Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Andri 24id

sering menulis

Maharani, Ayu Azhari, dan Darin buat LHI

OPINI | 23 May 2013 | 11:30 Dibaca: 1320   Komentar: 12   3

Kalau saya sebagai ahli media, mungkin akan buat materi promo buat KPK dengan tag line baru: CEPAT DAN PENUH SENSASI… Karena buat saya aroma politik dan komersil lebih semerbak saat KPK menangani kasus LHI. Dibandingkan penanganan kasus hukum yang konstruktif untuk pemberantasan korupsi yang masif dan berdampak luas. Sehingga kesan akhir dari gebrakan KPK bukanlah keseriusan KPK memberantas korupsi, tapi malah sekedar info gosip seorang LHI yang ‘doyan perempuan’, misalnya. Lantas di mana peran mulia KPK dalam melawan para koruptor. Sementara kasus inipun bukanlah kasus strategis di negeri ini. Pantas banyak masyarakat semakin bingung dengan arah KPK sejauh ini.

Sampai beberapa kawan saya kader PKS di banyak daerah yang terus belusukan ke tengah-tengah masyarakat; justru mereka semakin yakin, bahwa PKS lagi ada yang nyerang. Itu bahasa umum yang ditangkap. Sehingga hal berbahaya yang harus kita waspadai adalah kepercayaan masyarakat kepada KPK dan juga kredibilitas media. Padahal keduanya adalah pilar yang akan menjaga ajegnya negara dan bangsa ini.

Sangat disayangkan bila KPK mengarahkan upayanya untuk sekedar ‘beginian’. Sehingga KPK merasa perlu memilih aliran dana AF ke sejumlah wanita dan memilihkan wanita-wanita bertendensi infotainment sebagai ikonnya untuk lebih diekspos ke permukaan. Terakhir, untuk mengentalkan aroma wanita dalam kasus ini persidangan diwarnai dengan menghadirkan rekonstruksi ‘ngamarnya’ AF dengan teman wanitanya. Yang paling terakhir, kembali dimunculkan seorang gadis lugu anak SMA ke panggung karnaval ini.

Sampai kemudian gayung bersambut di berbagai media mainstream, forum dan melimpah ruah ke gosip, infotainment dan terus mengalir liar ke pembicaraan masyarakat. Kalau masyarakat dicerdaskan dengan proses hukum sih, mungkin akan banyak pakar yang lebih acungkan jempol. Tapi kalau ini adalah sebuah skema membentuk opini masyarakat dengan tujuan pembunuhan karakter orang dan organisasi, apa ini tujuan kita bernegara?

Hal ini cukup untuk menjelaskan bahwa memang PKS lah yang tengah disoroti KPK. Dibandingkan motivasi jujur mencari koruptor. Dari cara memproses sisi hukumnya yang lebih terkesan cepat, penuh sensasi, serta berani menggunakan kaidah-kaidah penegakkan diluar kebiasaan; terlihat prosesnya seperti kejar tayang media. Sehingga media dari waktu ke waktu memiliki materi berita yang terpenuhi syarat-syaratnya untuk menjadi berita yang renyah dikonsumsi publik, membentuk opini yang berkarakter kuat, dan melemahkan PKS.

Sehingga wajar kalau publik memberi tag-line baru buat KPK,

CEPAT DAN PENUH SENSASI

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

LIVE STREAMING KOMPASIANIVAL 2014 …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 08:30

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 20 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 20 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Selamat! Pemenang Lomba Blog “Aku dan …

Kompasiana | 8 jam lalu

Kompasiana dan Pesaing-pesaingnya …

Fandi Sido | 11 jam lalu

Banyak yang Dipenjara di Kompasianival …

Mataharitimoer | 13 jam lalu

Jokowi, Getarkan Hatiku! Buat …

Saiful Isnandar | 15 jam lalu

Inilah 3 Pemenang Blog Movement “Aksi …

Kompasiana | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: