Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fajarbaru

menulis untuk melawan proses amnesia sejarah

Kapan Indonesia Bisa Bebas dari Kasus Terkait Partai Politik?

OPINI | 14 May 2013 | 17:09 Dibaca: 191   Komentar: 3   3

Dulu Partai Demokrat dilanda badai gempuran sorotan media karena keterlibatan sejumlah kadernya dalam kasus korupsi yang berpuncak pada pengunduran diri secara terpaksa Anas Urbaninggrum. Untuk semantara Partai Demokrat “selamat” karena usaha penyelamatan partai oleh SBY dan nama Anas Urbaninggrum pun mulai sepi dari sorotan media. Publik mulai lupa dengan lembaran buku yang katanya perlahan-lahan akan dibuka Anas Urbaninggrum .

Ditangkapnya LHI sebagai Presiden PKS menjadi momentum peralihan perhatian publik dan media dari gonjang-ganjing Partai Demokrat. Mata semua orang perlahan-lahan dialihkan oleh media dari Partai Demokrat ke PKS. Sekarang PKS menjadi sasaran tembak awak media dan masyarakat. Berita tentang Demokrat sudah dianggap basi sedangkan PKS menjadi lebih seksi. Apalagi ada wanita-wanita di sekitar Ahmad Fathanah. Makin seksi partai yang satu ini dikupas media dibandingkan Demokrat. Ditambah lagi dengan aksi perlawan PKS terhadap sejumlah petugas KPK. Bertambah lengkaplah keseksian PKS di mata media dan publik. Kanal Politik Kompasiana pun langsung didominasi oleh tulisan terkait PKS dan jarang dijumpai lagi tulisan tentang Partai Demokrat.

Dengan demikian, para simpatisan, kader dan politisi PD boleh istirahat sejenak dari sport jantung akibat jadi sasaran tembak media. Sementara itu, para simpatisan, kader, dan politisi PKS harus menggantikan posisi PD untuk sementara entah sampai kapan. Boleh dikata tertangkapnya mantan presiden PKS menjadi berkah bagi meredanya prahara di tubuh PD.

Setelah Demokrat dan PKS kira-kira partai mana lagi ya yang akan dilanda prahara korupsi para kadernya?

Lalu, kapan majunya Indonesia jika para politisi malah sibuk mengurusi perlindungan citra partai politiknya sendiri? Bahkan seorang presiden pun harus meluangkan waktu untuk menyelamatkan partai. Mana yang lebih penting, partai politik atau seluruh rakyat Indonesia?

Mungkin pertobatan nasional itu perlu untuk semua partai politik di negeri ini! Jika tidak, maka partai-partai lain pun akan menyusul setelah Demokrat dan PKS. Dan akhirnya media pun hanya sibuk menyoroti keseksian partai politik daripada persoalan-persoalan masyarakat Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pesona Pasar Legi Kotagede: Kerukunan …

Sulfiza Ariska | | 19 December 2014 | 17:43

Jangan Mau Mengajar Mahasiswa …

Giri Lumakto | | 20 December 2014 | 00:33

(Maaf) Ngupil Pun Ada Etikanya …

Find Leilla | | 19 December 2014 | 14:04

Sang Penabuh Kabar …

Muhammad Armand | | 19 December 2014 | 10:18

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Mau Lihat Orang Jepang Panik Antri Bensin? …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 9 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 9 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 10 jam lalu

Media Online, “Pelahap Isu Hoax” …

Ajinatha | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: