Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pecel Tempe

apalah arti sebuah nama

Darin Mumtazah, Wanita Simpanan LHS, Anak Politisi PKS atau Siapa ?

OPINI | 22 May 2013 | 01:04 Dibaca: 8603   Komentar: 16   4

Darin Mumtazah, wanita belia yang diberitakan masih duduk di bangku sekolah lanjutan ini namanya mendadak terkenal karena berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). Spekulasipun berkembang, Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membantah kabar  yang beredar Darin Mumtazah putri politikus PKS Aboe Bakar al-Habsy. Darin mendapat panggilan dari KPK karena diduga menerima aliran dana dari Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS yang sedang dirundung kasus suap izin import sapi. Mediapun beramai ramai mengejar mencari berita menyangkut sosok pelajar ini.

Siapapun Darin, apakah dia adalah wanita simpanan Luthfi Hassan Ishhaaq, apakah anak politisi PKS atau kader PKS sebetulnya tidaklah penting. Tetapi spekulasai yang berkembang menyangkut wanita yang satu ini secara langsung merusak karakter PKS . Tak urung, Jubir PKS  memandang perlu untuk melakukan klarifikasi, demikian juga mantan presiden PKS Hidayat Nurwahid perlu angkat bicara. Publikpun berbalik menilai KPK tidak bersikap adil, bahkan ada yang menyatakan KPK diperalat untuk menghancurkan PKS.

1369159017486265317

foto Inilah.com

Ukuran keberhasilan media adalah jumlah pembacanya, berita menyangkut “wanita2″ yang terkait dengan kasus suap ini menjadi menarik minat pembaca yang sangat besar. Tak mengherankan, nama Darin dijadikan sosok oleh media untuk menaikkan minat pembaca. Namun dibalik itu, dapat menjadi alat pencitraan KPK atau sebaliknya menghancurkan karakter PKS.  Bukan kader PKS, bukan anak Politisi PKS, bukan wanita Luthfi Hassan Ishaaq sementara Darin sendiri mangkir dari panggilan KPK, lenyap ditengah spekulasi menyangkut dirinya.

Mangkirnya Darin dari Panggilan KPK telah membuat  PKS makin tersudut oleh pemberitaan dan ini mengundang kemarahan simpatisan, kemarahan karena prilaku elit partai, kemarahan karena berita tersebut dinilai  sebagai alat untuk menghancurkan karakter PKS. Artinya,  PKS saat ini sedang diuji oleh massanya sendiri, kasus suap yang melibatkan presidennya  menjadi  tanggung jawab partai atau tmenjadi tanggung jawab pribadi Luthfi Hassan Ishaaq dan akan terlihat dari perolehan suara pada pemilu mendatang.

Tags: pks

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 6 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Me Time (Bukan) Waktunya Makan Mie! …

Hanisha Nugraha | 7 jam lalu

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | 7 jam lalu

Semoga Raffi-Gigi Tidak Lupa Hal Ini Setelah …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: