Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Blue Shield

Buset dah ! Id klonengan ini lebih terkenal daripada id aslinya !

Menjawab KPK dan PKS!

OPINI | 15 May 2013 | 15:27 Dibaca: 1157   Komentar: 68   12

Mohon ijin sesepuh.

Cuma sekedar menunangkan sedikit pengetahuan yang Allah titipkan di otak ini.

Bahwa terkait dengan penangkapan LHI dan AF, sungguh saat ini polemiknya sangat jauh dari substansi yang ada.

Benar kata Jubir KPK Johan Budi. KPK tidak ada urusan dengan partai. KPK berurusan dengan person.

Sudah banyak kader-kader dari berbagai partai yang ditangkap dan diusut oleh KPK. Namun semua menanggapinya dengan hukum karena yang sedang terjadi adalah permasalahan hukum.

Nggak tanggung-tanggung besan orang No.1 di Indonesia pernah diproses oleh KPK dan divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor.

Nggak tanggung-tanggung petinggi partai dan kader dari Orang No.1 di Indonesia ini diusut oleh KPK. Gak perlu saya sebut namanya juga sudah pada tahu.

Selain partai nomor 1 di negeri ini, kader partai-partai lain juga banyak yang diusut dan di proses di KPK.

Kalau dibilang KPK tebang pilih, maka dari kacamata saya “Ya iyalah !” Dari info terkini, sebanyak 56.000 kasus yang dilaporkan ke KPK belum bisa tertangani. itu perkara dari sabang sampai merauke. Jumlah Penyidik KPK itu sekarang dari info terakhir hanya 75 orang.

Bisa dibayangkan 75 orang menangani perkara sebanyak itu ? pakai akal sehat aja deh. ya jelas harus tebang pilih. dipilih mana yang prioritas, dipilih mana yang memenuhi unsur, dipilih mana yang menimbulkan kerugian negara lebih besar, baru ditebang ! kalau semua diambil, ya mau dikasih gaji 1 Milyar pun, nggak bakalan bisa selesai semua. Itu baru perkara yang dilaporkan, belum perkara tertangkap tangan, yang mana ini lebih prioritas lagi. karena otomatis para penyidik akan dikejar dengan masa penahanan Tersangka tersebut. Saya baru baca berita, di Medan ada perkara tertangkap tangan kemarin. Hari ini ada lagi pegawai Pa*j*k yang ditangkap KPK. Bisa dibayangkan betapa beratnya beban yang dipikul KPK saat ini ?

Lalu, mengapa perkara LHI dan AF harus menjadi istimewa ? apakah karena ada barisan wanita dibalik AF ? atau karena para Tersangka seharusnya lebih memahami ajaran agama yang dianutnya sehingga tidak pantas melakukan hal tsb ? Perkara tsb menjadi istimewa karena kerangkanya adalah tertangkap tangan. Kenapa AM dan AU yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka tidak segera ditahan. Penjelasan saya diatas sudah cukup menjawab pertanyaan tsb. KPK mungkin sedang memeriksa saksi-saksi yang mungkin akan dikembangkan ke Tersangka yang lain. Kalau seandainya buru-buru ditahan, maka mungkin untuk pengembangannya akan terhenti. Yang jelas judulnya kalau sudah jadi Tersangka, ya pasti disidang. Kenapa ? karena Undang-undang tidak memperbolehkan KPK untuk menghentikan sebuah perkara Penyidikan. Jadi tinggal tunggu waktu saja.

Saya melihat dari kacamata saya, elite partai yang saat ini lagi ramai, kurang bijak dalam menanggapi permasalahan yang berkembang. mulai dari komentar FH (gayanya itu loh, nggak kuat…), penghadangan proses penyitaan kendaraan, walaupun hari ini saya lihat di TV para Penyidik KPK sudah diterima oleh Partai tsb, pelaporan Jubir KPK Johan Budi ke Polri, dsb.

Saya lihat sudah banyak analisa tentang bagaimana seharusnya KPK dalam kacamata hukum menempatkan LHI dalam kasus ini. Ya sudah, kan tinggal diuji disidang apakah benar LHI atau tidak ? kalau nggak puas, masih bisa Kasasi. Nggak puas lagi ? tinggal sama-sama mendoakan kepada Allah SWT semoga siapa yang mendzalimi diberikan hukuman setimpal.

Saya kasihan kepada kader-kader partai yang perkaranya lagi booming di media saat ini. Mereka sudah bekerja dengan niat beribadah untuk Allah SWT. mereka membangun nama partai di daerah-daerah dengan penuh keikhlasan. Tapi jatuh mental karena pemberitaan yang berkembang. Dan itu bukan salah mereka, wong mereka nggak korupsi, namun kena getahnya saja.

Bagi rekan-rekan kader, jangan patah semangat dan putus harapan. Selama antum ikhlas bekerja demi Allah SWT maka musibah maupun rezeki, itu adalah anugerah dari Allah SWT. Namun saya ingatkan untuk tidak buta untuk membela “Personal” dengan tameng partai. Biarkan hukum berjalan, dan lihat endingnya saja. Jangan lagi menghalangi proses penyidikan karena jujur itu adalah tindakan reaktif yang tidak tepat. Jangan lagi ada bahasa ini adalah konspirasi untuk pemilu, konspirasi zionis, konspirasi amerika, dsb. Banyak yang Antum dan Ana tidak tahu bagaimana sebenarnya orang-orang yang sedang kita bicarakan tersebut (Kalau benar jadi Ghibah, kalau salah jadi fitnah). Jangan terbawa arus dengan menghujat dan memfitnah karena itu lebih kejam daripada pembunuhan. Kalau ada yang memprovokasi antum untuk menentang proses penegakan hukum baik secara lisan maupun tulisan, saran ana tahan diri antum dan jangan terprovokasi. karena provokator hanya “Memancing di air keruh.”

Bagi KPK, teruskan perjuanganmu memberantas korupsi di negeri tercinta ini. Seluruh rakyat mendukungmu. jangan surut dengan dinamika yang berkembang. Karena engkau milik rakyat dan rakyat tidak akan sudi bila engkau dilemahkan. Kami percaya bahwa semua yang engkau lakukan itu baik selama memang dengan niat memberantas korupsi dan untuk Allah SWT semata. Namun bila ada maksud dan niat dibalik itu, niscaya semuanya akan terbongkar dan akan ditunjukkan oleh Allah SWT.

Terakhir dari saya. Seharusnya LHI dan partainya berterima kasih kepada KPK. loh, ditangkap koq terima kasih ? dimana rumusnya ?

1. Partai dan kader yang bersih harus berterima kasih, karena bila memang ternyata LHI terbukti bersalah, maka partai tersebut akan semakin bersih dari “Apel-apel yang busuk.”

2. LHI harus berterimakasih, karena dengan tertangkap tangan, maka prosesnya akan lebih cepat daripada Tersangka di Partai lain dan status hukumnya lebih cepat kejelasannya. Kalau tidak bersalah, akan segera bebas, dan kalau bersalah akan segera divonis dan menjalani masa hukuman. Bandingkan dengan teman-teman Tersangka di Partai lain. Yang saat ini memang berada di luar jeruji. Namun selama statusnya masih tersangka, nggak ada judulnya mereka bisa tidur dengan tenang. Karena proses penahanan, dan persidangan pasti akan dilewati juga. Jadi milih mana ? lebih cepat, atau lebih lambat ? Pikir sendiri aja ya.

Demikian sedikit pemikiran dengan harapan agar tidak ada lagi yang menunggangi, memprovokasi, menyabotase, atau apalah itu namanya. Dan harapan agar, partai yang sedang diuji oleh Allah SWT semakin dewasa dan bersih, karena ujian itu pada prinsipnya untuk naik kelas. Dan Penegak hukum yang sedang diuji oleh Allah SWT semakin solid dan terus memberantas korupsi di Negeri ini.

Peace yo.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Menuju Organisasi Advokat Muda yang …

Valerian Libert Wan... | 7 jam lalu

Semoga Jokowi-JK yang Membuka Indonesia …

Bambang Trim | 7 jam lalu

Dialog Sunyi dari Hati ke Hati dengan Gus …

Puji Anto | 7 jam lalu

Satu Lagi Atlet Muslim Yang Di …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Eksposisi, Argumentasi, Deskripsi, Narasi, …

Sigit Setyawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: