Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Idrus Dama

Pemuda Gorontalo yang suka menulis catatan harian di www.cahayapena.com

Ketika PKS Piyungan dituduh Pencuri

OPINI | 26 May 2013 | 19:40 Dibaca: 4761   Komentar: 214   14

136957185753702645

Gunawan : Penuduh PKS Piyungan Mencuri Konten.

136957390440248310

Artikel ini saya tulis atas nama dan tanggung jawab pribadi dan mengklarifikasi  pernyataan bung Gunawan yang dalam  artikelnya  yang menyatakan PKS piyungan mencuri artikel di kompasiana. Hal  yang saya ingin nyatakan adalah;

Hal Pertama : Bung Gunawan harus belajar konsep plagiarism. Saya juga tidak tahu persis latar dari pendidikan bapak. tapi sepintas dari profil bapak, jelas anak desa yang ingin perubahan. Begitulah yang tertera. Saya pun bapak kondisi pedesaan.

Terkait penyataan bapak tentang  mencuri artikel itu cukup mencederai kecerdasan bapak. Saya pun menilai bapak adalah orang yang butuh pengakuan saja. Mungkin bapak iri dengan pengjung PKS piyungan yang mencapai ratusan ribu perhari.  Ingat sekali lagi pembaca PKS piyungan ratusan ribu per hari lhoh. Nah secara tidak langsung bapak ingin dikatakan cerdas oleh orang PKS. Buktinya tulisan bapak semuanya menjatuhkan PKS. Kalau bapak ingin terkenal di media online tulislah artikel yang bermanfaat yang bisa membangun generasi selanjutnya. Bapak pun ingin dikatakan “ini loh saya Gunawan yang cerdas, yang frontal mengkritisi PKS, yang selalu berfikir pembangunan.

Malulah pak, PKS membangun generasi muda dari sistem partainya. Sekarang Jutaan orang yang ikut PKS dicintai rakyat pula. Pertanyaanya adalah sudag berapa banyak generasi muda yang bapak didik dan sudah bisa berkontribusi di negeri ini?

Kalaulah tulisan bapak memotivasi generasi muda, memberikan inspirasi, mungkin PKS piyungan akan mempertimbangkan artikel bapak di muat disana. Lumayan ratusan ribu pengunjungan per hari pak. Lihat aja page conternya di bawah. Jika dibandingan dengan media onlinenya, tidak sehebat blog PKS Piyungan.

Hal Kedua : Tahukah bapak perbedaan antara Kompasiana.com  dan kompas.com? Coba uraikan sesuai pemahaman bapak. Ingat pak, Kompasiana dan kompas adalah satu produk, tetapi ketentuan itu secara umum tidak bisa menghakimi orang mengambil artikel dari kompasiana mencuri. Bapak memberikan alasan dengan menunjukkan aturan

* Setiap orang atau pihak yang ingin menggunakan, menempatkan, mengunduh, menautkan dan atau melekatkan baik sebagian atau seluruhnya dari Konten yang ada di Kompasiana, yang ditujukan untuk kepentingan atau keperluan komersil, wajib mendapatkan izin dari Admin Kompasiana.

Pertanyaannya siapa admin kompasiana?
Lalu apakah artikel yang saya tulis ini adalah milik kompasiana?

Toh Admin kompasiana ketika ingin mempublish itu untuk keperluan komersil, harus mendapatkan izin dari penulis juga.

Nah, bagimana jika saya penulis artikel tidak merasa keberatan atas artikel saya terbit di pks piyungan?  Bahkan saya senang ide dan gagasan saya terbit di sana. Karena bagi seorang penulis, artikel dibaca oleh orang,  merupakan hal yang  kebahagiaan. Itu berarti narasi berfikirnya tersebar dan dinikmati oleh banyak orang.

Tulisan yang terbit di kompasiana milik siapa? admin kompas? gitu?

Saya penulis lebih berhak atas tulisan saya sendiri. Kompasiana hanya mewadahi dalam media penulisan. Coba bapak lihat aturan ini :

LISENSI PENGGUNAAN

  1. Pengguna tidak diperkenankan menggunakan sebagian atau seluruh rancangan produk Kompasiana yang dibuat oleh KOMPAS.com untuk tujuan apapun tanpa seizin Kompasiana dan atau KOMPAS.com.
  2. Pengguna tidak diperkenankan untuk memodifikasi, menyalin, mengubah atau menambah rancangan rancangan produk Kompasiana dalam keadaan atau kondisi apapun.
  3. Penggunaan nama, logo dan atau atribut Kompasiana lainnya untuk tujuan komersil harus atas seizin Kompasiana.
  4. Kompasiana berhak untuk menggunakan Konten milik Kompasianer demi kepentingan promosi Kompasiana dan atau KOMPAS.com.
  5. Kompasiana mendapat izin untuk menawarkan penggunaan Konten ke pihak lain, namun penggunaannya tetap atas seizin pemilik Konten.
  6. Setiap orang atau pihak diperkenankan menggunakan, menempatkan, mengunduh, menautkan dan atau melekatkan Konten hanya untuk keperluan pribadi, bukan tujuan komersil, dengan mencantumkan sumbernya seperti tercantum pada alamat URL Konten.
  7. Setiap orang atau pihak yang ingin menggunakan, menempatkan, mengunduh, menautkan dan atau melekatkan baik sebagian atau seluruhnya dari Konten yang ada di Kompasiana, yang ditujukan untuk kepentingan atau keperluan komersil, wajib mendapatkan izin dari Admin Kompasiana.
  8. Kompasiana dibebaskan dari segala tuntutan dan pertanggungjawaban atas pelanggaran hak terutama yang berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang dilakukan oleh pihak ketiga terhadap Konten yang ditempatkan dan atau ditayangkan di Kompasiana.

Aturan 5 dan 6 jelas penulis pun berhak untuk memberikan kontennya kepada pihak lain dengan mencantumkan sumber. PKS piyungan memberikan url asli di bawah postingannya. Apa yang salah? di copy, atas izin penulis dan meletakkan sumber asli. Saya pun sehabis menulis di kompasiana. Saya menginformasikan ke PKS piyungan bahwa saya menulis artikel tentang PKS dengan URL sekian. Lagiatnya dimana? Izin penulis dapat, Peletakkan sumber dilakukan. Konten pun tidak diubah sekata pun. lalu mana letak plagiat?

Anda tahu pendiri kompasiana? dia saya pendirinya tidak merasa keberatan atas artikel kompasiana terbit di PKS Piyubngan. Bahkan tulisan Pendisi Kompasiana pun terbit di PKS piyungan. Law penasan ini link artikelnya :

http://www.pkspiyungan.org/2013/05/pendiri-kompasiana-kpk-dikesankan-cuma.html

Terkhir saya ingin sampaikan, jika anda ingin dikenal banyak oleh warga PKS silahkan menulis artikel motivasi aja. kebetulan rubrik itu disukai oleh PKS piyungan sebagai bahan Inspirasi.Saya pun menulis ini bukan saya ingin menggurui bapak. tapi saya hanya ingin membuka jalan baru kepada bapak bagaimana bisa berfikir positif. Saya pribadi sebagai kader PKS menulis ini sebagai wujud cinta saya kepada bapak. karena tulisan bapak pun saya bisa mendapatkan pemikiran balik dari sisiyang berbeda. Tetapi artikel satu ini sungguh menyakitkan saya, disini saya menilai bapak terkesan membanggakan diri dan ingin mendeklarsikan “saya adalah orang pintar” yang berani membongkar kebodohan PKS.  Sadrlah pak Gunawan. Gunakan kecerdasan bapak untuk membangun Indonesia bukan untuk saling merontokkan satu sama lain. Indonesia masih butuh bapak dan PKS. Salam cinta dari saya Idrus Dama kader  PKS Gorontalo.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 4 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 5 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 7 jam lalu

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kindi: Fotografer Cilik …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Kuliner Bebek Mercon di Warung Komando Eko …

Sitti Rabiah | 8 jam lalu

Bersih Dusun Playen I dan II dari Kirab …

Tulus Jokosarwono | 9 jam lalu

“Ketika Rintik Hujan Itu Turun di …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Inilah Pemenang Blog Reportase Test Ride …

Kompasiana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: