Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Daniel Setiawan

Segala Sesuatu Ada Masanya, Ikhlas dalam Menjalaninya disertai dengan Pengucapan Syukur.

Jokowi Di-impeach, Jokowi jadi Capres!

OPINI | 24 May 2013 | 16:12 Dibaca: 755   Komentar: 12   2

DPRD DKI mengumpulkan tanda tangan untuk menginterpelasi Gubernur DKI Joko Widodo terkait Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang menyebabkan pengunduran diri 16 rumah sakit swasta di Jakarta (yang kemudian diurungkan). Sampai sekarang sudah terkumpul sebanyak 32 tanda tangan dan akan terus bertambah. Adalah Asraf Ali anggota DPRD DKI dari Komisi E bidang Kesehatan yang menjadi pelopor interpelasi ini.

Banyak warga Jakarta yang bertanya-tanya, ada apa dengan DPRD DKI? Hanya karena masalah pembayaran Kartu Jakarta Sehat yang terlambat ke Rumah Sakit Swasta tersebut, Jokowi mau diinterpelasi? Apa tidak bisa membantu mencarikan solusinya? Apa sudah sebegitu jengkelnya DPRD DKI dengan Jokowi?

Tapi justru Jokowinya santai-santai saja. ”DPRD mau impeach, silakan. Saya siap saja kok kalau mau di-impeachment,” ujar Jokowi, saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (24/5/). Beritanya dapat dibaca di sini. Kenapa Jokowi bisa begitu tenang menghadapi ancaman dari DPRD DKI? Ada apa dibalik itu? Apa Jokowi tidak sayang dengan jabatannya sebagai gubernur DKI? Sungguh, ini membuat tanda tanya besar buat penulis.

Seandainya Jokowi dilengserkan dari jabatannya sebagai gubernur DKI, akan sedih ataukah senang bagi seorang Jokowi? Penulis kira Jokowi akan senang sekali. Kenapa? Karena dengan dilengserkannya Jokowi dari jabatan gubernur maka ada kesempatan buat dirinya untuk dicalonkan menjadi presiden di tahun 2014 tanpa perlu mengundurkan diri bukan? Kalau Jokowi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai gubernur DKI dan mencalonkan diri menjadi presiden, maka Jokowi mengkhianati warga Jakarta yang telah memilih dia menjadi gubernur. Tapi, kalau Jokowi dilengserkan, maka Jokowi bisa memberikan alasan bahwa dia tidak mengundurkan diri tapi dia dicopot dan itu bukan kesalahan Jokowi, melainkan DPRD DKI yang tidak menghendaki dirinya menjadi gubernur DKI.

Mudah-mudahan saja pemikiran penulis tidak sama dengan apa yang dipikirkan oleh Jokowi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 17 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 19 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 19 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 20 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: