Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mengapa PKS Menggugat

OPINI | 13 May 2013 | 13:25 Dibaca: 481   Komentar: 9   1

Hari-hari ini PKS sedang menjadi Head Line surat kabar. Penolakan penjaga gedung di bully besar-besaran bahwa PKS tidak melawan KPK. Opini ini kemudian dibawa seakan-akan PKS membela mati-matian Ustadz Lufti Hasan Ishaq. Apakah betul PKS membela mati-matian Ustadz Lutfi, kalau ada yang berpendapat demikian tentunya amat salah, mengapa karena ketika Ustadz Lutfi ditangkap PKS dengan ringan mengijinkan, bahkan kemdian presiden PKS yang baru mengungkapkan bahwa kasus LHI adalah ranah pribadi ustadz Lutfi. Bahkan akibat ungkapan ini Anis Matta dalam acara Gesture di TV One dibilang kejam oleh Efendy Ghozali (Bingung kan, apa-apa salah).

Terus apa yang menyebakan PKS sepertinya tidak terima dengan adanya kasus ini. Jawabannya adalah karena ketidakadilan KPK dalam menangani kasus lain. Anas dan Andi Malarangeng tidak segera ditahan meski sudah dinyatakan tersangka.Bahkan Anas sempat pergi ke Bali. Saya ajak kepada para PKS Hater’s apa ini adil. Johan mencoba mengatakan ini tangkap tangkap tangan. Bagaimana ini disimpulkan tangkap tangkap, orang Fathonah ditangkap selasa malam, sedangkan Ustadz Lutfi ditangkap rabu malam. Ketika Ustadz meminta agar Ustadz Lutfi diperiksa siang harinya, tidak diijinkan, ustadz lutfi tetap dibawa ke KPK, berarti logikanya ada pertanyaan penting yang akan segera diajukan, ternyata Ustadz Lutfi hanya ditanya dan dicek kondisi kesehatannya. Mengapa kalau hanya pemeriksaan seperti ini tidak ditunda. Saya yakin kalau ada PKS Hater’s yang masih jujur dan Ikhlas pasti akan memahami mengapa Kader PKS seakan menggugat.  Sebetulnya masih banyak kejanggalan yang akan saya ungkap, tapi maaf waktu saya juga harus saya bagi untuk Taqarub pada yang diatas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Menuju Organisasi Advokat Muda yang …

Valerian Libert Wan... | 7 jam lalu

Semoga Jokowi-JK yang Membuka Indonesia …

Bambang Trim | 7 jam lalu

Dialog Sunyi dari Hati ke Hati dengan Gus …

Puji Anto | 7 jam lalu

Satu Lagi Atlet Muslim Yang Di …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Eksposisi, Argumentasi, Deskripsi, Narasi, …

Sigit Setyawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: