Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jack Soetopo

Pensiunan Tk Becak, berasal dari Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara yang kini tinggal di Denpasar, Bali. email selengkapnya

Apakah PKS Melancarkan Operasi Simpan Pustun?

OPINI | 23 May 2013 | 09:22 Dibaca: 874   Komentar: 18   7

Lembang, May 22, 2013

Kali ini dalam tulisan saya akan memberikan pertanyaan yang besar sekali mengenai langkah2 dari para pecinta Partai Pustun Nasional ini.

Sejak Kebebalan pihak yang sedang meradang di penjara. Bukannya berkooperasi dan pela guilty saja. Sehingga bisa menuntup Kemaluan dan Pertunjukan yang memalukan di parade oleh para pembasmi koruptor di Indonesia.

Ibu2, emak2, wanita2 muda, pemuda, generasi muda, tua, sedang…. sudah MUAK. Khususnya di Jakarta dengan Kehidupan Hedonis dan Kemunafikan para pecinta Syawat yang mengaku pemimpin Indonesia. Khususnya di Jakarta, sudah memberikan peringatan kepada para pemimpin2 munafik ini untuk Bertobat, dan tidak lagi di pilih sebagai pemimpin mereka.

Warga Jakarta Has Spoken …..They will not put up dengan Status Quo. Something have to done. Progress has to be made.

PKS dengan Lantangnya Mencoba Melawan Keinginan Rakyat Jakarta, dan merasa mereka masih Hidup di Bubble, maksudnya Hidup dari Hotel Bintang 5 ke Hotel Bintang 5, dari Kontrakan ke Kontrakan mengerjakan kegiatan Les Private dengan Pustun2 yang semakin menjijikan sebagai seorang pemimpin Rakyat, harus kembali ke Dunia Yang Nyata di Abad 21 ini, dimana Politik is Local…Semakin tinggi jabatan anda, semakin orang akan mengawasi kinerja serta sepak terjang kehidupan publik maupun private.

Kalau tidak mau di Obok2 Kehidupan Private nya…..Tolong Para Pemimpin Indonesia…. Jadi Tukang Becak, dimana tukang becak tidak di kenal siapa namanya. Masyarakat tahu Profesi tukang becak. Tetapi jarang mengenal namanya tukang becak..kecuali kawan saya si Harry Van Java di Jogja, seorang tukang becak manca negara.

Pernahkan pemimpin PKS, menenal siapa yang duduk sambil makan di kala Munas Akbarnya di Hotel2 Mewah, lalau setelah munas Kader2 nya harus pulang ke rumah nya yang 2x 4 sempit dengan kehidupan yang nyata, dimana Listrik Prabayar, sudah begitu byar pret, atau bagaiamana anak2 akan belajar malam karena rumah mereka sudah sempit, atau kehidupan yang penuh kemacetan. Kehidupan yang jorok, penuh sampah. Anak2 di jalan tidak bisa sekolah.

Sedangkan pemimpin2 PKS, sibuk dengan pesat Les Private nya di Hotel yang by the way 2juta semalamnya.

Kini setelah Kebusukan2 pimpinan PKS sudah terbongkar, karena mereka berkukuh, merasa bahwa KPK bukan Badan Yang berhak Menangkap dan menyeret mereka ke pengadilan. Mereka harus menerima kenyataan bahwa mereka Hidup di Indonesia, tetapi tidak ingin patuh dengan Hukum Indonesia.

Sekarang mereka semua sudah KEOK, dan Mungkin melancarkan Operasi Simpan Pustun2 nya.

Mereka pikir KPK yang sudah memiliki teknologi canggih, tidak mempunyai mata2 di seluruh Indonesia. Mereka lupa KPK, menggunakan Intelligent the Old School juga….

Mau tahu itu apa?

Selain Penyadapan, yang terpenting adalah Human Intelligent….. Rakyat Indonesia bisa menjadi Human Inteligen…. mereka melaporkan ke KPK, dimana saja mereka mencoba menyimpan kebusukan2 yang ada, mencoba menjauhi dari jangkauan tangan KPK.

Mereka lupa bahwa KPK adalah Pembela dan Wakil Rakyat dan NKRI dari Para Koruptor siapapun dia.
Mereka lupa bahwa Rakyat sudah Muak dengan bahwa Korupsi itu bukan Karakter Bangsa.
Mereka lupa setiap gerakan Korupsi bukan Budaya Bangsa.

People are spoken…..!!!!!!

Kebohongan2 dan Adegan Pura2 Pikun dari para pemimpin PKS, semakin di telanjangi oleh wakil Rakyat ini Si KPK, dengan Sheriff nya Abraham Samad, dan deputi2nya.

Para Simpatisan Closet PKS, pura2 mencoba Mengalihkan Masalah PKS ini ke partai2 Lainnya. Dengan Ngelesnya mencoba Membuat Fokus Orang Terbelokan menggunakan kata2 yang alus karena mereka tidak mau terlihat bahwa mereka sendiri sudah Lingling, Linglung, Linglang, Linglong dengan Terbongkar Ketelanjangan cara2 mereka berpolitik busuk.

Pemimpin2 PKS akan di telanjangi satu persatu, karena mereka suka menelanjangi, dan mengambil Zakat yang tidak mereka Layak dapatkan dari mulut Anak2 Indonesia yang semakin hari semakin merana, tanpa Masa Depan.

Mereka lupa bahwa Hidup Tanpa Harapan itu lebih Menyiksa dari pada Hidup makan Babi Celeng.
Mengambil zakat dari para Fakir Miskin, untuk kehidupan Mewah dan Borjois ini adalah DOSA Terbesar dari Pemimpin2 PKS yang ada sekarang ini.

Mereka mencoba mengatakan saya Menfitnah?

Kalau saya memfitnah…. Itu namanya Mereka SUdah Menipu Rakyat dan Fakir Miskin, lalu Menantang orang2 yang Mengkritis dan Mencoba Mengingatkan mereka untuk Bertobat. Jadi Berbuat Kesalahan berkali2 yang Fatal.

Oleh sebab itu, saya mengharapkan KPK terus Membongkar satu persatu Kebusukan dan KPK menelanjangi mereka, seperti mereka suka menelanjangi Pustun2 yang Berdosa di Kamar2 Mewah 2 juta permalamnya.

Bagi semua simpatisan koruptor pemimpin PKS, ini adalah Reminder bahwa Rakyat Indonesia yang harus hidup setiap hari mencari nafkah telah di Salah Gunakan Hati Mereka yang Tulus, untuk Kehidupan Syawat dan Korup para pemimpin PKS ini.

In the coming weeks, saya berkeyakinan pihak KPK akan membongkar satu persatu Kegiatan2 Iligal yang dilakukan para pemimpin PKS.

Time is Up.

I am coming to Collect my due.

Siapapun yang menghalangi pihak KPK untuk mengnagih Hutang2 ini… akan berhadapan dengan Rakyat Indonesia…yang Asli.

Terima kasih kepada Bapak Supendi, atas suara2 anda dan keluarga, walaupun anda hanya suara yang terkecil bukan berarti Kami, tukang becak tidak mendengarkan.

Terima kasih kepada warga Jakarta, dan warga Indonesia yang lainnya, walaupun suara anda tertutup dengan bisingnya suara2 dan teriak2 Tuhan Maha Besar dari Kaum Munafik ini, tetapi kami tukang becak mendengarkan.

Mari kita Dukung KPK supaya Tuhan memberikan Rahmat sehingga kita bisa kembali lagi Mebangun, bukan menghabiskan waktu mengejar para Pemimpin2 yang Korup ini.

Peringatan kepada para simpatisan PKS, jangan melancarkan Operasi Simpan Pustun…. kembalikan Uang2 Zakat untukFakir Miskin Rakyat Indonesia yang Menderita.

Salam Peringatan 2013

Jack Soetopo
Saksi Hidup

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 7 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 8 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Tohirin El-ashry | 8 jam lalu

Jangan Jadikan NKRI Menjadi Dua Kubu [II] …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: