Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

PKS si Anak Singkong, Lalu Siapa si Anak Kingkong?

REP | 28 May 2013 | 19:09 Dibaca: 1804   Komentar: 49   25

Sedih juga melihat partai keadilan sejahtera (PKS) diobok-obok media arus utama. Sebagai orang yang awam politik dan bukan kader PKS, saya melihat adanya ketidak-adilan. PKS benar-benar menjadi si anak singkong. Dijadikan bulan-bulanan pemberitaan media akhir-akhir ini.

Wong cilik, sedang dikerjai oleh wong licik!

Saya masih menaruh harapan pada partai kader ini. Sistem dan mesin partainya dibuat tanpa ketokohan seseorang. Beda banget dengan partai si anak kingking eh kingkong. Nampak jelas ada figur tokoh di dalamnya. Anda pasti tahu nama partainya.

PKS si anak singkong semoga tak menjadi sombong. Teruslah rendah hati dan memberikan keteladanan. Teruslah berjuang di jalan Allah, dan yakinlah bahwa di dalam kesulitan itu pasti akan ada kemudahan.

Biarkan media arus utama tak berpihak, dan teruslah menciptakan informasi yang benar di dunia maya. Jangan pernah memfitnah, apalagi menghujat orang lain. Lebih baik perbanyak saja introspeksi diri. Ingatlah sifat nabi, Sidiq, Tabligh, Amanah, dan Fatonah.

Cacian dan makian jadikan obat mujarab. Kritik dan saran jadikan panduan untuk berbuat lebih baik. Website PKS Piyungan yang ramai haruslah diisi dengan tulisan yang menyegarkan. Kader PKS harus bisa menulis dan menciptakan infomasi baru di internet. Tulisan harus dilawan dengan tulisan.

Kata harus dilawan dengan kata dan bukan mata. Marah tak pernah menyelesaikan persoalan. Jadilah orang yang arif bijaksana. Satu kata antara perkataan dan perbuatan.

Sebagai seorang blogger yang netral dari belenggu partai, saya tak berkeberatan bila tulisan saya di copas ke website lainnya. Asalkan tetap menuliskan sumbernya, dan mencantumkan nama penulisnya. Bagi saya silahkan saja. PKS si anak singkong harus dibela dari media arus utama yang tidak memihak.

Saya suka tertawa geli bila ada blogger yang menulis kalau Omjay kader PKS. Memang sih kalau dilihat body saya mirip mantan presiden PKS. ¬†Bahkan beberapa teman di sekolah sering menggoda, LHI kok bisa ada di sini? Bukankah lagi ditahan KPK? WKwkwk,…..

Mohon maaf kalau saya menyebut PKS si anak singkong. Semoga tak membuat marah yang membacanya. Ini hanya sebagai perumpamaan saja. Sebab PKS tak punya media yang kuat seperti si anak kingkong. Mereka bisa membayar orang untuk menyebarkan berita dan cerita.

Tetapi percayalah, ada media yang paling kuat dari media yang ada. Media itu bernama Al Amin. Dapat dipercaya!

Jadikan kader PKS menjadi orang yang dapat dipercaya, dan memegang sifat kenabian.  Itulah media yang paling canggih di dunia.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 8 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 9 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 10 jam lalu

Pembantu yang Berani Mimpi Jadi Big Bos …

Seneng Utami | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kisah Senja …

Angger Christina | 7 jam lalu

Serial Bunny si Kelinci Mungil: “Jujur …

Siti Nurhardianti | 7 jam lalu

Kisah Seorang Pedagang Sayur Naik Haji …

Imam Adryan | 8 jam lalu

Penjahat dan Rumput Liar …

Betty Tiominar | 8 jam lalu

Sejarah Tafsir dan Perkembangannya …

Khoiruz Zadit Taqwa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: