Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Darin Mumtazah, Wanita Simpanan LHS, Anak Politisi PKS atau Siapa ?

OPINI | 22 May 2013 | 01:04 Dibaca: 8592   Komentar: 16   4

Darin Mumtazah, wanita belia yang diberitakan masih duduk di bangku sekolah lanjutan ini namanya mendadak terkenal karena berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). Spekulasipun berkembang, Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membantah kabar  yang beredar Darin Mumtazah putri politikus PKS Aboe Bakar al-Habsy. Darin mendapat panggilan dari KPK karena diduga menerima aliran dana dari Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS yang sedang dirundung kasus suap izin import sapi. Mediapun beramai ramai mengejar mencari berita menyangkut sosok pelajar ini.

Siapapun Darin, apakah dia adalah wanita simpanan Luthfi Hassan Ishhaaq, apakah anak politisi PKS atau kader PKS sebetulnya tidaklah penting. Tetapi spekulasai yang berkembang menyangkut wanita yang satu ini secara langsung merusak karakter PKS . Tak urung, Jubir PKS  memandang perlu untuk melakukan klarifikasi, demikian juga mantan presiden PKS Hidayat Nurwahid perlu angkat bicara. Publikpun berbalik menilai KPK tidak bersikap adil, bahkan ada yang menyatakan KPK diperalat untuk menghancurkan PKS.

1369159017486265317

foto Inilah.com

Ukuran keberhasilan media adalah jumlah pembacanya, berita menyangkut “wanita2″ yang terkait dengan kasus suap ini menjadi menarik minat pembaca yang sangat besar. Tak mengherankan, nama Darin dijadikan sosok oleh media untuk menaikkan minat pembaca. Namun dibalik itu, dapat menjadi alat pencitraan KPK atau sebaliknya menghancurkan karakter PKS.  Bukan kader PKS, bukan anak Politisi PKS, bukan wanita Luthfi Hassan Ishaaq sementara Darin sendiri mangkir dari panggilan KPK, lenyap ditengah spekulasi menyangkut dirinya.

Mangkirnya Darin dari Panggilan KPK telah membuat  PKS makin tersudut oleh pemberitaan dan ini mengundang kemarahan simpatisan, kemarahan karena prilaku elit partai, kemarahan karena berita tersebut dinilai  sebagai alat untuk menghancurkan karakter PKS. Artinya,  PKS saat ini sedang diuji oleh massanya sendiri, kasus suap yang melibatkan presidennya  menjadi  tanggung jawab partai atau tmenjadi tanggung jawab pribadi Luthfi Hassan Ishaaq dan akan terlihat dari perolehan suara pada pemilu mendatang.

Tags: pks

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 12 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 13 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 13 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 13 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: