Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Implink Roa

Seorang pengamat media online, PKS lover

Pokoknya AF Teman LHI Itu PKS, Titik

OPINI | 10 May 2013 | 12:19 Dibaca: 500   Komentar: 7   1

Mungkin banyak yang bertanya2,  kenapa LHI bisa dekat dengan Ahmad Fatonah, termasuk saya. Ya, saya gak habis pikir sekelas LHI memiliki teman semacam AF. Namun setelah mengikuti perkembangan berita sampai kini saya jadi mengerti. Bukan hanya LHI sj yg apes gara2 fatonah, bahkan keluarganya AF jg, menurut informasi dari tv one kemaren AF adalah seorang anak dari kyai terkenal di sulawesi, keluarganya lepas tangan soal AF, banyak org sulawesi yg kecewa dgn AF gara2 kasus ini, bahkan istrinya sendiri jg merasa dibohongi. Keluarganya aja gak tau tentang detail aktifitas dan kerjaan si AF. Lalu bgmn dgn LHI yg hanya temanya.

Meskipun hasil dari wawancara dibeberapa stasiun tv dgn istri AF menyebutkan bahwa AF bukan kader PKS, namun masih banyak yg berkata mana mgkn LHI bisa sedekat itu dgn AF kalo AF bukan kader PKS.  Lucu saya kira pernyataan tersebut. Apakah kalian kira Presiden Amerika serikat Obama hanya berteman dgn para ajudanya saja, apkh kalian kira pak SBY presiden RI hanya berhubungan Dengan para menteri dan aparatur negara saja, begitu juga dgn LHI apakah kalian kira dia hanya berinteraksi dgn kader PKS saja? Gak usah jauh2, anda perhatikan aja lingkungan anda, dgn siapa sj anda berteman. Apakah teman2 anda hanya segolongan saja? Apkh anda tidak lagi mau berinteraksi dgn teman2 SD, SMP, SMA, teman komunitas a, b, & c. Lalu pikirkan apakah anda tahu dgn detail segala aktifitas teman anda?

Ah ini mah gak bisa dibandingkan, tuh lht LHI aja smpai menjalin hub bisnis dgn AF. Pasti die paham donk AF kyk gmn kan sampai berani berhubungan bisnis. Kalo seperti ini pemikiran anda, maka untuk memahami posisi LHI anda harus menjadi salah satu pelaku bisnis atau pengusaha terlebih dahulu. Didalam bisnis, teman bs menjadi lawan. Lawan bs menjadi teman. Msh inget kejadian bulan lalu dari berita2 media, ada seorang pengusaha yg dibunuh oleh temanya sendiri dgn cara keji,  mayatnya di taruh di jog mobil, padahal mereka sdh berteman dan menjalin hub bisnis bertahun2. Yang kejam bukan hanya dunia politik bung, bisnis juga.

Lalu, kok bisa LHI ikut terseret kasusnya fatonah, pastinya LHI ikutan bisnis kotornya fatonah donk.  Yah ini mah masih belum pasti namun publik sudah berasumsi dan meneriaki kalo LHI penjahat sekelas fatonah.  Begini ya Ibaratnya, ada seorang maling, udah jadi incaran polisi, akhirnya maling itu ketangkep pas berada dirumah anda, anda tidak tahu kalo ternyata anda berteman dengan seorang maling.  si maling mengaku uang hasil malingnya mau dikasihkan ke anda. anda pun ikutan di tangkap oleh polisi, warga taunya anda ditangkap polisi bersama maling, jadi anda sama dengan maling itu, padahal anda sendiri tidak merasa kalo anda telah mencuri harta orang.  Anda tidak punya waktu untuk menujelaskan ke warga posisi anda.  Saya sebagai orang luar pasti juga melihat anda yg dibawa polisi cuman mikir sebentar, kenapa tuh orang ditangkap polisi, selanjut EGP. tetangga dekat anda pasti ingin tau dan mencari informasi tentang keterlibatan anda dengan polisi, namun musuh2 anda, saingan bisnis anda, orang yg iri dengan anda langsung girang & bilang sukurin lu ditangkap polisi, sambil ikutan berkoar2 meyakinkan tetangga kanan kirinya kalo anda penjahat kelas kakap.  Itulah kondisi masyakat kita hari ini.

Ah manusia, memang tempatnya khilaf. Kalo seperti ini apakah saya musti mengedepankan prasangka buruk dgn org2 disekitar sy. Saya tidak bisa berharap banyak kasus kerumitan antara LHI, AF, & PKS itu bisa clear. Namun saya percaya bahwa hukum alam dan hukum dari Allah itu berlaku, bagi para penebar fitnah, ado domba, dan permusuhan jika tidak mendapat balasan di dunia maka di Akhirat menunggu.

Semoga Allah mengangkat derajatmu wahai orang2 yang terdzalimi

Salam cinta,

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 11 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Semangat Kondektur Kopaja Wanita dan Tukang …

Yos Asmat Saputra | 8 jam lalu

Melatih Berpikir Dengan Cara Bertanya …

Ramlan Effendi | 8 jam lalu

Mt. Rinjani, The Second Day …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Di Kabupaten Tasikmalaya;”Yang …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: