Back to Kompasiana
Artikel

Politik

I Ketut Merta Mupu

Alumni UNHI, sedang menempuh Magister Hukum Adat (S2) di UNDWI. E-mail: mupu.merta@gmail.com

Pemenang Pilgub Bali Unggul 4.610 Suara

REP | 13 May 2013 | 12:06 Dibaca: 7557   Komentar: 2   0

Suhu perpolitikan di Bali menjelang pencoblosan tanggal 15 mei kian memanas. Ada dua calon yang bertarung yaitu pasangan Puspayoga-Sukrawan dengan nomor urut 1 yang diusung partai PDIP dan PKS. Sedangkan pasangan Mangku Pastika-Sudikerta dengan nomor urut 2  yang diusung sembilan partai. Dipelopori  Partai Demokrat dan Golkar dan tujuh partai lainnya.

Berdasarkan hasil penerawangan alam gaib (Baca..Sabda dari Langit Pemenang Pilgub Bali). Saya masih bertahan pada hasil penerawangan sebelumnya, bahwa yang akan menang adalah gubernur incumbent Komisaris  Jenderal bintang tiga, Mangku Pastika.

Sebelumnya juga sudah pernah diterawang situasi  pilgub Bali yang di sharing di facebook. Situasi pilgub Bali gonjang-ganjing, terutama di KPU. Hal tersebut sudah terbukti dengan adanya kisruh surat suara di KPUD, pembakaran Koran Bali Post dan media tersebut “diaben”. Kisruh siaran Bali TV, gara-gara menyiarkan berita pilgub yang tidak berimbang. Tidak hadirnya pasangan Puspayoga - Sukrawan dalam debat kandidat di Metro TV. Kejadian tersebut telah membuat masyarakat Bali malu.

Suasana pemilukada semakin gonjang-ganjing oleh karena pasangan Puspayoga-Sukrawan didukung oleh tujuh Bupati yang sangat militan. Sedangkan pasangan Mangku Pastika - Sudikerta didukung oleh dua  Bupati, bupati Badung dan bupati Karangasem. Dari tujuh bupati yang militan, ada tiga bupati yang kentara sekali perjuangannya; Bupati Bangli, Bupati Buleleng, dan Bupati Tabanan. Bupati Bangli hingga bergerilya ke pelosok-pelosok desa untuk memenangkan pasangan Puspayoga-Sukrawan. Tanggal 11 mei beliau juga sempat silahturahmi ke rumah keluarga kami, tetapi syukur saya tidak ada di rumah. Hanya bapak saya yang ada disana yang kebetulan sedang mengisi formulir surat panggilan pemilih.

Kembali berbicara dunia gaib, sekitar sebulan yang lalu ketika sembahyang bersama calon wakil gubernur  bapak Sudikerta di pura kahyangan jagat Hulundanu Batur di Songan. Berdasarkan hasil penerawangan, terlihat bapak Mangku Pastika diangkat mahkluk gaib,diangkat oleh Bhatari Danuh. Sedangkan bapak Puspayoga diinjak-injak. Saya menduga, bapak Puspayoga “sisip, karena merasa dirinya sebagai keturunan darah biru “keluarga puri”.

Kemarin siang bapak saya kembali mengadakan sembahyang bersama dengan ratusan perwakilan masyarakat, Bupati Bangli dan Satya Narada sang pemilik Bali Post dan Bali TV. Ketika bersembahyang, dalam penglihatan dunia rohani, terlihat bapak Mangku Pastika amat sedih di dalam Pura. Beliau menangis glalang-gliling karena sedih. Saya menduga karena beliau di zolimi oleh lawan politiknya. Tak lama kemudian, terlihat bapak mangku naik ke puncak sanggar Pura Hulundanu Batur di Songan. Hal ini diartikan beliau akan naik tahta di Bali. Namun sebaliknya terjadi dengan Puspayoga, beliau diinjak-injak hingga terpental oleh mahkluk gaib yang tak terlihat. Demikian juga Satya Narada diinjak kepalanya oleh Bhatari sakti. Bapak saya menduga, beliau “sisip” karena Satya Narada menjelek-jelekan bapak Mangku Pastika di Pura. Satya Narada mengatakan bahwa bapak mangku Pastika menghambat Ajeg Bali.

Sebelum melakukan persembahyangan bersama di Pura. Muncul dari alam gaib angka perolehan suara pemenang gubernur Bali. Sekilas terlihat angka 4.610 (suara). Itu artinya pemenang gubernur Bali  hanya unggul 4.610 suara. Kira-kira tak jauh dari angka 4.610 suara. Pada intinya pemenang pilgub Bali menang tipis.

Saat ini, daftar pemilih tetap di Bali sebanyak 2.918.824 jiwa. Anggaplah yang mencoblos dengan suara sah dibulatkan sekitar 2.904.610 suara (yang lainnya surat suara tidak sah dan golput). Sehingga kira-kira perolehan suara sang pemenang adalah 1.454.610 suara.

Perhitungan diatas hanyalah coba-coba. Tetapi yang jelas dalam penglihatan rohani, calon yang menang hanya unggul 4.610 suara. Jadi kesimpulannya perolehan suara gubernur yang menang adalah menang tipis, mengingat pemilh tetap hampir 3 juta.

Baca Juga .. Peringatan Kitab Suci dalam Memilih Pemimpin

Tulisan Lain.. Pilgub Bali, Kader PDIP Galau

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pesona Pasar Legi Kotagede: Kerukunan …

Sulfiza Ariska | | 19 December 2014 | 17:43

Jangan Mau Mengajar Mahasiswa …

Giri Lumakto | | 20 December 2014 | 00:33

(Maaf) Ngupil Pun Ada Etikanya …

Find Leilla | | 19 December 2014 | 14:04

Sang Penabuh Kabar …

Muhammad Armand | | 19 December 2014 | 10:18

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Mau Lihat Orang Jepang Antri Bensin? …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 10 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Media Online, “Pelahap Isu Hoax” …

Ajinatha | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: