Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Indonesia Setelah 15 Tahun Pasca Reformasi

OPINI | 22 May 2013 | 18:21 Dibaca: 624   Komentar: 0   0

Belum lama ini sebuah lembaga survei yang digarap Saiful Mujani  yakni lembaga Research and Consulting (SMRC) merilis beberapa hasil penemuan survenya terkait 15 tahun pasca reformasi di Indonesia. survei tersebut menyatakan bahwa Indonesia telah menjadi negara yang menghormati kebebasan, Kebebasan yang dimaksud di sini meliputi kebebasan berpolitik, kebebasan berbicara, dan kebebasan pers. Survei yang berlangsung pada 1-10 April 2013 ini menggunakan metode wawancara tatap muka, dengan responden acak. Sampel diambil menggunakan teknik probably sampling. Sementara margin of error survei adalah 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil  survei SMRC yang melibatkan 1.200 responden yang diambil secara acak di seluruh daerah di Tanah air, menyatakan mayoritas responden (65,2 persen) menyatakan perjalanan negara Indonesia berada di arah jalan yang benar.
kebebasan dalam berbicara di Indonesia menurut  SMRC, sebanyak 96,1 persen responden menyatakan kebebasan berbicara adalah hal yang penting. 70,9 persen menjawab  menilai kebebasan berbicara kini lebih baik daripada masa Orde Baru, sedangkan mengenai kebebasan pers. Sebanyak 93,6 persen menilai kebebasan pers penting bagi bangsa, dan sebanyak 73,6 persen menilai kebebasan pers saat ini lebih baik daripada Orde Baru. Hasil surve juga menjelaskan terkait dengan Pemerintahan SBY yang dianggap jauh lebih baik dibanding era Soeharto dari segi demokrasi. 48,2 persen responden menilai Soeharto memerintah dengan cara diktator, hanya 28,9 persen yang menilai sebaliknya. Mayoritas responden juga menyatakan sistem demokrasi sudah cocok dengan pemerintah Indonesia. Sebanyak 75,9 persen ingin sistem ini juga diterapkan di pemerintahan selanjutnya.
Diawal Reformasi pasca kejatuhan rezim soeharto, banyak kalangan memperkirakan Indonesia akan hancur, terpecah, dan terpuruk. Kekhawatiran itu tak terbukti, bahkan berdasarkan laporan tahunan (2005-2013) salah satu LSM terkemuka di Amerika Serikat, Freedom House, Indonesia dinyatakan sebagai negara bebas ketika dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN. Keberadaan Kebebasan di Indonesia saat ini sudah sangat  sejajar dengan Jepang, Korea Selatan, India, dan Taiwan.  Bahkan banyak lembaga internasional yang memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu negara penting. Salah satunya konsultan terkemuka Morgan Stanley yang meramalkan akan ada lima negara ekonomi baru yang berposisi dominan pada tahun 2020, mereka adalah Brasil, Rusia, India, China, dan Indonesia (BRICI). Semua negara anggota ASEAN lain berada di bawah Indonesia. Hal itu tidak lain karena Indonesia dinilai sebagai negara yang menghormati kebebasan berpolitik, kebebasan berbicara, dan kebebasan pers.
Hasil surve SMR menjadi menarik ketika di kaitkan dengan pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Hatta Rajasa mengatakan bahwa proses berjalannya reformasi selama 15 tahun membawa Indonesia di mata dunia menjadi negara terhormat. Akan tetapi, proses demokrasi di Indonesia untuk menjamin serta mewujudkan esensi demokrasi berupa pemberdayaan rakyat secara keseluruhan masih tersendat di tingkat kultural serta struktural. Politik sebagai teknik mengalami kemajuan tapi politik sebagai etik mengalami penurunan, budaya politik masih feudal. Pak mentri juga mengatakan, berbagai langkah perubahan demokratisasi, institusi dan prosedur politik telah dilakukan dalam bentuk transformasi nyata dan pro-rakyat karena adanya reformasi. Keberhasilan pemerintahan saat ini terdapat catatan pentingdalam perubahan yang mendasar yaitu perubahan struktural dan kultural pada demokrasi. Reformasi yang melahirkan pemilihan umum dan relatif bebas dan adil, serta memberikan hak rakyat untuk berkumpul, bereskpresi dan berserikat. Reformasi  juga memperluas akses informasi, desentralisasi dan otonomi, yang memungkinkan pemilihan presiden, wakil presiden dan kepala daerah berlangsung rutin. Karena itu dapat diyakini demokrasi merupakan pilihan terbaik.
Reformasi  yang berjalan selama 15 tahun hampir menyerupai revolusi, selain beberapa perubahan yang dipaparkan diatas,  dengan UUD 1945 juga mengalami perubahan drastis, sistem ekonomi dan politik juga mengalami perubahan mendasar. Globalisasi juga ikut berperan dalam perubahan pasca reformasi di Indonesia. Capaian-capaian Indonesia dalam mengarungi proses perubahan memang menjadi kebanggaan kita bersama, dan bahkan mendapatkan pengakuan dari komunitas internasional.  Dalam statusnya sebagai negeri muslim terbesar dimuka bumi ini, Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai model Negara demokrasi. Demokrasi yang bermakna adalah demokrasi yang menjadi keseharian kita,keseharia proses pemerintahan, dan keseharian kebijakan publik. Demokrasiyang bermakna, memiliki makna lebih dari sekedar bentuk pemerintahan.
Olehkarena itu, mewujudkan demokrasi yang bermakna tidak cukup dengan mengubah bentuk pemerintahan (reformasi). Berhubung reformasi sudahberlangsung dan mengantarkan kita pada fase yang sekarang ini ada,selanjutnya kita perlu melakukan transformasi agar demokrasi tidak hanya hadir sebagai bentuk atau identitas negara, melainkan sebagai praksis.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 10 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 11 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 8 jam lalu

Photo-Photo: “Manusia Berebut Makan …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kisruh di DPR: Jangan Hanya Menyalahkan, …

Kawar Brahmana | 8 jam lalu

Saran Prof Yusril Ihza Mahendra Kepada …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Korupsi yang Meracuni Indonesia …

Cynthia Yulistin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: