Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ortega

orang biasa yang punya mimpi melihat indonesia lebih baik.

PKS Terus Difitnah, Preman Pulogadung Marah

OPINI | 24 May 2013 | 19:14 Dibaca: 4126   Komentar: 18   4

****

Malam itu tepatnya malam jum’at pukul 20.00 Wib tanggal 23 Mei 2013, hari biasa dimana hari itu adalah hari rutin pengurus DPC Partai Keadilan Sejahtera Pulogadung-Jkt syuro pekanan, sengaja pulang kerja langsung istirahat sejenak sembari menunggu yang lain, karena seharian beraktivitas di kantor ditambah kondisi kesehatan sedang kurang baik.

Sekitar 15 menit rasanya mata sudah bisa terpejam dan sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun disebabkan oleh kesehatan yang kurang baik. Belum berlanjut istirahat tiba-tiba ada orang yang mengetok-ngetok pintu dari luar tanpa mengucapkan salam, tapi karena badan terasa lelah, saya anggap saja hanya mimpi.

Ternyata semakin lama semakin suara ketok pintunya semakin keras, terpaksa membuka pintu dengan rasa malas. Setelah membuka pintu sempat terkejut, ternyata yang mengetok pintu adalah seorang Lelaki Fearless (seperti iklan extrajoss, kalau bisa dibilang adalah seorang preman, karena dari tampilannya juga sdh seperti anak Punk), sambil waspada melihat sekeliling, apakah ada motor yang hilang atau sejenisnya, karena sebelum masuk ke pintu biasanya pintu pagar pasti sudah terdengar terlebih dahulu jika ada yang mau masuk (soalnya kata warga sekitar, sekelilingnya kantor dpc sekarang sering kehilangan Barang-barang antik “Motor”), tetap waspada karena ingat kata komandan, “tetap berprasangka buruk sampai antum nyaman dengannya”.

Setelah itu, si Abang itu mengucapkan salam sambil mengulurkan tangannya….

Si abang:  Assalamu’alaikum ( sambil mengulurkan tangan)

Saya:  wa’alaikumsalam wr.wb. (menerima dengan senyum dan masih heran)

Si abang: Mohon maaf saya mengganggu pa, saya hanya mau ketemu ketua PKS disini  apakah ada?

Saya:  Maaf bang, ketuanya belum datang, ada yang bisa saya bantu?..mana tau saya bisa bantu (sambil tersenyum, tapi si abang wajahnya gk ada senyum, yang ada wajah ingin marah :..-) )

Si abang    : Begini pa, saya hanya menyampaikan salam kepada Ketuanya, PKS jangan pernah menyerah, biarkan Media berkata apa, PKS tetap harus maju “Allahu Akbar” ( si Abang sambil takbir).

(tiba-tiba mendengar itu, saya merinding, rasanya lelah dan sakit saya hilang)

Si Abang melanjutkan pembicaraannya..

Si Abang: “Sebenarnya saya tidak suka dengan pemberitaan di media, itukan masalah pribadi orang tidak perlu bawa ke PKS, sedangkan spanduk PKS yang dipinggir jalan, saya sampe nangis membacanya pa, yang isinya hukum harus ditegakkan dengan adil”

(Saya hanya bisa mendengarkan dan tersenyum, karena takut orangnya emosi)

Si Abang: Begini pa, PKS disini tidak perlu takut, saya punya anak buah banyak, punya cabang dimana- mana, dari jakarta sampai bekasi, kalau ada apa-apa hubungi saya aja pa.

Saya: oo.. gitu ya bang…

Si Abang: Kalau ada acara bisa hubungi saya aja pa buat bantu, bapak gk usah memikirkan bayar kita, saya mengatakan ini mendukung PKS karena Allah pa, bukan karena harta ataupun yang lain (sambil bersumpah dan takbir).

(Saya hanya bisa mendengarkan) -)

Si Abang: Untuk masalah uang pa, kami tidak butuh bantuan siapapun, justru kami dari Laskar kami, sekarang mengumpulkan uang untuk membantu PKS untuk memenangkan Pemilu 2014 nanti. Itu tekad kami pa…

Saya:  Subhanallah pa, terimakasih atas kontribusinya…

(tiba-tiba langsung dipotong sambil marah)

Si Abang: ehh..pa, jangan berterimakasih kepada saya dong…. apakah kami salah ikut PKS?

Saya: maaf bang….

Si Abang:  Kami juga preman pa, tapi kami juga ingin seperti Alm Ust Jefri, taubat dan ingin berdakwah, alhamdulillah dari sini akan kami memulainya, sekarang kami sudah bekerja walaupun hanya sedikit yang penting halal.

Saya: Insya Allah bang..

Si Abang: Kami ingin menjadi kader PKS pa, tapi saat ini saya tidak ingin orang tahu kami ini dekat dengan PKS, tapi insya Allah kami akan dukung dari belakang, maksudnya bapak-bapak yang didepan, tapi kita dari belakang yang tidak kelihatan ini pa..

Saya : Terimakasih bang…

Si Abang:  Satu lagi pa, tolong jangan kasih tahu siapa-siapa atas dukungan kami…..kenalkan nama saya ***** (mohon maaf tak bisa disebut disini). rumah saya  satu RT dengan rumah ini pa.

Saya:  (iseng saya bertanya) ..apakah abang sudah ngaji…?

Si Abang:  Insya Allah Kami sudah mulai mengaji di masjid.. Ya sudah pa, saya pamit dulu ya…sampaikan salam saya ke Ketuanya, jangan sampai menyerah.. Assalamu’alaikum (sambil salaman).

Saya:  Wa’alaikumsalam.wr.wb, terimakasih ya bang atas nasehatnya..

(sambil mengantar sampai ke Pintu gerbang..)

***

Rasanya sakit saya hilang ketika mendengar nasehatnya. Sangat luar biasa semangatnya.

Semoga saja ini menjadi berita besar ketika jiwa kita sedang butuh sesuatu karena sedang ada cobaan dan ujian yang sangat besar, ternyata masyarakat sangat simpatik dengan PKS yang sedang diterpa ujian.

*(seperti dituturkan Hendi)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Kejutan Tingkah Polah Remaja di Lokasi …

Dhanang Dhave | | 22 December 2014 | 11:47

Rimba Beton dalam Labirin Kota …

Ratih Purnamasari | | 22 December 2014 | 11:25

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 10 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 11 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: