Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sunita Yani

penyair dari gunung serindit Aku cinta Indonesia..Kalau tidak bisa memperbaikinya paling tidak kita tidak turut serta selengkapnya

Misteri Senyuman LHI

OPINI | 26 May 2013 | 14:54 Dibaca: 1330   Komentar: 22   5

Sejak kasus impor daging sapi mencuat kepermukaan maka LHI adalah salah seorang diantara yang paling popular di media cetak dan elektronik. Berikutnya tentu saja AF, Di level berikutnya ada beberpa wanita cantik yang di duga “tukang cuci”nya duit  AF. Nama LHI dan AF secara bergantian menduduki posisi puncak pemberitaan. Pada awal-awal kasus keduanya nampak berimbang, beberapa saat kemudian posisi puncak dipimpin oleh AF. Namun Lalu AF turun tangga setelah dia bersaksi di pengadilan yang kesaksianya ternyata kurang “HOT” tidak sesuai imajinasi massa.

Seperti persaingan tangga lagu popular “topten”. Posisi ini berubah ubah.sejak pertengahan  bulan mei ini LHI memimpin, sejak munculnya nama DM di media. Uniknya meskipun sering jadi bahan berita, tidak pernah ada kata-kata atau nyanyian dari LHI. LHI PUASA BICARA.  Berita-berita muncul dari orang-orang seputaran kasus ini yang di duga terlibat. Merekalah yang lebih rajin bernyanyi. Ada nyanyian himne berisi pujian dan pembelaan, ada yang nge “rap”  berisi caci maki dan tuduhan. Sedangkan LHI Cuma tersenyum-senyum saja, begitu kata media.

Senyum LHI menjadi seperti senyum di “LUKISAN MONALISA”. Senyum penuh misteri. Entah apa arti seyum itu. Sampai saat ini orang hanya bisa menduga-duga dan meraba apa sebenarnya maksud senyum monalisa. Begitupun dengan senyum LHI. Cuma tuhan dan LHI sendiri yang tahu. Orang lain Cuma bisa menduga-duga dan meraba-raba. Apa arti puasa bicara dan senyum  LHI?

1. LHI puasa bicara mungkin karena dia sudah punya pengacara. Biar pengacaranya saja yang  bicara. Melihat kondisi yang sedang terjadi saat ini bicara apapun tidak ada gunanya justru bisa jadi boomerang. Belum lagi kalau bicaranya itu di tafsirkan atau di pelintir oleh media dengan berbagai maksud dan tujuanya masing-masing.

2. LHI Cuma mesem-mesem (senyum) saja jika di Tanya. Ini lebih baik daripada dia cemberut atau tiba-tiba menangis tersedu-sedu, atau dia melotot. Ekspresi apapun dari LHI akan juga di ramal dan di raba maksudnya oleh pemirsa dan pembaca. Ramalan dan tebakanya berbeda beda, sesuai persepsi dan selera.

Selain itu juga LHI masih yakin senyum itu ibadah.

3. LHI mungkin ingin memberi contoh, daripada banyak bicara kemudian    menyakiti hati sesama lebih baik diam dan senyum-senyum saja. Kalau ada yang menafsirkan artinya  biarkan saja.

Dalam menyikapi kasus dan senyum LHI ini prasangka baik atau buruk tergantung yang punya isi kepala. Apapun hasil penanafsiranya itu sangat terserah isi hatinya. Sangat subyektif sekali. Bagi yang masih percaya kepada LHI pasti dia akan berprasangka baik, dan mencari tahu kebenaran yang sebenarnya.  Bagi yang membenci atau dengki pasti akan berprasangka buruk. Jika orang sudah membenci dan mendengki orang lain di tambah ada sesuatu maksud di baliknya maka apapun yang dilakukan orang yang di benci –benar atau salah- pasti selalu salah. Bagi yang tidak berkepentingan apapun mungkin akan berprasangka wajar dan apa adanya. Barangkali  begitu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: