Back to Kompasiana
Artikel

Politik

“Nothing to Lose” untuk PKS

OPINI | 22 May 2013 | 12:09 Dibaca: 698   Komentar: 15   7

Assalamu’alaikum wr wb.

“Prahara PKS”, “Kehancuran PKS”, itulah beberapa istilah-istilah yang muncul seiring dengan perkembangan kasus dan persidangan yang dijalani LHI.

Apakah istilah-istilah tersebut berlebihan? Menurut saya tidak juga. Bahkan kalau boleh saya katakan, “kehancuran” PKS sudah dimulai sesaat setelah penangkapan LHI. Kenapa seperti itu? Karena pepatah yang berbunyi “karena nila setitik, rusak susu sebelanga” adalah sangat, sangat, dan sangat berlaku bagi partai ini.

Segala usaha, pelayanan, perilaku, visi dan misi partai ini dari sejak berdirinya, membuat image positif dan mempunyai tempatnya tersendiri di hati masyarakat luas, sampai-sampai partai ini seperti kain putih yang bersih dan tanpa cacat. Namun apa daya, seiring berjalannya waktu partai ini sekarang telah ternoda dan meskipun hanya setitik, mampu menghasilkan reaksi kekecewaan laksana bom atom dari masyarakat, lantaran image positif dan harapan tinggi yang telah terlanjur disematkan untuk PKS sebelumnya. Wajar, dampaknya sangat dahsyat sekali.

Di sisi lain, dari pihak PKS juga tidak tinggal diam. Berbagai upaya klarifikasi dan pembelaan pun dilakukan. Pembelaan yang lebih dari sekedar pembelaan terhadapa individu LHI, tapi pembelaan terhadap perlakuan aparat penegak hukum dan pemberitaan media yang mereka nilai banyak kejanggalannya. Puncaknya, adanya tindakan pelaporan ke mabes polri atas perbuatan Johan Budi (jubir KPK) yang dianggap melakukan perbuatan tidak menyenangkan berkaitan dengan insiden penyitaan mobil LHI. ¬†Tindakan inilah yang menjadikan PKS tambah babak belur di mata masyarakat lantaran dianggap melawan KPK.¬† Yah…pepatah “sudah jatuh, tertimpa tangga pula” pun berlaku juga bagi PKS.

Tidak cukup itu, perkembangan demi perkembangan dari persidangan banyak menyinggung soal dugaan aliran dana dari AF ke PKS sebagai parpol, sehingga banyak elit PKS yang bolak balik KPK untuk dimintai keterangan. Tidak tanggung-tanggung, wacana pembubaran ataupun pembekuan PKS pun santer terdengar, salah satunya dari ICW. Sepertinya, PKS sudah sangat babak belur ya…ditambah kabar terbaru soal LHI yang dihubung-hubungkan dengan seorang gadis bernama Darin Mumtazah. Apalagi ini???

Apapun perkembangannya, saya akan kutip kalimat sakti dari Johan Budi, yaitu “saya kira, pengadilan adalah tempat yang tepat untuk membuktikan benar atau tidaknya”. Ya…..memang semua ini masih dalam proses pengadilan, belum ada keputusan benar atau salah. Tapi apa lacur, PKS sudah salah dan hancur di mata masyarakat. Iya kan?

Lalu, kenapa artikel ini saya kasih judul Nothing to Lose untuk PKS? Bukankah kalimat itu bermakna bahwa apapun yang sedang dialami PKS saat ini adalah tidak ada untung ruginya bagi PKS? Ya…menurut saya sih begitu.

Apakah bila dikemudian hari nanti PKS bakalan hancur sehancur-hancurnya itu tidak merugikan buat PKS? Ya….tidak rugi. Ingat! Setahu dan seingat saya, PKS lahir dari salah satu harokah islamiyah (pergerakan islami) yang biasa dikenal dengan gerakan tarbiyah. Jauuuuh….sebelum PKS dibentuk. Jadi, kalau saya ibaratkan PKS adalah fisik-nya, maka harokah islamiyah adalah ruh-nya. Sehancur apapun PKS yang notabene hanya sebuah fisik, tidak akan hancur ruh yang menghidupinya yaitu harokah islamiyah. Selama pergerakan tersebut terus bergerak tanpa henti sesuai dengan makna pergerakan itu sendiri, maka selama itu pula apa-apa yang menjadi semangat dari pergerakan itu akan tetap hidup. Semangat dari pergerakan itu sendiri adalah Dakwah Islam.

Sebaliknya, bila dikemudian hari nanti PKS terbukti bersih atau setidaknya tetap dipercaya oleh masyarakat, apakah itu bukan suatu keuntungan buat PKS? Menurut saya sih bukan juga. Justru itu adalah buah dari segala amal dan dakwah yang dilakukan PKS selama ini. Anggaplah bonus. Kenapa saya berkata seperti ini? Ingat! Segala kebaikan itu datangnya dari Alloh SWT. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada tempat bagi PKS untuk berbangga diri. Karena Alloh SWT sendiri yang telah menjamin bahwa barang siapa yang menolong agama Alloh SWT, maka Alloh SWT akan menolongnya. Sudah otomatis seperti itu.

Jadi intinya, Nothing to Lose untuk PKS. Fokus saja pada tagline kalian yang baru, Cinta, Kerja, Harmoni. Lalu perhatikan apa yang akan terjadi…….

Wassalamu’alaikum wr wb.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paser Baroe, Malioboronya Jakarta …

Nanang Diyanto | | 24 November 2014 | 14:09

Catatan Kompasianival: Lebih dari Sekadar …

Ratih Purnamasari | | 24 November 2014 | 13:17

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Pak Mendikbud: Guru Honorer Kerja Rodi, Guru …

Bang Nasr | | 24 November 2014 | 11:48

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 5 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 8 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Komunikasi Orang Tua dan Remaja Macet? …

Endah Soelistyowati | 8 jam lalu

Meladeni Tantangan Thamrin Sonata di …

Tarjum | 9 jam lalu

Mari Berpartisipasi Berbagi bersama Sanggar …

Singgih Swasono | 9 jam lalu

IKMASOR DIY Desak MOU Pendidikan dan …

Arkilaus Baho | 9 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: