Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hartanto Kancil

pantang pulang sebelum perang kalah menang seng penting wani

Menjawab “Pie Jamanmu Le? Penak Jamanku Mbiyen To?“

OPINI | 01 June 2013 | 11:13 Dibaca: 1081   Komentar: 12   2

Gambar pak harto dengan senyumnya yang ramah dan disampingnya terdapat tulisan “ PIE JAMANMU LE ? ISEH PENAK JAMANKU MBIYEN TO ! “ yang dalam bahasa indonesia artinya “ BAGAIMANA JAMANMU SEKARANG NAK, MASIH ENAK JAMAN JAMANKU DULU KAN ? “ menurut saya iyu merupakan suatu bentuk sindiran bagi situasi jaman sekarang ini, ketika mimpi reformasi masih belum terwujud dan hanya menjadi semangat tanpa arti. Sindiran itu seolah olah membandingkan dua jaman yang berbeda situasi kehidupan masyarakatnya, seolah olah jaman dulu rakyat makmur dan berkecukupan dan jaman sekarang adalah jaman yang seolah olah serba pas pasan. Menurut saya keduannya memang benar namun di salah satu sisi ada kelemahan yang menyebabkan kedua jaman tersebut tidak sempurna bagi kehidupan rakyat.

Di era Soeharto dulu yang dikenal dengan orde baru memang terlihat tanda tanda ekonimi indonesia akan maju dan mampu mewujudkan indonesi makmur dan sejahtera. Namun itu semua hanyalah upaya politik penguasa saja yang seolah olah memamerkan citra positif terhadap rakyat dan menyembunyikan seluruh kekurangan kekurangan terhadap langkah pemerintah yang kurang menguntungkan rakyat atau bahkan negara itu sendiri. Di era soeharto semua elemen telah di atur sedemikin rapi untuk tetap meanggengkan kekuasaannya. Selain itu era tersebut juga mengobral SDA indonesia terhadap asing sehingga pada waktu itu seolah olah indonesia makmur karena telah mendapatkan pemasukan dari penjualan hasil bumi ke asing. Dampak kontrak pengelolaan asing masih terikat sampai sekarang ini sehingga jaman sekarang ini penguasa pemerintahan saat dan tentunya rakyat indonesia hanya bisa melihat saja terhadap karunia tuhan berupa kekayaan hasil bumi yang malah dinikmati oleh negara lain dan mampu memakmurkan negarannya itu sendiri. Untuk itu disini saya ingin menjawab pertanyaan menggelitik bagi saya itu dengan “ IYO JE PAKDE, PENAK JAMANMU MBIYEN ! SOALE JAMAN MBIYEN OPO OPO ISO TOK DOL, LA NEK SAIKI AREP ADOL OPO MNEH ? “ dalam bahasa indonesia artinya “ IYA EH PAKDE, ENAK JAMANMU DULU ! SOALNYA JAMAN MU DULU APA APA BISA DIJUAL, LAH KALO SEKARANG MAU JUAL APA LAGI ? “. Senggiga saya menyarannkan bagi pembaca ketika melihat gambar pak harto yang disertai tulisan “ PIE JAMANMU LE ? ISEH PENAK JAMANKU MBIYEN TO ! “ jawablah dalam hati seperti jawaban saya di atas “ IYO JE PAKDE, PENAK JAMANMU MBIYEN ! SOALE JAMAN MBIYEN OPO OPO ISO TOK DOL, LA NEK SAIKI AREP ADOL OPO MNEH ? “ sehingga kita tidak lupa akan sejarah yang kurang perlu di contoh oleh pemimpin di negri ini

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 8 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 8 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 8 jam lalu

Ada Oknum “Nakal” di BPN Jakarta …

Syaifudin | 9 jam lalu

Wow, Cantiknya Puteri Bu Susi …

Den Hard | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: