Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Agus Sutondo

Aku Tetap Sayang dan Cinta Indonesia

Kader PKS Fitnah Seniman Demi Membela Bandot Tua

OPINI | 25 May 2013 | 18:02 Dibaca: 2672   Komentar: 19   7

13694796741056512341

Panik dan gelisah memang membuat orang jadi bingung dan salah tingkah, terkadang juga bisa membuat kepala kita jadi puyeng tujuh keliling, Bagi yang tidak bisa mengontrol diri, tanpa kita sadari panik dan gelisah justru bisa menimbulkan masalah baru bagi diri kita.

Lihat saja yang terjadi pada PKS, sejak mantan presidennya Luthfi Hasan Isaaq di tahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga terlibat dalam kasus suap impor renyah daging berjanggut di kementerian pertanian, Akibat peristiwa ini membuat kader-kader PKS seperti tidak percaya kalau sang panutannya bisa menjadi pesakitan apalagi sang panutan juga telah dijerat dengan pasal tambahan pencucian uang.

Kader-kader PKS ini masih menganggap Luthfi Hasan Isaaq tidak bersalah, padahal fakta-fakta hukum terhadap keterlibatan Luthfi Hasan Isaaq satu demi satu mulai terungkap, misalkan pada persidangan kasus suap di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor). Dalam persidangan itu banyak terungkap fakta-fakta baru keterlibatan Luthfi Hasan Isaaq dalam pusaran hitam daging berjanggut. Terutama hubungan sebelas dua belas antara Luthfi Hasan Isaaq dengan sohib kentalnya Ahmad Fathanah.

Dalam pusaran hitam daging berjanggut, peran Ahmad Fathanah memang luar biasa, dimulai dari operasi tangkap tangan di hotel Le Meridien, KPK menangkap Ahmad Fathanah ketika sedang berduaan dengan wanita cantik didalam kamar hotel, Wanita cantik bernama maharani itu memang tidak sendirian, ketika KPK melakukan pengembangan kasus ini, muncul nama-nama wanita cantik seperti artis panas Ayu Azhari, foto model Vitalia Sesha dan penyanyi dangdut Tri Kurnia Puspita. Malah saat ini sudah ada empat puluh lima wanita yang diduga sudah mendapatkan sesuatu dari transaksi Ahmad Fathanah.

Siapakah wanita-wanita itu, apakah hanya terkait dengan Ahmad Fathanah saja ? Apakah begitu dermawannya sosok Ahmad Fathanah yang mampu memberikan bantuan secara gratis pada wanita-wanita cantik tersebut, karena faktanya, ada juga rekaman percakapan Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Isaaq tentang kata sandi fustun-fustun dan jawa syarkiyah, kata sandi ini semakin menguatkan keberadaan kupu-kupu cantik dilingkaran hitam pusaran daging berjanggut.

Bukan hanya kupu-kupu cantik dilingkaran Ahmad Fathanah, Kupu-Kupu cantik juga hinggap di sosok Luthfi Hasan Isaaq, bukan hanya kata sandi fustun dan jawa syarkiyah saja, Namun lebih parah lagi adalah keberadaan sosok gadis muda belia berparas cantik bernama Darin Mumtazah yang diduga menjadi istri muda dari Luthfi Hasan Isaaq.

Publik pun terkesima dengan sosok Darin Mumtazah, gadis yang masih berstatus sebagai pelajar ini diduga menikah siri dengan Luthfi Hasan Isaaq, hingga fakta ini semakin menguatkan julukan baru bagi Luthfi Hasan Isaaq yakni sebagai seorang bandot tua dan julukan ini sudah begitu popular didunia maya.

Seperti biasa kader-kader PKS masih tetap menganggap Luthfi Hasan Isaaq tidak bersalah, konon pemberitaan tentang Luthfi Hasan Isaaq dan segala macam tuduhannya cuma fitnah dari media saja, mereka masih menganggap pemberitaan dari media itu bertujuan ingin menghancurkan PKS, ironisnya cara pembelaan kader-kader PKS yang membabibuta itu justru bertolak belakang dengan sikapnya yang justru telah memfitnah orang.

Misalkan pemberitaan yang disampaikan oleh salah satu web milik PKS yakni PKS Piyungan yang selama ini selalu menjadi rujukan bagi kader-kader PKS untuk melakukan propaganda palsu, PKS Piyungan telah memuat artikel yang bernuansa fitnah yang sangat keji yaitu dengan memuat dua foto antara Luthfi Hasan Isaaq yang dianggap sebagai orang yang terdzolimin dengan foto salah satu seniman Indonesia Saut Situmorang yang diduga orang tersebut sering bolak-balik kerumah Darin Mumtazah.

Dalam foto itu wajah Luthfi Hasan Isaaq dan Saut Situmorang memang terlihat mirip, apalagi nama Saut Situmorang memang diduga hampir sama dengan anggota BIN yang diduga menyewakan rumahnya untuk Darin Mumtazah gadis muda belia anak SMK yang diberitakan menikah siri dengan Luthfi Hasan Isaaq. Dengan memasang foto Saut Situmorang dan Luthfi Hasan Isaaq dengan memanipulasi kata-kata, tentunya maksud dari pemberitaan ini patut dipertanyakan, apalagi ada istilah kata-kata BIN, sehingga dianggap apa yang terjadi pada PKS tentang adanya konspirasi tersebut menjadi benar adanya. Sumber : Fitnah PKS Terhadap Sastrawan, Astaqhfirullah

Begitulah ciri-ciri orang panik dan gelisah, terkadang bila salah melangkah, segala cara apapun akan dilakukan dan tak peduli walaupun harus memfitnah orang dengan cara-cara keji seperti itu, apalagi yang dibela cuma seorang bandot tua.

Bicara propaganda palsu ala PKS Piyungan bukan hanya sekali ini saja terjadi, sudah banyak propaganda palsu yang dilakukan oleh PKS Piyungan, Dan biasanya ketika propaganda palsu ini dikecam habis oleh publik, PKS Piyungan langsung menghapus artikelnya di web PKS Piyungan, Sehingga tidak aneh bin heran lagi, akibat PKS Piyungan sering membuat artikel-artikel palsu maka kata Piyungan sering diplesetkan menjadi puyengan atau orang yang sedang panik dan gelisah hingga kepalanya menjadi Puyeng.

Berita Lainnya :

17 Milyar Jatah Preman Ketua Majelis Syuro PKS

Kader PKS Seperti Murid Eyang Subur

Kader PKS Seperti Klinik Tong Fang

Kader PKS Sudah Seperti Sampah

Potret Buruk Penguasa Dari PKS

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 14 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 15 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 16 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 19 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: