Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sulhayat Takdir

sekarang tinggal di Kota Parepare,sulsel. pernah bekerja di majalah fakta surabaya, majalah polda sulsel (pallawalipu),tabloid selengkapnya

Menjawab Mengapa Pemilu Kada Harus Diawasi? (Fokus Pengawasan Tahap Pencalonan Peserta Pemilu Kada)

OPINI | 14 May 2013 | 07:59 Dibaca: 461   Komentar: 0   0

Ada dua alasan mengapa Pemilu kada itu harus diawasi; Pertama, Supaya mewujudkan Pemilihan Umum yang memiliki integritas dan kredibilitas yang berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan demokratis. Kedua, dalam rangka mewujudkan terselenggaranya tahapan pencalonan secara demokratis, berkualitas, tepat prosedur, dan mewujudkan integritas penyelenggara Pemilu.

Tujuan Pengawasan ; Untuk memastikan : Kelengkapan dan keabsahan dokumen persyaratan pengajuan bakal calon dalam pemilu kada, intergritas dan netralitas penyelenggra pemilu dalam menyelenggarakan tahapan pencalonan pemilu kada, sesui amanat peraturan yang ada. pasangan calon dalam Pemilu Kada

Ruang Lingkup Pengawasan : Pertama, persyaratan pencalonan; meliputi: persyaratan pengajuan bakal pasangan calon; dan persyaratan bakal pasangan calon.

Kedua, tata cara pendaftaran bakal pasangan calon; meliputi: pengajuan bakal pasangan calon oleh parpol dan/atau gabungan parpol; dan pengajuan bakal pasangan calon perseorangan meliputi: tata cara pendaftaran; tata cara verifikasi dukungan; dan; tata cara pengajuan bakal pasangan calon.

Ketiga, tata cara penelitian dan verifikasi persyaratan bakal pasangan calon, meliputi pengawasan terhadap penelitian persyaratan administrasi dengan melakukan klarifikasi kepada instansi pemerintah yang berwenang, dan menerima masukan dari masyarakat terhadap pasangan calon.

Keempat, penetapan dan pengumuman pasangan calon, meliputi pengawasan terhadap: Proses penetapan pasangan calon yang telah memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu Kada; Proses pengumuman terhadap hasil penetapan pasangan calon; Proses pengundian nomor urut pasangan calon yang telah ditetapkan sebagai peserta Pemilu

Fokus Pengawasan : Fokus pengawasan proses pencalonan peserta Pemilu Kada adalah ketaatan pada peraturan perundang-undangan yang meliputi: ketaatan terhadap prosedur; kelengkapan dan kebenaran data, serta keabsahan dokumen persyaratan; transparansi proses pencalonan; dan perlakuan yang adil dan setara kepada semua pasangan calon.

Bagaimana Cara Pengawasinya (Strategi Pengawasan) : Pengawasan terhadap tahapan pencalonan Pemilu Kada dilaksanakan dengan menggunakan strategi: pencegahan pelanggaran (memperingatkan dan menyampaikan). Ini upaya optimal mencegah secara dini terhadap kemungkinan timbulnya potensi pelanggaran dan/atau indikasi awal timbulnya pelanggaran dan penindakan pelanggaran (disampaikan ke Pengawas Pemilu atau KPUD).

Memaksimalkan pengawasan Pemilu Kada : Pertama, mendorong peran serta masyarakat secara aktif dalam melakukan pengawasan tahapan pencalonan Pemilu Kada.

Kedua, menyiapkan sarana atau fasilitas yang mudah bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, pengaduan dan/atau laporan pelanggaran dalam tahapan pencalonan Pemilu Kada.

Ketiga, menjalin kemitraan dan kerjasama dengan lembaga negara, lembaga pemerintahan, komisi/badan negara independen, organisasi pemantau Pemilu Kada, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok strategis masyarakat lainnya dalam rangka menjaring dan memperluas dukungan terhadap proses dan hasil pengawasan tahapan pencalonan Pemilu Kada.

Keempat, membangun komunikasi dan koordinasi dengan pasangan calon, tim kampanye, dan partai politik dalam rangka membangun ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tahapan pencalonan Pemilu Kada.

Kelima, membangun sinergitas dengan media massa dalam rangka mengoptimalkan pengawasan tahapan pencalonan Pemilu Kada.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 7 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: