Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Danny

Menulis adalah buah karya dari sebuah ide ataupun pemikiran.

Jateng Sambut Gubernur Baru

REP | 26 May 2013 | 16:09 Dibaca: 733   Komentar: 5   2

Jika hasil manual KPUD Jateng tidak jauh beda dengan hitung cepat lembaga survey, maka Jawa Tengah akan memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur baru. Berdasarkan hasil hitung cepat dari lembaga survey melalui televisi nasional menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 3 yaitu Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Heru Sudjatmiko unggul di hampir semua survey. Selisih suara bahkan mencapai lebih dari 10 %, sehingga membuat kemenangan pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan ini dipastikan memenangi perhelatan pemilukada Jawa Tengah kali ini.

Saat salah satu televisi nasional mewawancarai dua kandidat calon gubernur lainnya yaitu Hadi Prabowo dan Bibit Waluyo, mereka “tidak menolak” hasil survey (baca : quick qount). Dari bahasa tubuh dan juga pernyataan yang diberikan, mereka juga pasrah dan tidak terlalu berharap bahwa hasil hitung manual KPUD Jateng akan berbeda dengan hasil quick qount yang ada saat ini. Hadi Prabowo menyatakan bahwa dirinya legowo dan kalau memang hasilnya seperti itu, tentu itulah harapan masyarakat Jawa Tengah pada umumnya. Sedangkan Bibit sendiri tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya dengan menyatakan bahwa mesin partai-partai pendukungnya tidak bekerja secara optimal. Bibit sendiri juga membandingkan dengan mesin partai PDI P yang solid dan bekerja secara optimal mendukung pasangan Ganjar - Heru tersebut.

Jateng Berubah

Jika nantinya suara hasil manual KPUD Jateng sama dengan hasil lembaga-lembaga survey ini, maka Jawa Tengah akan memiliki gubernur dan wakil gubernur yang baru untuk periode 5 tahun mendatang. Jika tag-line yang diusung adalah Jateng berubah, maka menjadi penantian yang menarik ditunggu bagi pasangan muda yang memiliki slogan “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi (tidak korupsi,tidak membohongi)” untuk mewujudkan janji-janjinya selama kampanye. Bagi penulis istilah 100 hari merupakan istilah yang tidak relevan untuk diajukan, karena praktis Ganjar baru dapat bekerja setelah Oktober 2013 dengan APBD yang merupakan hasil rancangan gubernur sebelumnya. Sehingga jika ingin melihat perubahan di Jawa Tengah, maka baru dapat terlihat minimal 6 bulan bahkan mungkin 1 tahun dari sejak pelantikannya nanti.

Menjadi sebuah harapan bagi masyarakat Jateng, seperti visinya yaitu Jateng Berdikari dengan tiga hal warisan Soekarno yaitu berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, serta berkarakter dalam kebudayaan dapat diwujudkan. Jika ini terjadi maka perubahan Jawa Tengah hanya tinggal menunggu waktu saja, dan tentu saja harapan penulis agar ketika Jateng makin maju dengan perubahan dan perbaikan tingkat ekonomi dan pendidikan, maka arus urbanisasi dari desa ke kota dapat ditekan karena dimanapun masyarakat Jateng tinggal mereka tetap menjadi sejahtera.

Sekali lagi warga Jawa Tengah mari bersiap menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur baru …!!

26 Mei 2013

Danny Prasetyo

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 8 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 10 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 12 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: