Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nasori Abdul Ghani

Laki2 yang biasa saja,hidup apa adanya

Tanggapan Tulisan Dewa Gilang (Seharusnya SBY Malu Terima Penghargaan Acf)

OPINI | 19 May 2013 | 12:36 Dibaca: 507   Komentar: 7   1

Keberagaman keyakinan diindonesia sudah tertanam sejak ratusan tahun lalu.kaum minoritas selalu merasa tertekan dan dizalimi.upaya2 untuk mengangkatnya menjadi suguhan dimuka publik sangat terlihat begitu intensnya mereka menulis artikel.

Karena indonesia mayoritas penganut agama islam maka artikel2 tersebut selalu menjelekan islam sebagai agama Чά‎​πƍ “sadis”

Kaum muslim pada dasarnya tidak masalah mau ada ahmadiyahkah,atau syiahkah,asalkan mereka tidak menggunakan nama “islam” bagi gerakan mereka.sebab sudah jelas ahmadiyah mengakui bahwa gulam ahmad dari india adalah nabi pamungkas mereka,sedangkan kaum bagi muslim nabi terakhir adalah muhammad saw.

Kaum muslim juga tidak keberatan adanya syiah,selama mereka tidak mengkafirkan sahabat2 nabi,dan melaksanakan sholat jumat kalau imam mahdi nya sudah datang..intinya jangan membawa nama islam kalau ajarannya bertentangan dengan islam itu sendiri.

Untuk umat diluar islam dalam hal ini Чά‎​πƍ banyak berteriak adalah kaum kristen,coba lihat kurang apalagi? Umat islam berbagi toleransi? Umat islam tidak pernah membesar2kan masalah saat ruko2 berubah fungsi jadi gereja,tidak membesar2kan masalah pula betapa susahnya membangun masjid di maluku,atau dipapua.

Jadi bagi penulis janganlah pikiran2 Чά‎​πƍ anda2 torehkan menjadi sebuah artikel malah akan menhancurkan makna kerukunan Чά‎​πƍ sudah dibangun oleh orang2 tua sebelum kita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: