PIE JAMANMU LE ? ISEH PENAK JAMANKU MBIYEN TO ! “ yang dalam bahasa indonesia artinya “ BAGAIMANA JAMANMU SEKARANG NAK, MASIH ENAK JAMAN JAMANKU DULU KAN ? “ menurut saya iyu merupakan suatu bentuk sindiran bagi situasi jaman sekarang ini, ketika mimpi reformasi masih belum terwujud dan hanya menjadi semangat tanpa arti. Sindiran itu seolah olah membandingkan dua jaman yang berbeda situasi kehidupan masyarakatnya, seolah olah jaman dulu rakyat makmur dan berkecukupan dan jaman sekarang adalah jaman yang seolah olah serba pas pasan. Menurut saya keduannya memang benar namun di salah satu sisi ada kelemahan yang menyebabkan kedua jaman tersebut tidak sempurna bagi kehidupan rakyat.

Di era Soeharto dulu yang dikenal dengan orde baru memang terlihat tanda tanda ekonimi indonesia akan maju dan mampu mewujudkan indonesi makmur dan sejahtera. Namun itu semua hanyalah upaya politik penguasa saja yang seolah olah memamerkan citra positif terhadap rakyat dan menyembunyikan seluruh kekurangan kekurangan terhadap langkah pemerintah yang kurang menguntungkan rakyat atau bahkan negara itu sendiri. Di era soeharto semua elemen telah di atur sedemikin rapi untuk tetap meanggengkan kekuasaannya. Selain itu era tersebut juga mengobral SDA indonesia terhadap asing sehingga pada waktu itu seolah olah indonesia makmur karena telah mendapatkan pemasukan dari penjualan hasil bumi ke asing. Dampak kontrak pengelolaan asing masih terikat sampai sekarang ini sehingga jaman sekarang ini penguasa pemerintahan saat dan tentunya rakyat indonesia hanya bisa melihat saja terhadap karunia tuhan berupa kekayaan hasil bumi yang malah dinikmati oleh negara lain dan mampu memakmurkan negarannya itu sendiri. Untuk itu disini saya ingin menjawab pertanyaan menggelitik bagi saya itu dengan “ IYO JE PAKDE, PENAK JAMANMU MBIYEN ! SOALE JAMAN MBIYEN OPO OPO ISO TOK DOL, LA NEK SAIKI AREP ADOL OPO MNEH ? “ dalam bahasa indonesia artinya “ IYA EH PAKDE, ENAK JAMANMU DULU ! SOALNYA JAMAN MU DULU APA APA BISA DIJUAL, LAH KALO SEKARANG MAU JUAL APA LAGI ? “. Senggiga saya menyarannkan bagi pembaca ketika melihat gambar pak harto yang disertai tulisan “ PIE JAMANMU LE ? ISEH PENAK JAMANKU MBIYEN TO ! “ jawablah dalam hati seperti jawaban saya di atas “ IYO JE PAKDE, PENAK JAMANMU MBIYEN ! SOALE JAMAN MBIYEN OPO OPO ISO TOK DOL, LA NEK SAIKI AREP ADOL OPO MNEH ? “ sehingga kita tidak lupa akan sejarah yang kurang perlu di contoh oleh pemimpin di negri ini

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belum Lebaran kalau Belum ke Pasar Malem …

Nanang Diyanto | | 02 August 2014 | 10:03

Upie Guava yang Tetap Rendah Hati …

Ahmad Imam Satriya | | 02 August 2014 | 11:23

Eksotisme Sisi Barat Gunung Kidul …

Yswitopr | | 02 August 2014 | 09:29

Gedung Flora di Malang …

Abdul Malik | | 02 August 2014 | 08:36

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: