Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Aa Gun

Lahir di pinggiran Jakarta, Ciledug Kota Tangerang yang semakin padat, sejak menikah tinggal di belahan selengkapnya

Politik Kacau-balau; Pascareformasi

OPINI | 22 May 2013 | 08:56 Dibaca: 235   Komentar: 0   0

Politik Kacau Balau; Pasca Reformasi

Entah bagaimana kelanjutan negeri ini selanjutnya (lebay, biasa aja lagi). Kondisi semakin tidak menentu, mungkinkah semua karena gonjang-ganjing politik menjelang 2014? (bisa ya, bisa juga tidak). Namun jika kita menyimak kondisi perpolitikan Indonesia pasca reformasi (yang ternyata membuat rakyat repotnasi) yang bertujuan mulia memperbaiki Indonesia nampaknya belumĀ  menunjukan arahnya.

Runtuhnya orba yang mendapat dukungan kuat partai golkar, telah hancur lebur. Beberapa aktivis reformasi yang kini menduduki kursi-kursi penting di DPR dan pemerintah tak tampak menunjukan gigi sebagaimana saat meruntuhkan rezim orde baru. Mereka malah nampak terlihar asik sedang berbulan madu, penuh cinta dan rasa damai dalam peraduan nikmatnya uang rakyat.

Kini telah nampak sekali di depan mata kita, fenomena bobroknya moral para anggota partai, tak peduli apakah itu partai Nasionalis, partai berbau Islam atau Partai yang memang memproklamirkan diri partai (da’wah) Islam. Runtuhnya moral yang pernah disinyalir oleh sang revolusioner kehidupan, Muhammad SAW karena pengaruh harta, tahta dan wanita tidak bisa kita pungkiri, dari masa lalu sampai masa kini tetap menjadi unsur utama runtuhnya peradaban manusia.

Politik kacau-balau, politik Indonesia karena moral para politikus runtuh, luluh-lantah akibat nafsu berkuasa, kacau-balau membuat hilang arah, akhirnya rakyat yang tidak tahu apa-apa yang akan menampung derita akibat ulah para pemimpinnya, pemimpin yang hanya ingin berkuasa bukan membela hak-hak rakyat yang seharusnya berdasarkan UUD 1945 mereka terima. Wallaahu a’lam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bangsa Tiongkok Besar karena Budaya Literasi …

Eko Prasetyo | | 01 March 2015 | 20:35

Kisah Sedih Sepiring Nasi …

Mira Marsellia | | 01 March 2015 | 18:32

Pentingnya Belajar Geografi …

Gordi | | 01 March 2015 | 14:47

Bale Woro, Ruang Tunggu Unik di RSUD …

Mawan Sidarta | | 01 March 2015 | 19:02

Kompasiana - SKK Migas-Kontraktor KKS Blog …

Kompasiana | | 14 February 2015 | 13:45


TRENDING ARTICLES

Sejuta “Ahok” Lagi Akan Lahir …

Tjiptadinata Effend... | 2 jam lalu

Congor, Akal dan Iman Ahok …

Gan Pradana | 5 jam lalu

Calon-calon Pesakitan KPK Kasus Dana Siluman …

Salman | 8 jam lalu

Komplotan Begal DPRD …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Beraninya Pak Ahok …

Kamaruddin Mustari | 8 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: