Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mengapa PKS Menggugat

OPINI | 13 May 2013 | 13:25 Dibaca: 482   Komentar: 9   1

Hari-hari ini PKS sedang menjadi Head Line surat kabar. Penolakan penjaga gedung di bully besar-besaran bahwa PKS tidak melawan KPK. Opini ini kemudian dibawa seakan-akan PKS membela mati-matian Ustadz Lufti Hasan Ishaq. Apakah betul PKS membela mati-matian Ustadz Lutfi, kalau ada yang berpendapat demikian tentunya amat salah, mengapa karena ketika Ustadz Lutfi ditangkap PKS dengan ringan mengijinkan, bahkan kemdian presiden PKS yang baru mengungkapkan bahwa kasus LHI adalah ranah pribadi ustadz Lutfi. Bahkan akibat ungkapan ini Anis Matta dalam acara Gesture di TV One dibilang kejam oleh Efendy Ghozali (Bingung kan, apa-apa salah).

Terus apa yang menyebakan PKS sepertinya tidak terima dengan adanya kasus ini. Jawabannya adalah karena ketidakadilan KPK dalam menangani kasus lain. Anas dan Andi Malarangeng tidak segera ditahan meski sudah dinyatakan tersangka.Bahkan Anas sempat pergi ke Bali. Saya ajak kepada para PKS Hater’s apa ini adil. Johan mencoba mengatakan ini tangkap tangkap tangan. Bagaimana ini disimpulkan tangkap tangkap, orang Fathonah ditangkap selasa malam, sedangkan Ustadz Lutfi ditangkap rabu malam. Ketika Ustadz meminta agar Ustadz Lutfi diperiksa siang harinya, tidak diijinkan, ustadz lutfi tetap dibawa ke KPK, berarti logikanya ada pertanyaan penting yang akan segera diajukan, ternyata Ustadz Lutfi hanya ditanya dan dicek kondisi kesehatannya. Mengapa kalau hanya pemeriksaan seperti ini tidak ditunda. Saya yakin kalau ada PKS Hater’s yang masih jujur dan Ikhlas pasti akan memahami mengapa Kader PKS seakan menggugat.  Sebetulnya masih banyak kejanggalan yang akan saya ungkap, tapi maaf waktu saya juga harus saya bagi untuk Taqarub pada yang diatas.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahok Lengser atau DPRD DKI …

I.t. Kriyonadhy | | 27 February 2015 | 23:59

Membaca Buku Akankah Menjadi Gaya Hidup?? …

Deassy M Destiani | | 27 February 2015 | 21:19

Bahasa Indonesia: Cerminan Budaya Bangsa …

Kevin Christian Wib... | | 27 February 2015 | 23:13

Unik! Batu Bercap Tapak Kaki Orang Kuno di …

Mawan Sidarta | | 27 February 2015 | 22:22

Sepasang Bintang yang Berlinang …

Andi Wi | | 27 February 2015 | 19:04


TRENDING ARTICLES

Ahok dan APBD 2014 Giring DPRD DKI ke Rumah …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Nyalo UPS, DPRD DKI Dapat Untung 321 Milliar …

Abd. Ghofar Al Amin | 9 jam lalu

Bagaimana Ya Cara Memecat Wakil Rakyat? …

Marius Gunawan | 13 jam lalu

Stop Kumpulin Koin! …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu

Hati-hati, Ahok “Mengincar” …

Anna Melody | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: