Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hadiyan Faris Azhar

pengusaha, motivator, pendidik dunia Inna sukuuta al-aqwiyaa laisa dha'fun. Innamaa huwa furshatun lid-dhu'afaa an yatakallamuu qabla selengkapnya

ILC: Uang Daging Sapi ke Mana Saja (Ulasan Part 1)

REP | 15 May 2013 | 06:22 Dibaca: 2452   Komentar: 32   10

tulisan kali ini saya buat atas rekomendasi beberapa kawan-kawan di kompasiana, yang menyarankan saya membahas ILC  tadi malam secara lebih detail, dilengkapi link, dan waktu-waktu kejadian di ILC. sebelumnya saya juga sudah menulis reportase tentang ILC di artikel

Johan Budi Minum Terus di ILC, senyum dikit …

ILC Malam ini, KPK tersudut

karena akhirnya saya menemukan video ILC malam tadi secara kengkap, yang terdiri dari 9 video yang masing-masing video berdurasi 14-18 menit. dalam ulasan kali ini saya tidak akan membahas part 1 dalam video, karena isinya adalah statement orang-orang PKS, tentunya orang-orang macam ini di kompasiana kurang diterima. olej karenanya jika mau melihat langsung statement mereka silahkan dibuka Part 1

dalam ulasan part 1 kali ini saya akan membahasnya secara bertahap per topik. dan mari kita mulai dari topik TPPU

TPPU & Prime Crime nya

memang kasus TPPU LHI yang diusut oleh KPK kali ini cukup membuat publik bingng, jangankan publik, karni ilyas, beberapa pakar hukum, dan juga narasumber yang bukan orang PKS yang hadir di ILC pun kebingungan. kalau disuruh memilih, apakah memilih opini-opini kompasianer disini atau opini para pakar hukum, jelas saya akan memilih untuk lebih percaya pada opini para pakar hukum tersebut.

tentang TPPU & Prime Crimenya ini, di ILC Johan Budi mulai terlihat kebingungan, dimulai dari pertama kali ketika Karni Ilyas menanyakan tentang Prime Crime TPPU nya AF dan LHI (menit 7:00 Part 2). terlihat disana Karni Ilyas sampai mengulangi pertanyaan yang sama untuk ke 2 kalinya pada menit 10:00 Part 2, dan kembali menanyakan untuk ke 3 kalinya pada menit 11:40 Part 2, namun Johan Budi mengulang-ulangi bahwa Prime Crimenya AF dan LHI adalah tipikor, tanpa menjelaskan tipikornya seperti apa, malah muter-muter pada prinsip-prinsip TPPU yang berkali-kali karni Ilyas jelaskan bahwa dia sudah mengerti tentang prinsip-prinsip itu dan malah ngalor ngidul ke kasus waode (menit 13:24).

karena jawaban Johan yang masih muter-muter, sampai-sampai karni ilyas kembali menekankan pokok pertanyaannya untuk yan ke 4 kali nya pada menit 13:30, namun kembali lai Johan Budi memberikan penjelasan yang kurang memuaskan bagi Karni Ilyas, sehingga Karni Ilyas perlu mengulangi lagi pertanyaannya untuk yang ke 5 kali pada menit 14:28 Part 2, sampai pada taraf pada taraf ini para peserta ILC sudah gemes sampai, sampai ketika karni Ilyas mau menanyakan hal yang sama untuk ke 6 kalinya pada menit 15:16 Part 2 langsung di interupsi oleh Ahmad Yani yang merupakan anggota DPR RI yang ikut dalam membuat UU TPPU ini, ahmad yani menjelaskan kembali bahwa TPPU ini harus jelas dulu Prime Crimenya, dan mengatakan bahwa jangan sampai TPPU nya dulu yang diusut baru Prime Crimenya menyusul. penjelasan anggota Ahmad Yani ini disambut oleh tepuk tangan para hadirin di ILC (menit 16:39). dapat kita lihat mimik wajah JB yang sepanjang video ini mulai gelisah.

memang disini terlihat kegamangan tentang predicate crime TPPU LHI dan AF, publik bingung tipikor yang mana yang menjadi predicate crime kasus ini. jika memang kasus suap yang menjadi predicate crimenya, bagaimana mungkin AF yang merupakan orang swasta bisa menerima suap, dan suap yang diterima AF juga berasal dari swasta (Indoguna), padahal uang suap tersebut sejatinya juga akan diberikan kepada LHI. lantas kenapa TPPU ini dikenakan kepada AF

kemudian jika TPPU ini dikenakan pada LHI, maka timbul pertanyaan lagi, apa predicate crimenya? kalau predicate crimenya juga adalah kasus suap, maka seperti kita ketahui bahwa LHI belum menerima sepeserpun uang yang akan disuapkan Indoguna melalui AF ke padanya. lantas yang mau dicuci yang mana. kalau kita mendengarkan pemaparan fakta-fakta tentang uang 1 miliar tersebut yang dijelaskan oleh Zainuddin Paru pada video Part 5 di menit ke 2:22, Zainuddin Paru menjelaskan bahwa uang 1 M itu ibarat kasih yang tak sampai. karena selain tidak diterima sepeserpun oleh LHI, uang itu juga ternyata sudah teralokasikan untuk keperluan lain, berikut pembagiannya

  1. 10 jt di tangan AF
  2. 10 jt untuk wanita
  3. 290 jt dan 550 jt sudah dibuatkan kwitansi untuk membayar hutang untuk mobil yang dia beli. dan kwitansi-kwitansi tersebut sudah di tandatangani oleh AF

kemudian Zainuddin Paru pun menjelaskan pada menit 3:30 Part 5 bahwa uang untuk membayar hutang tersebut benar adalah uang 1 M yang katanya akan diberikan ke LHI, karena pada saat OTT di Le Meridien dua orang yang membawa kwitansi tersebut sudah ada di lokasi yang sama, bahkan seorang penyidikpun sudah menyatakan bahwa ada dua orang lainnya di lemereidien, namun kedua orang tersebut diabaikan. oleh karenanya menurut zainuddin paru KPK melakukan upaya untuk mengabaikan sebuah kejadian lainnya. sampai pada taraf ini Johan Budi terlihat begitu haus, sehingga berkali-kali perlu meminum botol air didepannya.

pada menit 4:17 Part 5 johan memberikan penjelasan, bahwa sebelum peristiwa OTT ada peristiwa-peristiwa yang mengiutinya. namun disini Johan sama sekali tidak menyampaikan peristiwa-peristiwa tersebut, dan JB menyatakan bahwa bukti-bukti tersebut nanti disampaikan di pengdailan dan tidak bisa disampaikan disini karena akan melanggar hukum (05.00). disini JB juga menanyatkan bahwa apakah kita mengetahui diman LHI pada saat OTT. saya rasa publik semua sudah tahu LHI ada dimana saat ditangkap, yakni sedang memimpin seminar/rapat di DPP PKS, jelas lokasi yang cukup jauh dari le meridien.

setelah pemaparan JB tersebut, kini giliran kuasa hukum LHI lainnya yang menyatakan bahwa, jika LHI memang belum terima uang, dan pasal suap ini dikaitkan ke LHI sebatas janji-janji saja, TPPU nya dimana, masa Jani-janji bisa di cuci 7:15 Part 5, dan beliau menegaskan bahwa pada TPPU, predocate crimenya tidak boleh menyusul belakangan.

nah berbagai penjelasan terkait TPPU dan segala prinsip didalamnya dijelaskan kembali oleh Ahmad Yani di Video Part 6 mulai dari menit 0:15 - 05:58 dan penjelasan beberap Pakar hukum di video part 7 di menit 01:10 - akhir video

oke pembahasan tentang TPPU ini mungkin saya akhiri sampai disini, penjelasan para pakar sudah sangat jelas.

ulasan berikutnya akan saya lanjut di part 2, terkait status AF di PKS dan Sikap Penyidik KPK Terhadap Vita ^_^

terlepas dari semua yang terungkap di ILC dan diungkap di artikel saya ini, saya setuju dengan pernyataan Jphan Budi, bahwa kita tunggu dan saksikan di pengdailan. dan saya setuju dengan Soetan batugana, Mari kita hargai proses hukum yang ada. mari menahan diri untuk tidak memvonis sebelum pengadilan yang memvonis. ^_^

artikel rekomendasi dari saya :

Menurut Saya yang Bukan Kader, PKS Masih …

UU TPPU Bisa Menjebloskan KPK Masuk “Mesin Cuci”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Promosi Multikultur ala Australia …

Ahmad Syam | | 18 April 2014 | 16:29

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Liburan Paskah, Yuk Lihat Gereja Tua di …

Mawan Sidarta | | 18 April 2014 | 14:14

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 13 jam lalu

Puan Sulit Masuk Bursa Cawapres …

Yunas Windra | 13 jam lalu

Misteri Pertemuan 12 Menit yang Membungkam …

Gatot Swandito | 14 jam lalu

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 17 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: