Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Doni Afrizal

Pekerja Oil and Gas di Singapore

LHI Selamat dari Jeratan Pasal Suap?

OPINI | 30 May 2013 | 00:03 Dibaca: 909   Komentar: 57   7

Baca-baca berita online malam ni, ternyata ada sidang tipikor kasus LHI ya di Indonesia hari ini 29 Mei 2013.Sidang terhadap Juard Efendi dan Arya.

Mengutip dari artikel [1] dan [2] agaknya LHI bisa selamat dari jeratan pasal penerima suap. Secara dua saksi ahli hukum berpendapat kalo LHI tidak bisa dijerat oleh pasal suap secara pasal tersebut hanya berlaku bagi penyelenggara negara, tapi tidak bagi pejabat partai politik.

“Bagian unsur yang menentukan dalam pasal ini penerimanya adalah aparatur negara. Pimpinan partai tidak masuk. Pasal ini hanya untuk PNS dan aparatur negara,” kata Eva Achjani (dosen FH UI, pen) di Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (29/5/2013). [2]

Pendapat Eva Dosen FH UI juga diamini oleh Dian dosen FH Trisakti di sidang tadi.

“Penyuapan bisa dilakukan harus berhubungan dengan jabatannya. Anggota DPR atau pimpinan partai tidak bisa dikenai pasal ini,” kata dia (Dian, pen) kepada Majelis Hakim.[1]

Lalu bagaimana dengan kuota impor yang digonjang-ganjingkan. Benarkah bertambah? Lalu benarkah Mentan bisa nambahin sendiri? Saksi ahli Thomas Sembiring yang Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia menjawabnya. Walo bermarga sama ama Paman Tif jangan dicurigai ada deal ama pamanku itu ya. Sorry pak Tif, sok akrab ni.hehehe.

Okay, apa jawaban bang Thomas?
Eh, wait ada yang lupa. Mejuah-juah bang Thomas, minta izin ni ngopas ucapan abang yang ditulis di [1].

Bang Thomas bilang kuota daging nasional sejak 2011 terus mengalami penurunan dan abang juga bilang penambahan kuota impor juga harus dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian [1].

So, dengan adanya saksi ahli yang meringankan LHI ini, akankah LHI akan selamat dari jeratan pasal penerima suap yang ditebar oleh KPK? Apa harus bikin jeratan baru?

Mari kita tunggu di pengadilan kata JB, jangan kemana-mana ketokin palu vonis ya.

“Yang salah harus dihukum, yang benar direhabilitasi” kata Jubir PKS [3].

Salam 3 Besar dari Negeri Singa

Wassalam,
Doni Afrizal

References:

[1] m.okezone.com/read/2013/05/29/339/814700/saksi-ahli-luthfi-tidak-bisa-dijerat-pasal-menerima-suap
[2] m.sindonews.com/read/2013/05/29/13/744074/saksi-ahli-luthfi-tak-bisa-dijerat-pasal-suap
[3] http://www.pkspiyungan.org/2013/05/mardani-jubir-pks-monggo-semua.html

Tags: 3 besar pks

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Irero 29 | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 9 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 12 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 12 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 13 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

1 Medali Emas Malaysia Jadi Milik Indonesia …

Djarwopapua | 7 jam lalu

PDIP, PKB, Nasdem Berjuang Demi Rakyat …

Slamet Dunia Akhira... | 7 jam lalu

Pembangunan Sheet Pile Cideng – Thamrin …

Charles Erbianco | 7 jam lalu

Raja, Panglima Kuda Dan Pasukan Banteng …

Herwin Halman | 8 jam lalu

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: