Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Arya Parama

Dengan senyuman aku akan menaklukan dunia. Seorang pelajar 16 tahun yang suka dengan dunia politik

Makna Kemenangan Ganjar Pranowo

OPINI | 01 June 2013 | 13:51 Dibaca: 366   Komentar: 2   0

Pada 26 Mei 2013 yang lalu,26 juta rakyat Jawa Tengah memilih calon pemimpin mereka untuk periode 2013 - 2018. Pada hasil quick count yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei hingga count yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum,hasilnya pun mengejutkan,pasangan Ganjar Pranowo - Heru Sudjatmoko memenangi hasil quick count dengan unggul kurang lebih 15 persen dari gubernur pertahana Bibit Waluyo - Sudjiono dan selisih 20 persen dengan pasangan Hadi Prabowo - Don Murdono. Apa yang membuat seorang anak desa dari Purworejo,si Ganjar ini bisa memenangi Pilgub,bahkan jauh mengalahkan incumbent ?

Saat penetapan cagub yang diusung oleh PDIP,DPP PDIP di detik detik terakhir memilih Cagub Ganjar Pranowo ketimbang Wagub Jateng saat ini,Rustriningsih. Padahal Rustri sudah 27 tahun setia menjadi kader PDIP dan popularitasnya tak kalah dengan calon lain. Ganjar dianggap sebagian kalangan kurang populer dan tidak punya pengalaman di bidang eksekutif,karena saat ini beliau masih menjadi anggota DPR Komisi II. Lambat laun,pada masa kampanye,Ganjar mulai dikenal oleh masyarakat. Beliau blusukan ke pasar,pelabuhan menemui nelayan hingga ke pedesaan menemui petani. Ganjar dipandang sebagai pribadi yang low profile,dekat dengan rakyat,muda dan ganteng. Low profilenya beliau hanya memakai baju lengan panjang putih saat debat,beda dengan pasangan lain yang memakai baju formal lengkap dengan dasi.

Kemenangan beliau tak lepas dari solidnya PDIP untuk memenangkannya. Bahkan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri,Sekjen PDIp Tjahjo Kumolo hingga Gubernur DKI Jakarta Jokowi pun trun ke lapangan. Sebab,pertaruhah PDIP ada di Jawa Tengah,sebagai basis terbesarnya. Puan Maharani pun ditunjuk sebagai panglima pemenangan. Ganjar hanya kalah di dapil Kudus,Demak dan sekitarnya serta dapil Blora,Rembang dan sekitarnya, Bahkan di Solo Raya,Ganjar menang hingga 60 persen,akibat adanya antipati rakyat Solo dengan Bibit Waluyo saat Pak Bibit berseteru dengan Jokowi,saat menjadi Walikota Solo. Apa makna kemenangan Ganjar Pranowo - Heru Sudjatmoko ? Rakyat Jawa Tengah sudah ingin adanya perubahan. Selama 5 tahun berlalu,pembangunan terkesan lambat bahkan mandek, Dengan kemenangan ini,rakyat menaruh haraoan besar pada pemimpin muda dan low profile yang satu ini. Semoga ada perubahan yang signifikan sehingga rakyat tak sia sia memilih beliau.

Jangan lupa pada janji janjimu pak :)

-Ditulis oleh seorang siswa SMA kelas X yang suka dengan dunia politik,Arya Parama-

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 5 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 5 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 6 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 6 jam lalu

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: