Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Teuku Zulkhairi

Mahasiswa. Suka Membaca. Giat Bekerja.

Analisa atas Statmen Yusril tentang KPK yang Menguntungkan PKS

OPINI | 20 May 2013 | 12:38 Dibaca: 1369   Komentar: 8   1

MENGANALISA STATEMEN PROF YUSRIL TENTANG KPK YANG MENGUNTUNGKAN PKS

Menarik mengikuti akun Twitter Prof Yusril Ihza Mahendra yang menulis begini:

“1. Saya sdg kontak Meto Jambi karena berita itu jelas plintiran. Sy bicara normatif, tapi oleh media diplintir seolah sy bela PKS serang KPK
2. Sy tdk ingin berita plintiran dimanfaatkan untuk menguntungkan PKS, dengan cara membenturkan saya dg KPK.
3. Saya tdk dalam posisi membela PKS atau KPK dlm penyitaan mobil di di kantor Pusat PKS. Saya netral dalam kasus itu.”

Tweet ini ditulis utk merespon berita di Metrojambi dengan link berikut ini yang sudah banyak dikutip oleh blog-blog dan website yang dikelola oleh kader PKS dan simpatisannya:

http://www.metrojambi.com/v1/hukum/18361–yusril-ihza-mahendra-kpk-sita-aset-lhi-seperti-cara-perampok.html

Mari kita analisa berita ini yang diyakini banyak pihak di dunia maya akan sangat menguntungkan PKS karena statmennya Prof Yusril yang dikutip media tersebut cenderung mendukung hak PKS agar diperlakukan secara beradab oleh KPK. Statmen Yusril juga jelas-jelas menyerang KPK .

Baca statmen Prof Yusril;

“KPK dalam bertindak harus sesuai dengan proses hukum. Dalam hukum, ada yang namanya hukum acara. Setiap proses hukum harus benar dulu hukum acaranya. Jika tidak , maka hukum itu tidak sah dan batal dengan sendirinya,” jelasnya.

Sambungan:

“Menurut Yusril, tindakan KPK yang masuk ke kantor PKS tanpa membawa surat perintah penyitaan, batal demi hukum. Alasannya, prosedur yang ditempuh penyidik  tidak memenuhi syarat dalam hukum acara. Dia menilai, tindakan KPK bias dikategorikan sebagai pemaksaan dan perampokan.

“Itu sama saja dengan perampokan. Hukum acara harus ditaati dan dijalankan. Tidak bisa seenaknya,” katanya.

Membaca berita di atas dan mengaitkan dengan tweet terbaru dari Prof Yusril di atas saya punya beberapa kesimpulan:

- - KPK tidak taat hukum acara

- - Tindakan KPK yang masuk ke kantor PKS tanpa membawa surat perintah penyitaan, batal demi hukum dan itu sama saja dengan perampokan

- - Prof Yusril tidak mau dianggap membela PKS dan menyerang KPK

- - Prof Yusril netral dalam konflik KPK dengan PKS

KESIMPULAN SAYA

- Statmen terbaru Prof Yusril tidak mematahkan statmennya sebelumnya karena telah berbicara sesuai dengan prosedur hukum.

- Jadi kesimpulan dari statemen Yusril:

- - KPK tidak taat hukum acara

- - Tindakan KPK yang masuk ke kantor PKS tanpa membawa surat perintah penyitaan, batal demi hukum dan itu sama saja dengan perampokan


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Waspada Oknum Polisi pada Ngumpet di Jalan …

Iskandar Indra | | 15 September 2014 | 16:23

Super Yuraaaa! Catatan Konser Balada Sirkus …

Irvan Sjafari | | 15 September 2014 | 21:23

Dampak Kasus Perkosaan Rutin Mewarnai Media …

Majawati Oen | | 15 September 2014 | 19:44

Kita adalah Dua Layang-layang …

Conni Aruan | | 12 September 2014 | 12:42

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

RUU Pilkada: Jebakan Betmen SBY buat Jokowi, …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

Timnas U-23 Pimpin Grup E Asian Games …

Abd. Ghofar Al Amin | 9 jam lalu

Festival Film Bandung, SCTV, dan Deddy …

Panjaitan Johanes | 16 jam lalu

Berkunjung ke Tebet? Kunjungi Tempat Ini …

Ryu Kiseki | 18 jam lalu

Keluar dari Zona Nyaman …

Afrisal Planter | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Pilih ONH Reguler atau ONH Plus? …

Bonekpalsu | 8 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 9 jam lalu

Perilaku Agamis dan Pentingnya Ekonomis …

Saktya Alief Al Azh... | 9 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Runtuhnya Agate: …

Hsu | 9 jam lalu

Mencapai Gelinjang Orgasme di Kompasiana …

Pebriano Bagindo | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: