Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fl2mi

Mahasiswa yang peduli akan bangsa

Absennya PKS dalam ILC Menjadi Tanda Tanya Publik?

OPINI | 22 May 2013 | 16:21 Dibaca: 857   Komentar: 22   1

13692144321695359735

Ada apa gerangan dengan tidak hadirnya para tokoh elit dari partai yang memiliki slogan “cinta,Kerja,Harmoni” yang dulunya memiliki slogan “Bersih”, sebelum tersandung kasus yang menyeret mantan Presidennya LHI. Tadi malam para elit Partai Keadilan Sejahtera ataupun Juru Bicara dan Wasekjen Fahri Hamzah yang biasanya selalu berbicara di hadapan media, semalam tidak terlihat. Hanya meja dan kursi kosong dengan Nama diatas meja bertuliskan PKS.

Ada Apa gerangan dengan para tokoh dari Partai yang sedang tersandung kasus korupsi impor daging sapi tersebut. Mengapa mereka lebih memilih tidak hadir dalam forum diskusi yang ditonton ribuan bahkan jutaan orang Indonesia tersebut. Terlebih Indonesia Lawyer Club menjadi acara yang cukup dinanti oleh penikmat informasi dan menjadi bagian dari upaya edukasi tersebut. Bahkan hadir juga di dalam ILC itu adalah kaum muda dari kalangan Mahasiswa yang sudut pandangnya lebih kearah objektivitas dan tidak memiliki kepentingan politik ataupun kepentingan – kepentingan lain untuk menyudutkan salah satu partai.

Dengan tidak hadirnya PKS dalam Indonesia Lawyer Clab pada Selasa malam 21 Mei 2013 ini akan menjadi tanda Tanya public , terlebih bagi masyarakat awam yang tidak mengerti akan perpolitikan, tentunya akan menganggap bahwa PKS berusaha menghindar dan bahkan terkesan tidak Gentle dalam menghadi persoalan terkait PKS.

Jika memang PKS tidak merasa salah dan merasa tidak terlibat maka selayaknya PKS dapat menyampaikan di Forum tersebut, yang mana forum tersebut adalah bagian dari sarana untuk menyampaikan pendapat dan informasi yang dimiliki Partai Bersih tersebut kepada Masyrakat luas. Dan sudah selayaknya PKS juga memberikan bantahan – bantahanya terkait dengan keterlibatan Partainya dalam kasus impor daging kepada para peserta ILC, jika memang mereka merasa tidak terlibat, sehingga masyarakatpun mendapatkan informasi yang berimbang.

Dengan tidak adanya satupun dari partai yang berlambang Padi dan Bulan ini menunjukan bahwa PKS cenderung terlihat tidak berani berhadapan dengan para pakar hokum, pakar politik, dll yang hadir sebagai peserta di ILC untuk duduk bersama dalam diskusi tersebut. PKS terkesan menghindar dan seolah takut untuk bertatap muka dan berdiskusi secara langsung. Sementara topic yang diangkat pada ILC semalam adalah “Prahara Di PKS Sampai Di Mana ??” namun sangat disayangkan PKS tidak hadir dalam diskusi tersebut.

Ada sisi positif sebenarnya ketika PKS hadir, karna mereka dapat memberikan informasi yang berimbang dan tidak satu arah, namun jika PKS tidak hadir sehingga pembicaraan akan menjadi satu arah dan menjadi kurang berimbang, karna tidak ada keterangan dari pihak PKS. Bahkan lebih banyak sisi negative yang menuju PKS dengan tidak hadirnya para elit mereka pada ILC tersebut.

Klo memang benar dan tidak terlibat seharusnya PKS dengan lapang dada dan berani serta siap menepis semua tudingan yang dituduhkan, dan buktikan bahwa PKS merupakan partai yang benar-benar kooperaif dan bersih. Itupun yang dikatakan oleh Prof J.E Sahetapy yang berharap para elit partai itu hadir dan menjadi pelopor partai bersih, namun nampaknya beliau agak kecewa lantaran meja kosong dan hanya tulisan “PKS” yang terdapat diatas meja.

Dalam ILC semalam bahkan terdapat kutipan yang menarik yang dilontarkan sujiwotejo sebelum penutupan ILC tadi malam yakni kata “ saya ingin bertanya dulu pak karni yang sebetulnya yang masyarakat adili dari PKS ini korupsi atau kemunafikan klo betul“ ada kata yang menarik dalam pernyataan sujiwotejo yakni kata “Korupsi” dan kata “Munafik” dua kata ini sebenarnya diperuntukan untuk siapa ??? dan mengarah ke siapa ?? Apakah ada opini yang mengarah dengan ketidakhadirinya PKS adalah bagian dari kemunafikan ??? sebenarnya jika ada PKS bisa dijawab dan diklarifikasi.

Semoga kedepan masyarakat dapat disajikan dengan informasi yang berimbang dan pemberi informasipun jangan terkesan takut untuk penyampaikan , katakana jika memang benar……

Hidup Mahasiswa Indonesia…….

By

Arie Fahri Ramadhan ( Karo Humas FL2MI / Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Se Indonesia }

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 7 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 7 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 8 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 10 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: