Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Cahya Mulia Perkasa

Ayo maju dan teruslah berubah menuju lebih baik

Palembang Membara Pascaputusan Mahkamah Konstitusi?

REP | 28 May 2013 | 13:18 Dibaca: 621   Komentar: 0   0

Sudah semingguan ini pendukung Sarimuda-Nelly Rasdiana melakukan demo penolakan putusan mahkamah Koonstisusi No.42.PHPU. D-XI/2013 Tanggal 16 Mei 2013 yang menyatakan:

1. Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian

2. Membatalkan Berita Acara Rekapitulasi hasil perhitungan suara pemiliha Walikota dan wakil walikota              di tingkat kota oleh KPU Kota palembang ………dst (lihat hal 87 putsan MK itu)

3. Menetapkan perolehan suara yang benar …… di TPS 13 Kelurahan Karya jaya…dst (lihat hal 87 putsan              MK itu)

4. Menetapkan perolehan suara yang benar …… di TPS 05 Kelurahan talang semut…dst (lihat hal 87                        putsan MK itu)

5. Menetapkan perolehan suara yang benar …… di TPS 20 Kelurahan Talang aman…dst (lihat hal 87                        putsan MK itu)

6. Menetapkan perolehan suara yang benar …… di TPS 03 Kelurahan Suka jaya…dst (lihat hal 88 putsan                MK itu)

7. Menetapkan perolehan suara yang benar …… di TPS 13 Kelurahan Karya jaya…dst (lihat hal 88 putsan               MK itu)

8. Menetapkan perolehan suara yang benar pasangan calon peserta Pemilukada kota Palembang Tahun                2013 secara keseluruhan di tingkat kota..dst (lihat hal 88 putsan MK itu)

9. Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Kota Palembang untuk melaksanakan putusan ini

10. Menolak dalil pemohon untuk selain dan selebihnya

Kalau kita bandingkan hasil perolehan suara masing-masing kandidat pasca putusan MK:

TPS

Berdasarkan KPU

Berdasarkan MK

Selisih KPU-MK

Kelurahan

Pasangan Calon

Pasangan Calon

Pasangan Calon

Kecamatan

1

2

3

1

2

3

1

2

3

Rekap

97,810

316,915

316,923

97,809

316,919

316,896

-1

4

-27

Seluruh

Sedangkan petitum atau tutntutan pemohon, pada mulanya Tgl 16.April 2013 berisikan:

1. Menerima dan mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya.

2. Menyatakan tidak sah, batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat Berita Acara                                       Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Keputusan KPU             No. 34/Kpts/KPU.Kota-006.435501/2013 Tgl 13 April 2013 Perihal Penetapan Rekap Hasil                                 Perolehan Suara Pemili Walikota dan Wakil Walikota Palembang 2013.

3. Memerintahkan kepada KPU Kota Palembang menyelenggarakan pemungutan suara ulang di                                kecamatan yang terbukti ditemukan pelanggaran Pemilukada kota Palembang.

Berubah pada Tgl. 30 April 2013  yang berisikan:

1. Menerima dan mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya.

2. Menyatakan menetapkan Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilukada oleh KPU                  kota Palembang…………adalah batal demi hokum dan tidak mempunyai kekuatan Hukum

3. Menyatakan dan menetapkan hasil penghitungan suara yang benar dan sah adalah

Pasangan No.1                                                97.810

Pasangan No.2                                              316.921

Pasangan No.3                                              316.897

4. Membatalkan Keputusan KPU No. 35/Kpts/KPU.Kota.006.435501/2013 Tgl 13 April 2013 Perihal                    Penetapan Calon Wako/Wawako terpilih masa bakti 2013-2018 Tahun 2013.

5. Menetapkan Pasangan Calon Nomor Urut 2H. Romi Herton, SH,MH dan H. Harno Joto, S.Sos sebagai                Pasangan Calon Terpilih dalam Pemilihan Wako dan Wawako Palembang 2013-2018 pada Pemilikada                Palembang 2013.

Mahkamah tidak mempertimbangkan dengan seksama keterangan dari:

1. Saksi dari pasangan calon No.1 (KPPS harus memberikan salinan C1 padanya)

2. Saksi dari pasangan calon No.3 (KPPS harus memberikan salinan C1 padanya)

3. Saksi dari PPS kelurahan yang bersangkutan (KPPS harus memberikan salinan C1 dan Plano padanya)

4. Saksi dari PPK kecamatan yang bersangkutan

5. Saksi dari KPU (KPPS harus memberikan salinan C1 padanya)

6. Panitia Pengawas Pemilu Kota tentang jalannya pilkada serta pelanggaran oleh Tim Sukses pasangan No. 2

7. Sebagai pembanding dapat juga didengar kesaksian dari Pihak Kepolisian dan TNI khususnya Angkatan Darat karena mereka juga ikut mencatat hasil perolehan suara tiap TPS.

Mengenai suara tidak sah menurut Buku Panduan KPPS Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang 2013 bahwa :

1. Mencoblos lebih dari satu pasangan

2. Mencoblos diluar kotak segi empat

3. Surat suaranya bukan dari / ditetapkan KPU

4. Surat Suara yang tidak diteken ketua KPPS

5. Surat suara yang dicoblos dengan menggunakan alat pencoblos lain yang tidak sah (digunting, ditusuk pakai pisau yang tajam, ditusuk punting rokok dan lain-lain)

6. Surat suara terdapat tulisan atau coretan lain.

Nah kalau dirobek menggunakan tangan, tapi masih dalam kotak segi empat menurut MK sah surat suara itu?

Kalau ditinjau dari partai politik pendukung calon sbb:

Kandidat & Parpol Pendukung

No

Nama Pasangan Calon

Parpol/Gabungan Parpol Pendukung

1

H. Mularis Djahri

GERINDRA PBR, Barnas, PKNU, PBB, PDP

dan

PPPI, PIS, Merdeka, PPNUI, PPIB, Pelopor,

Drs. H. Husni Thamrin, MM

Pemuda Indonesia, PKDI

2

H. Romi Herton, SH, MH

PDIP, PD, PPP, PAN, PKS, PKPI, PDK, PKP,

dan

Patriot, Republik, PPDI, Buruh

H. Harno Joyo, S. Sos

3

Ir. H. Sarimuda, MT

Golkar, Hanura, PKB, PPRI, PKPB,

dan

PNI Marhaenis, PMB, PDS, PSII, Kedaulatan,

Ir. Hj. Nelly Rasdiana, Msi

PNBK Indonesia

Disini tergambar jelas bahwa Tokoh Nasional asal Sumsel tidak mempedulikan permasalahan Pemilukada Kota Palembang (lihat apa komentar mereka).

Daftar Tokoh Nasional Asal Sumsel dari Partai Mereka Masing-masing

H. Taufik Kiemas, dedengkot PDI Perjuangan / Ketua MPR RI

H. Marzuki Alie Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat/ Ketua DPR RI

H. Hatta Rajasa Ketua Umum PAN/ Menko Perekonomian

H. Bursah Zarnubi Ketua Umum PBR

Edhy Prabowo (Partai Gerindra), Mustafa Kamal (PKS), Achmad Hafisz Tohir (PAN), Dodi Reza Alex Noerdin, Kahar Muzakir dan Achmad Yani (PPP), Nazaruddin Kiemas (PDI Perjuangan) dan Sofwatillah Mohzaib (Partai Demokrat).

Fauzi Achmad (Partai Hanura), Nur Iswanto (Partai Gerindra), Bukhori (PKS), Hanna Gayatri (PAN), Tantowi Yahya dan Bobby Adhityo Rizaldi (Partai Golkar), Dhudhie Makmun Murod (PDI Perjuangan) serta Mahyuddin dan Juhaini Alie (Partai Demokrat).

Prof. Yusri Ihza Mahendra praktisi hokum tata Negara/mantan menteri sekneg, menkumham.

Dan banyak lagi tokoh yang secara asal muasalnya tidak dari Sumsel tapi dia lahir, besar, sekolah dan bekerja di bumi Sriwijaya ini.

Kemarin saya baca Prof. Dr. Jimly Assidiqi, pakar Hukum Tata Negara dari UI, aslinya orang daerah Peninjauan OKU mengatakan bahwa Keputusan MK sudah Final dan tak bisa digugat, tapi beliau itu berkomentar belum membaca secara keseluruhan hasil risalah dari putusan Mahkamah Konstitusi disamping itu juga beliau ini tidak  mencari tahu apa sebetulnya terjadi dan rentetan peristiwa tersebut dan keberatan sekelompok masyarakat atas pasangan No.2.

Sama halnya Akademisi Unsri Dr. Febrian yang mengatakan bahwa Keputusan MK sudah Final dan tak bisa digugat, nah ini kalau putusannya benar dan sesuai dengan Kebenaran dan Keadilan……

Kalau para tokoh ini tidak segera turun tangan dan meredakan ketegangan, bukan tidak mungkin Palembang bisa jadi LAUTAN API. Indikasinya sudah mulai terlihat didepan mata, keberingasan, kekesalan, kedongkolan, dll. Bahkan ada sebagian demontran itu rela tidak cari duit demi ikut demo.

Nah kalau benar jadi kenyataan janganlah disesali, karena sudah sangat nampak kecenderungan kearah yang tidak baik tersebut, apalagi mereka yang membaca dan mengamati perkembangan pilkada ini menit demi menit.

Adabaiknya pihak TNI dan Polri mengatakan apa yang terjadi sebenarnya baik tentang kecurangan di TPS, Money Politic, Narkoba, Peyempuan dll lah………………semoga

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53



HIGHLIGHT

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 7 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 8 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 10 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: