Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Massukma

Saya seorang fotografer, pengajar, wirausahawan yang senang mengamati perkembangan informasi. Saya suka memandangnya dari sisi selengkapnya

Pemakzulan Jokowi? Halah Cuma Cari Sensasi…!!!

OPINI | 27 May 2013 | 23:04 Dibaca: 2339   Komentar: 36   2

Akhir2 ini muncul isu Bahwa Jokowi merasa terancam atas Interpelasi yang dilakukan beberapa fraksi di DPRD Jakarta. Interpelasi ini dilakukan atas permasalahan KJS yang merupakan program kerja Jokowi. Tapi kalo sampe Jokowi merasa terancam berarti nyalinya Jokowi cetek banget..!!!

Saya rasa kata2 terancam terlalu berlebihan deh, Jokowi bukan Dewa bukan Tuhan yang selalu benar, saya yakin Jokowi manusia biasa dan seorang pemimpin yang gentleman berani mengakui kekuarangan dan berani memperbaikinya.

KJS itu merupakan salah satu program Jokowi yang benar2 bisa membantu masyarakat misikin untuk mendapatkan jaminan kesehatan. Jokowi menjanjikan kepada masyarakat Miskin mendapatkan layanan kesehatan GRATIS karena biaya ditanggung pemerintah daerah. Jokowi juga menggandeng beberapa rumasakit negeri dan swasta dan dijanjikan pembayaran KJS secara penuh alias 100%. Penerapan KJS ini cukup membuat pamor Jokowi naik dan membantu masyarakat miskin memperoleh jaminan kesehatan. Namun ternyata penerapan KJS tidak semulus yang direncanakan, ternyata banyak masyarakat yang memiskinkan diri untuk mendapatkan layanan kesehatan GRATIS ini. Ternyata penerapan KJS tidak diawali dengan analisa kemampuan SDM kesehatan dalam melayani pasien yang ternyata membludak di luar prediksi. Ditamabah dengan claim tagihan rumasakit yang ditagihkan kepada pemerintah daerah tidak dibayar 100% bahkan ada yang cuma 50% sehingga banyak Rumasakit yang merugi. Nah ini tentunya tidak seperti yang dijanjikan Jokowi.

Nah tentunya wajar jika Jokowi harus melakukan evaluasi tentang program2nya ini. Kalo Forum Komunikasi Jakarta Baru menyatakan interpelasi untuk menurunkan/memakzlkan Jokowi kelihatanya terlalu mengada2 deh. Apa cuma cari sensasi aja pengen LSM nya dikenal aja.

DPR/DPRD punya namanya Hak interpelasi yaitu hak DPR meminta keterangan kepada pemerintah atau Presiden tentang kebijakan-kebijakan strategis pemerintah yang berdampak banyak pada masyarakat.Permintaan tersebut diajukan oleh anggota DPR minimal 10 orang secara tertulis melalui ketua DPR. Ingat KETERANGAN…!!! Dalam hal ini DPRD menanyakan keterangan kenapa koq bisa KJS yang harusnya berjalan baik malah berjalan tidak sesuai. Kan pantas ditanyakan kemana sisa uangnya yang tidak terbayarkan? Kenapa terjadi miskomunikasi? dll. Kalo sampe menggulingkan kekuasaan Jokowi saya rasa terlalu dibesar2kan.

Saya yakin, Jokowi adalah pemimpin yang bertanggung jawab, berani mengakui kesalahan dan berani mengambil langkah untuk memperbaikinya. Dia juga harusnya adalah orang berani mempertanggung jawabkan program2nya kepada masyarakat dan juga DPR.

So tenang aja.. niat baik KJS harus dijalankan dengan cara yang baik juga. Saya mendukung langkah2 Jokowi. Puji dan akui prestasinya, kritis pada yang salah agar bisa memperbaiki bersama. Ingat manusia pasti ada kelebihan dan kekurangan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wahana Baru Ice Age Arctic Adventure, Dufan …

Rokhmah Nurhayati S... | | 19 April 2014 | 01:35

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Araira …

Fandi Sido | | 16 March 2014 | 19:39

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | 3 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazerâ„¢ | 9 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 21 jam lalu

Puan Sulit Masuk Bursa Cawapres …

Yunas Windra | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: