Back to Kompasiana
Artikel

Politik

David Usman

Saya hanya orang biasa, tidak berpihak pada siapa-siapa. Karena cukup saya dan Tuhan saya saja. selengkapnya

Ahmad Fathonah des Luthfi Hasan Ishaaq

OPINI | 14 May 2013 | 01:16 Dibaca: 3015   Komentar: 4   1

Judul yang aneh kah? Ahmad Fathonah des Luthfi Hasan Ishaaq. Inilah mungkin salah satu ide brilyan saya untuk media, Jurnalis, Blogger, dan siapapun yang akan menulis tentang sang Koruptor, Makelar, Don Juan atau siapalah; Ahmad Fathonah des Luthfi Hasan Ishaaq!

Dengan demikian, anda tidak perlu menulis terlalu panjang dengan kata-kata yang “membosankan”; “Ahmad Fathonah, yang merupakan Asisten Pribadi Luthfi Hasan Ishaaq”, “Ahmad Fathonah orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq”, Ahmad Fathonah yang terkait korupsi bersama Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq”.

Ahmad Fathonah dan Luthfi Hasan Ishaaq seolah pengertian yang tidak bisa dipisahkan. Penyebutan keduanya seperti bicara hitam dan putih, gula dan semut, kehidupan dan kematian, cinta dan pengorbanan… Halah!

Ahmad Fathonah dan Luthfi Hasan Ishaaq seolah penyebutan yang “haram” untuk dipisahkan. Seperti penyebutan Nabi, dibarengi Salallahu¬† a’laihi wassalam, seperti janji yang dibarengi ucapan Insya Allah, seperti Surah Al Fatihah yang dibarengi ucapan Aamiin…

Ahmad Fathonah dan Luthfi Hasan Ishaaq seperti Kembar Identik, kembar kelakuan, kembar penyakit (maaf) kelamin…

Dengan demikian, jika kita bicara uang 1 milyar yang diterima Fathonah, maka itu juga di “nikmati” oleh Luthfi Hasan Ishaaq. Kalo kita mau bicara wanita-wanita yang mengelilingi Fathonah, maka itu juga yang di “nikmati” oleh Luthfi Hasan Ishaaq. Dan kalau kita mau bicara harta-hartanya Fathonah, demikian jugalah harta yang di miliki Luthfi…

Padahal jika pun kita menganggap Luthfi Koruptor dengan menghilangkan persumption of innocence, maka yang satu adalah makelar, yang satu lagi adalah terduga penerima suap. Dalam dunia fana yang saya singgah di dalamnya, baru¬† kali ini makelar dan penerima suap di “gandengkan” begitu erat namanya.

Lihat Angie (Angelina Sondakh) yang tidak selalu disandingkan dengan nama Anas Urbaningrum (sebagai Bos Besar, atau ada Bos yang lebih besar?). Lihat pula Nunun Nurbaeti yang jadi makelar kasus suap Gubernur BI, media hati-hati sekali (jika tidak mau dibilang tidak berani sama sekali) untuk menyandingkan namanya dengan mantan Gubernur BI yaitu … (maaf, gak berani sebut nama), bahkan orang lupa kalau korupsi pengadaan Al Quran dengan makalernya Zulkarnaen Jabbar dan Fahd A Rafiq ada nama Priyo… Upsss!

Padahal kalau kita juga bicara Wanita, Perempuan atau Wanita Cantik atau ada yang dengan kasar biar lebih “keren” dengan sebutan Pelacur (maaf). Mau ke sudut dunia manapun dikait-kaitkan dengan Luthfi Hasan Ishaaq tidak akan ketemu, karena bumi itu bulat, broo…! TV, Koran, Media yang memancing-mancing nara sumber yang tidak lain wanita-wanita itu juga tidak bisa mengaitkan, karena umpannya kurang!

Contoh nih (dalam sebuah wawancara); “Untuk apa uang itu?” dijawab “Untuk acara di berbagai daerah” ditanya lagi; “Pernah isi acara PKS?” dijawab; “Nggak pernah!”, ditanya lagi (penasaran) “Kenal dengan Luthfi?” dijawab: “Tidak!”.

Contoh lagi nih: “Anda kenal Fathonah?” dijawab, “Kenal” ditanya lagi, “Kenal Luthfi?” dijawab, “Tidak..”

Contoh lagi juga nih: “Anda diberi apa oleh Ahmad Fathonah?” dijawab, “Mobil, Jam Tangan, Duit”. Ditanya lagi “Pernah tau orang Partai yang dekat dengan pak Ahmad Fathonah?” dijawab: “Setau saya kalo ketemu cuma saya, anak-anak saya dan pak Ahmad aja”, ditanya (penanya mulai keliatan ngotot), “Itu loh, yang orang deketnya Ahmad Fathonah” dijawab; “Ng…gak tau”. Diuber lagi, “yang mantan Presiden Partai!!!” (Sambil geregetan), dijawab lagi; “Nggak tau…” Penanya: “Itu loh Ahmad Fathonah des (thus) Luthffi Hasan Ishaaq, gobbbl **kkk…

Saya David Usman… Terima Kasih!

Prokkk… Prokkk… Prokkk…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 8 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 12 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Dunia Intuisi …

Fawwaz Ibrahim | 7 jam lalu

Presiden Baru, Harapan Baru …

Eka Putra | 7 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 8 jam lalu

Jokowi Sebuah Harapan Baru? …

Ardi Winangun | 8 jam lalu

Potret Utang Luar Negeri Indonesia …

Roby Rushandie | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: