Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dewa Gilang

Single Fighter!

Hasil Survei Terbaru Pertanda PKS Belum Tamat

REP | 21 May 2013 | 01:03 Dibaca: 4809   Komentar: 53   17

Prediksi banyak pengamat mengenai kehancuran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agaknya harus ditata ulang. Sebab, dalam tiga bulan terakhir, dua lembaga survei justru menempatkan PKS pada posisi tiga besar.

Pada medio Maret 2013, Rakyat Research and Consulting (RRC) menempatkan PKS di posisi tiga besar dengan tingkat elektabilitas sebesar 13,2 persen. Dalam survei yang melibatkan 1400 responden dari 33 provinsi tersebut, PKS bahkan sanggup mengalahkan tingkat elektabilitas yang dimiliki oleh Partai Demokrat (PD) yang hanya memperoleh angka 11 persen.

Kemudian, pada Jumat, 17 Mei 2013, giliran survei yang dilakukan oleh Media Survei Nasional (Median) yang menempatkan PKS pada posisi tiga besar. Dalam survei yang dilakukan dalam rentang waktu 28 April-6 Mei 2013 itu, PKS berhasil meraup tingkat elektabilitas sebesar 7,2 persen. Sementara posisi pertama dan kedua masih ditempati oleh partai Golkar dan PDI-P secara berurutan.

Menariknya, meskipun diguncang habis-habisan oleh skandal Ahmad Fathonah, yang nota bene sering dikait-kaitkan dengan PKS oleh publik, sebanyak 12 persen responden justru mengaku memilih PKS sebagai pilihan politiknya disebabkan ke-religius-an partai berlambang bulan sabit ini.

Hasil survei yang dilakukan oleh Median ini tentu mengejutkan banyak pihak. Sebab, dua hari sebelumnya, tepatnya Rabu, 15 Mei 2013, Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) justru memprediksi PKS akan menjadi partai gurem karena banyak ditinggalkan oleh para konstituennya. Sesuatu yang berbanding terbalik dengan survei yang dilakukan oleh Media, yang justru menempatkan PKS sebagai partai menengah.

Namun yang menarik untuk dicermati ialah rentang waktu survei yang dilakukan oleh Median, yakni 26 Maret-6 Mei 2013. Dalam rentang waktu itu, Presiden PKS, Luthfi Hassan Ishaq, jelas telah ditahan oleh KPK, namun kasus tarik-ulur penyitaan mobil, perseteruan PKS dan KPK, serta pengakuan Ahmad Fathonah mengenai sumbangan ke partai tersebut belum mencuat ke permukaan.

Ini pertanda bahwa publik (jika dianggap responden survei mewakili publik) tidak terpengaruh oleh kasus penangkapan Luthfi Hassan Ishaq. Demikian pula isu-isu negatif yang menghubung-hubungkan PKS dengan Ahmad Fathanah-pun juga belum mempengaruhi persepsi negatif publik terhadap partai tersebut. Entah jika survei dilakukan saat ini, di mana telah mencuat hal-hal yang disebutkan di atas, apakah tingkat elektabilitas PKS masih di titik kisaran 7 persen?

Juga yang patut mendapat pengamatan ialah perlakuan beda yang diterima oleh Demokrat. Sama-sama menghadapi “tsunami” politik, Demokrat justru mengalami kemerosotan dengan raihan elektabilitas sebsar 7,1 persen, turun sekitar 20 persen dari suara yang diperoleh Demokrat pada Pemilu 2009.

Konflik internal dan ketidaksolidan Demokrat bisa ditunjuk sebagai penyebab netidaksamaan nasib antara partai penguasa itu dengan PKS. Meski sama-sama dilanda prahara politik, PKS nyatanya lebih solid dan jauh dari konflik internal pasca penangkapan Luthfi Hassan Ishaq.

Terlepas dari survei tersebut pesanan atau tidak, namun survei dari Median ini cukup memberi angin segar kepada kubu PKS, sekaligus membuktikan kepada para pengamat bahwa PKS belum tamat!

Gitu aja koq repot!

Ditulis sebagai tanggapan atas survei Median yang menempatkan PKS pada posisi tiga besar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indonesia 0 – 4 Filipina : #BekukanPSSI …

Angreni Efendi | | 26 November 2014 | 00:33

Bom Nuklir Ekonomi Indonesia …

Azis Nizar | | 26 November 2014 | 04:44

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Festival Foto Kenangan Kompasianival 2014 …

Rahab Ganendra 2 | | 26 November 2014 | 04:01

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 4 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 5 jam lalu

5 Kenampakan Aneh Saat Jokowi Sudah …

Zai Lendra | 9 jam lalu

Timnas Indonesia Bahkan Tidak Lebih Baik …

Kevinalegion | 10 jam lalu

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Golkar Pecah karena Ical Praktekkan Tirani …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Uang Nasabah Bank Mandiri Raib 8 Milyar …

Ifani | 8 jam lalu

Ternyata Server E KTP di Dalam Negeri, …

Febrialdi | 8 jam lalu

FPI Tak Usah Dibubarkan …

Radix Wp Ver 2 | 8 jam lalu

Kisah Cinta Putra Jokowi …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: