Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Aa Gun

Lahir di pinggiran Jakarta, Ciledug Kota Tangerang yang semakin padat, sejak menikah tinggal di belahan selengkapnya

Politik Kacau-balau; Pascareformasi

OPINI | 22 May 2013 | 08:56 Dibaca: 223   Komentar: 0   0

Politik Kacau Balau; Pasca Reformasi

Entah bagaimana kelanjutan negeri ini selanjutnya (lebay, biasa aja lagi). Kondisi semakin tidak menentu, mungkinkah semua karena gonjang-ganjing politik menjelang 2014? (bisa ya, bisa juga tidak). Namun jika kita menyimak kondisi perpolitikan Indonesia pasca reformasi (yang ternyata membuat rakyat repotnasi) yang bertujuan mulia memperbaiki Indonesia nampaknya belumĀ  menunjukan arahnya.

Runtuhnya orba yang mendapat dukungan kuat partai golkar, telah hancur lebur. Beberapa aktivis reformasi yang kini menduduki kursi-kursi penting di DPR dan pemerintah tak tampak menunjukan gigi sebagaimana saat meruntuhkan rezim orde baru. Mereka malah nampak terlihar asik sedang berbulan madu, penuh cinta dan rasa damai dalam peraduan nikmatnya uang rakyat.

Kini telah nampak sekali di depan mata kita, fenomena bobroknya moral para anggota partai, tak peduli apakah itu partai Nasionalis, partai berbau Islam atau Partai yang memang memproklamirkan diri partai (da’wah) Islam. Runtuhnya moral yang pernah disinyalir oleh sang revolusioner kehidupan, Muhammad SAW karena pengaruh harta, tahta dan wanita tidak bisa kita pungkiri, dari masa lalu sampai masa kini tetap menjadi unsur utama runtuhnya peradaban manusia.

Politik kacau-balau, politik Indonesia karena moral para politikus runtuh, luluh-lantah akibat nafsu berkuasa, kacau-balau membuat hilang arah, akhirnya rakyat yang tidak tahu apa-apa yang akan menampung derita akibat ulah para pemimpinnya, pemimpin yang hanya ingin berkuasa bukan membela hak-hak rakyat yang seharusnya berdasarkan UUD 1945 mereka terima. Wallaahu a’lam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik …

Wahyu Triasmara | | 19 September 2014 | 12:58

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 6 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 13 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 7 jam lalu

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | 8 jam lalu

Janji Demokrasi Kita …

Ahmad Fauzi | 8 jam lalu

Kacau Sistem, Warga Ilegal …

Imas Siti Liawati | 8 jam lalu

Perekayasaan Sosial: Bensin Premium Perlu …

Destin Dhito | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: