Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mona Gutama

Semarang-Jawa Tengah Fisip '12

Pilgub Jateng 2013

OPINI | 21 May 2013 | 14:23 Dibaca: 574   Komentar: 7   0

PILGUB JATENG 2013

Kini uforia pemilihan gubernur sudah sangat ramai dimana para calon-calon gubernur melakukan kampanye dimana-mana. Kampanye dlakukan dengan berbagai macam bentuk dari yang pemasangan reklame, baliho-baliho dimana setiap sudut terdapat gambar pasangan calon gubernur. Bahkan ironisnya banyak yang ditempel dipohon-pohon pinggir jalan bukankah itu malah membuat kerusakan ? entahlah saya juga tidak mengerti kenapa harus dipasang dipohon….

Selain pemasang baliho-baliho atau gambar pasangan calon gubernur, para calon juga melakukan kampanye dengan menyambangi berbagai daerah dengan tujuan agar masyarakat mengetahui dan mengenal mereka, mereka berorasi dan menjanjikan blablaablaa apabila mereka terpilih menjadi gubernur, memberikan bantuan ada juga yang memberikan kaos yang bertuliskan nama dan gambar calon dll, kesimpulannya selain menyambangi daerah untuk memperkenalkan dirinya sebagai calon gubernur secara tidak langsung juga memberikan isyarat untuk memilihnya. Coba bayangkan didaerah X disambangi oleh calon gubernur no urut 1 untuk minggu ini dan minggu selanjutnya calon gubernur dengan no urut 2 yang menyambangi dan selananjutnya dengan tujuan yang sama, dan kita sebagai masyarakat bingung pasti semua calon menjanjikan yang baik-baik mau pilih semuanya ? yang ada suara mereka menjadi tidak sah. Kini masyarakat harus benar-benar kritis dalam berfikir dan menentukan pilihan, pilihan yang harus benar-benar bisa merealisasikan janji-janji yang telah dijanjikannya dan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat itu yang paling utama, jadi masyarakat tidak asal memilih saja namun juga harus melihat record dari para calon. Jadilah sebagai masyarakat yang baik yang mau ikut serta berpartisipasi dalam pemilihan, jangan golput tapi akhirnya menuntut.

Untuk siapa saja yang nantinya terpilih menjadi gubernur jateng, apa yang telah mereka janjikan kepada rakyat realisasikan jangan hanya menjadi sebuah wacana saja. Menjadilah pemimpin untuk rakyat bukan lagi untuk kelompok.

Mona Agisa Widia Gutama

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 15 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 17 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 18 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: